Kisah Guru Honorer Bersepatu Bolong, Menangis Dihadiahi Motor hingga Hampir Dipukul Pengemudi Mobil
Tangisan Panji bukan tanpa alasan. Sebab benda-benda yang dihadiahkan padanya membuat Panji teringat perjuangan hidupnya selama ini.
"Pada saat memakai sepatu, Pak Kris melihat sepatu saya bawahnya bolong," tuturnya.
Melansir Tribunnews.com, dengan gaji Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu per bulan sebagai guru honorer, Panji belum bisa membeli sepatu dan tas baru.
Maka selain sepeda motor, Panji juga mendapatkan kejutan sebuah sepatu dan tas.
• Maia Estianty Terkini - Jawaban Bunda Maia, Suaranya Dibandingkan Mulan Jameela, Awal Curhat di Idol
• Video Bully Siswa SMK Dijambak, Setrum & Ditendang? Polisi AKP Puji Astuti Jelaskan yang Sebenarnya
Penggemar matematika

Panji masih memiliki impian di hidupnya. Ia ingin melanjutkan pendidikan matematika untuk mematangkan ilmunya.
Sebab, matematika menjadi pelajaran kegemaran Panji sejak ia duduk di bangku SD.
Ia pun bercerita pengalamannya diminta membantu teman-temannya semasa bersekolah.
"Saat ujian, ketika pengawasnya tidak ada, maka ribut kumpul ke saya. Mereka ingin diajarin, dibantu pengerjaannya. Waktu itu saya masih ingat tentang statistika. Saat SMA memang saya dijuluki kalkulator berjalan," kata Panji.
Panji merupakan lulusan D3 Manajemen Informatika Citra Buana Informatika.
Ia menimba ilmu di bangku perkuliahan sambil bekerja. Uang yang diperolehnya digunakan untuk membiayai kuliah dan membantu ibunya.
Panji mengabdi sebagai pengajar selama enam tahun lamanya. Namun di SD tersebut, ia menjadi guru honorer sejak enam bulan lalu.
Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Sukabumi, Budiyanto | Editor: Aprilia Ika)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Di Balik Viral Guru Honorer Menangis Dihadiahi Motor, Sepatu Bolong hingga Hampir Dipukul Pengemudi Mobil"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/guru-honorer-panji-setiaji.jpg)