Viral Medsos

Viral Kisah Peserta CPNS yang Melahirkan saat Jalani Ujian, Sempat Menduga Kontraksi Palsu

Dalam perjalanan ke rumah sakit, bidan yang menemaninya mengatakan ketuban sudah pecah dan mengeluarkan darah.

(KOMPAS.com/TRI PURNA JAYA )
Viral Kisah Peserta CPNS yang Melahirkan saat Jalani Ujian, Sempat Menduga Kontraksi Palsu. (Foto: istimewa)Yesti Yulianti (26) peserta tes CPNS Pemkab Pesawaran ketika mengalami kontraksi saat mengikuti tes SKD. (KOMPAS.com/TRI PURNA JAYA ) 

“Alhamdulillah, (CPNS) masih ada tahun depan. Kalau melahirkan ini kan enggak bisa ditunda."

"Alhamdulillah dimudahkan persalinannya kemarin,” kata Yesti di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Puri Betik Hati, Bandar Lampung, Rabu (5/2/2020).

Foto : Heribertus Martinus Moskati pose bersama isterinya, Fransiska Dalima di halaman kantor Bupati Manggarai Timur, Selasa (4/2/2020).
Foto : Heribertus Martinus Moskati pose bersama isterinya, Fransiska Dalima di halaman kantor Bupati Manggarai Timur, Selasa (4/2/2020). (KOMPAS.COM/NANSIANUS TARIS)
  • Tangis istri untuk Heribertus Martinus

Setelah sesi ketiga seleksi kompetensi dasar pada Selasa (4/2/2020), Fransiska terkejut suaminya mendapat nilai 436.

Nilai tersebut merupakan nilai tertinggi sementara dari seluruh peserta yang mencapai passing grade atau ambang batas kelulusan.

Fransiska pun langsung menghampiri suaminya dan memeluk erat.

Air matanya pun tak terbendung setelah mengetahui suaminya lulus pada ujian seleksi kompetisi dasar CPNS di Kabupaten Manggarai Timur.

"Siapapun ya, pasti merasa bangga dan bahagia ketika melihat suaminya mendapatkan nilai yang sangat memuaskan."

"Ternyata usaha kami selama ini tidak sia-sia. Hari ini kami benar memahami arti dari sebuah ketekunan dan perjuangan," kata Fransiska.

  • Joki CPNS lari kocar-kacir

Panitia tes CPNS di Kabupaten Gowa memergoki seseorang yang diduga joki.

Hal tersebut terjadi pada sesi keempat seleksi CPNS Gowa, di Baruga Karaeng Galesong, Kantor Bupati Gowa, Selasa (4/2/2020) lalu.

Menurut Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Gowa, Muh Basir, panitia mencurigai terhadap oknum tersebut saat joki dilakukan pemeriksaan barcode di kartu tes.

"Karena mencurigakan sempat dibuntuti oleh panitia. Namun peserta ini kabur. Sepertinya sudah ada temannya yang siap menjemput di parkiran," kata Basir.

Salah seorang peserta tes CPNS tengah diperiksa oleh petugas sebelum masuk ke ruang ujian di Gedung Serbaguna Pemkot Tasikmalaya, Selasa (4/2/2020).
Salah seorang peserta tes CPNS tengah diperiksa oleh petugas sebelum masuk ke ruang ujian di Gedung Serbaguna Pemkot Tasikmalaya, Selasa (4/2/2020). (KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHA)
  • Geledah jimat dan barang terlarang

Tak mau kecolongan, panitia tes CPNS di Kota Tasikmalaya melakukan penggeledahan secara manual, selain menggunakan alat khusus termasuk metal detector.

Alasannya, pemeriksaan manual untuk mengantisipasi peserta yang membawa jimat ke dalam ruang ujian.

"Kalau alat pendeteksi khusus untuk jimat tidak ada. Kita hanya pakai pemeriksaan untuk manual, penggeledahan saja seperti ini."

"Sebetulnya bukan hanya jimat, peserta tak diperbolehkan bawa apa pun ke ruang ujian kecuali kartu peserta," jelas Kepala Kantor Regional III BKN Bandung, Imas Sukmariah, saat diwawancara wartawan, Selasa siang.

Saat itu, panitia menggeledah pakaian hingga celana milik peserta.

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cerita Seputar Tes CPNS, Melahirkan Saat Tes Akan Dimulai hingga Istri Menangis Terharu ".

Sumber: TribunStyle.com
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved