Kisah Guru Honorer Bersepatu Bolong, Menangis Dihadiahi Motor hingga Hampir Dipukul Pengemudi Mobil

Tangisan Panji bukan tanpa alasan. Sebab benda-benda yang dihadiahkan padanya membuat Panji teringat perjuangan hidupnya selama ini.

KOMPAS.COM/BUDIYANTO
Guru honorer, Panji Setiaji foto bersama sejumlah muridnya di depan sepeda motor hadiah dari SKP di SDN Babakan, Kecamatan Cibeureum, Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (31/1/2020). 

Kisah Guru Honorer Bersepatu Bolong, Menangis Dihadiahi Motor hingga Hampir Dipukul Pengemudi Mobil

TRIBUN-MEDAN.com - Panji Setiaji (29) tak kuasa menahan air matanya saat menerima kejutan berupa sebuah motor, Rabu (22/1/2020).

Guru honorer di Sekolah Dasar (SD) Babakan, Kecamatan Cibeureum, Sukabumi, Jawa Barat itu spontan bersujud syukur saat mendengar dirinya mendapatkan motor sumbangan dari Sahabat Kristiawan Peduli (SKP) dan donatur lainnya.

"Waktu itu saya tidak bisa menahan air mata. Saya hanya berdoa, ya Allah ini rezeki dari Allah yang tak disangka-sangka, dari orang yang peduli," kata Panji.

Selain sebuah sepeda motor, Panji juga mendapatkan sepatu dan tas.

Tangisan Panji bukan tanpa alasan. Sebab benda-benda yang dihadiahkan padanya membuat Panji teringat perjuangan hidupnya selama ini.

AKHIRNYA Terkuak Anak Nikita Mirzani Pernah Alami Koma dan Reaksi Dipo Latief yang Tak Disangka

Inul Daratista Buka-bukaan Bikin Awet Muda 41 Tahun, Nikita Mirzani Penasaran Asuransi Bagian Tubuh

Hampir dipukul gara-gara sepeda motor 

Ilustrasi perkelahian
Ilustrasi perkelahian()

Panji mengisahkan, sebelumnya ia memiliki sebuah sepeda motor.

Namun sepedanya tersebut sering kali mogok.

Pernah pada suatu kali, Panji hampir dipukul oleh seorang pengemudi mobil lantaran sepeda motornya mogok di tengah jalan.

Namun, sepeda motor tersebut rupanya membawanya bertemu dengan Kristiawan Saputra, pendiri komunitas SKP yang menghadiahinya sepeda motor.

"Saat itu sepeda motor saya mogok di samping rumah Pak Kris, lalu dibantu. Pak Kris juga menelusuri kehidupan saya sebagai guru honorer," kata Panji.

Maia Estianty Terkini - Jawaban Bunda Maia, Suaranya Dibandingkan Mulan Jameela, Awal Curhat di Idol

INI Nasehat Najwa Shihab untuk Para Wanita yang Hingga Sekarang Belum Mendapatkan Jodoh

Sepatu bolong 

Guru honorer Panji Setiaji saat memberikan pelajaran kepada para murid kelas 4 SDN Babakan, Kecamatan Cibeureum, Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (31/1/2020).
Guru honorer Panji Setiaji saat memberikan pelajaran kepada para murid kelas 4 SDN Babakan, Kecamatan Cibeureum, Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (31/1/2020).(KOMPAS.COM/BUDIYANTO)

Kris, kata Panji, menyempatkan datang ke rumah Panji dan mengikuti kegiatannya.

Saat itulah terkuak, sepatu yang dikenakan Panji beraktivitas sehari-hari bolong di bagian bawah.

"Pada saat memakai sepatu, Pak Kris melihat sepatu saya bawahnya bolong," tuturnya.

Tak hanya itu, tas yang dikenakan Panji pun telah robek.

Melansir Tribunnews.com, dengan gaji Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu per bulan sebagai guru honorer, Panji belum bisa membeli sepatu dan tas baru.

Maka selain sepeda motor, Panji juga mendapatkan kejutan sebuah sepatu dan tas.

Maia Estianty Terkini - Jawaban Bunda Maia, Suaranya Dibandingkan Mulan Jameela, Awal Curhat di Idol

Video Bully Siswa SMK Dijambak, Setrum & Ditendang? Polisi AKP Puji Astuti Jelaskan yang Sebenarnya

Penggemar matematika

Guru honorer, Panji Setiaji memberikan pelajaran matematika bagi para muridnya kelas 4 SDN Babakan, Kecamatan Cibeureum, Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (31/1/2020).
Guru honorer, Panji Setiaji memberikan pelajaran matematika bagi para muridnya kelas 4 SDN Babakan, Kecamatan Cibeureum, Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (31/1/2020).(KOMPAS.COM/BUDIYANTO)

Panji masih memiliki impian di hidupnya. Ia ingin melanjutkan pendidikan matematika untuk mematangkan ilmunya.

Sebab, matematika menjadi pelajaran kegemaran Panji sejak ia duduk di bangku SD.

Ia pun bercerita pengalamannya diminta membantu teman-temannya semasa bersekolah.

"Saat ujian, ketika pengawasnya tidak ada, maka ribut kumpul ke saya. Mereka ingin diajarin, dibantu pengerjaannya. Waktu itu saya masih ingat tentang statistika. Saat SMA memang saya dijuluki kalkulator berjalan," kata Panji.

Panji merupakan lulusan D3 Manajemen Informatika Citra Buana Informatika.

Ia menimba ilmu di bangku perkuliahan sambil bekerja. Uang yang diperolehnya digunakan untuk membiayai kuliah dan membantu ibunya.

Panji mengabdi sebagai pengajar selama enam tahun lamanya. Namun di SD tersebut, ia menjadi guru honorer sejak enam bulan lalu.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Sukabumi, Budiyanto | Editor: Aprilia Ika)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Di Balik Viral Guru Honorer Menangis Dihadiahi Motor, Sepatu Bolong hingga Hampir Dipukul Pengemudi Mobil"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved