Viral Medsos
Viral Kisah Peserta CPNS yang Melahirkan saat Jalani Ujian, Sempat Menduga Kontraksi Palsu
Dalam perjalanan ke rumah sakit, bidan yang menemaninya mengatakan ketuban sudah pecah dan mengeluarkan darah.
Viral Kisah Peserta CPNS yang Melahirkan saat Jalani Ujian, Sempat Menduga Kontraksi Palsu
Yesti pun tak menyangka dirinya akan melahirkan di saat dirinya tengah berjuang mengikuti tes CPNS 2020 tersebut.
TRIBUN-MEDAN.com - Seorang peserta CPNS, Yesti Yulianti harus gagal mengikuti tes SKD lantaran melahirkan anak keduanya saat tes berlangsung.
Perempuan berjilbab ini mengikuti tes seleksi CPNS untuk farmasi Ahli I Guru Bimbingan Konseling di Pemkab Pesawaran meski sudah hamil tua.
Yesti Yulianti adalah peserta CPNS yang sempat mengikuti tes seleksi kompetensi dasar (SKD) di Kampus Institut Teknologi Sumatera (Itera) Lampung, Selasa (4/2/2020) pagi.
Sayang, Yesti Yulianti tak bisa menyelesaikan tes SKD sebagai peserta CPNS lantaran melahirkan buah hatinya.
Yesti pun tak menyangka dirinya akan melahirkan di saat dirinya tengah berjuang mengikuti tes CPNS 2020 tersebut.
Kendati demikian, ibu muda berusia 26 tahun ini mengaku tidak bersedih hati, karena dapat mencoba CPNS di tahun berikutnya.
Menurut Yesti, kesempatannya untuk melahirkan buah hati adalah sesuatu yang tidak bisa ditunda.
“Alhamdulillah, (CPNS) masih ada tahun depan. Kalau melahirkan ini kan enggak bisa ditunda. Alhamdulillah dimudahkan persalinannya kemarin,” kata Yesti di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Puri Betik Hati, Bandar Lampung, Rabu (5/2/2020).
Dokter kandungannya mengatakan, hari perkiraan lahir (HPL) anak kedua Yesti itu sekitar akhir Februari.
Yesti mengaku, malam hari sebelum kejadian dia sempat merasakan sakit dan sedikit kontraksi.
Namun, berkaca dari pengalaman kelahiran anak pertama, dia mengira itu hanya kontraksi palsu.
“Dulu waktu lahiran abangnya, juga kontraksi malam-malam. Tapi ternyata baru lahiran sekitar seminggu kemudian. Makanya saya pikir, (kehamilan) yang ini juga sama,” kata Yesti.
Sesi pertama tes seleksi CPNS hari kedua dimulai sekitar pukul 08.00 WIB, dia dipersilakan masuk ruangan lebih dahulu karena dalam kondisi hamil.
Saat itu, selain Yesti, ada delapan perempuan peserta tes yang juga dalam keadaan hamil. Namun, usia kehamilan Yesti paling tua dibanding peserta tes lainnya.
Baru saja duduk, rasa sakit di perutnya semakin menjadi.
Sementara, tes belum dimulai karena masih menunggu para peserta lain masuk ruangan.
“Masih menunggu yang lain masuk, tapi perut saya tambah sakit,” kata dia.
Yesti kemudian dibawa dengan mobil ambulans yang telah disiapkan Pemkab Pesawaran ke RSIA Puri Betik Hati.
Dalam perjalanan ke rumah sakit, bidan yang menemaninya mengatakan ketuban sudah pecah dan mengeluarkan darah.
Melihat kondisi seperti itu, perawat membawanya ke Unit Gawat Darurat RSIA PURI Betik Hati.
Baru 15 menit di UGD, Yesti melahirkan bayi berjenis kelamin laki-laki dengan berat 2,7 kilogram dan panjang 45 sentimeter.
“Alhamdulillah, cepat dan mudah lahirannya,” kata Yesti.
Artikel ini sudah tayang di Kompas.com dengan judul Peserta CPNS di Pesawaran Lampung Melahirkan Saat Ikuti Tes SKD
6 Kisah Unik Tes SKD CPNS 2019 - Lolos dengan Waktu 37 Menit & Melahirkan saat Tes Berlangsung
Tak hanya kisah Yesti yang harus melahirkan saat mengikuti tes CPNS.
Berikut beberapa kisaH unik lainnya yang mewarnai ramainya pelaksanaan CPNS 2020.
Fransiska Dalima, perempuan asal Manggarai, Nusa Tenggara Barat, tak kuasa menahan tangis setelah tahu suaminya, Heribertus Martinus Moskati, meraih nilai tertinggi dalam tes seleksi CPNS.
Seperti diketahui, Heribertus meraih angka 436 pada sesi ketiga tes CPNS di Kabupaten Manggarai tersebut.
Hati Fransiska pun luluh dan hanya bisa memeluk erat suaminya sembari berlinang air mata.
Sementara itu, panitia tes CPNS di Tasikmalaya terpaksa menggeledah barang-barang milik peserta sebelum masuk ke ruang ujian.
Pihak panitia ingin memastikan tidak ada barang terlerang yang dibawa peserta, termasuk jimat.
Selain itu, seorang peserta tes CPNS di Lampung terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena hendak melahirkan saat akan mengikuti ujian.
Berikut ini kisah unik sejumlah peserta tes CPNS:
- Selesaikan soal tes dalam waktu 37 menit
Salah satu peserta tes CPNS Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Selatan, bernama Sumalian Arieyanto, menjadi buah bibir.
Pasalnya, Sumalian menyelesaikan 100 soal tes seleksi kemampuan dasar (SKD) dalam waktu kurang lebih 37 menit.
Namun, berdasarkan hasil tes, Sumalian dinyatakan lolos passing grade yang telah ditentukan.
"Dia terburu-buru. Namun dia lulus passing grade," kata Kasubag Humas Kemenkumham Kalimantan Selatan, Eko Sulis, Selasa (4/2/2020).
- Sebanyak 30 ibu hamil ikut tes
Kurang lebih 30 ibu hamil mengikuti tes seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang diadakan di Institut Teknologi Sumatera (Itera), Lampung, Senin (3/2/2020).
Puluhan ibu hamil yang mengikuti pelaksanaan tes CPNS hari kedua untuk daerah Kabupaten Pesawaran itu memanfaatkan fasilitas yang disediakan oleh panitia pelaksana dari kampus Itera.
Rafiko Zalni mengatakan, dia dan para ibu hamil lain merasa terbantu dengan adanya fasilitas yang disediakan panitia.
“Kami terbantu sekali, tetap nyaman mengikuti tes (seleksi CPNS) walaupun sedang hamil. Nggak perlu naik tangga juga, ada lift khusus,” kata Rafiko di lokasi, Senin (3/2/2020).
- Melahirkan saat tes
Salah satu peserta tes CPNS di Lampung, Yesti Yulianti (26), melahirkan saat hendak mengikuti tes seleksi kompetensi dasar (SKD) di Kampus Intitut Teknologi Sumatera (Itera) Lampung, Selasa (4/2/2020) pagi.
Seperti diketahui, Yesti tetap mengikuti tes seleksi CPNS untuk farmasi Ahli I Guru Bimbingan Konseling di Pemkab Pesawaran, meski sudah hamil tua.
“Alhamdulillah, (CPNS) masih ada tahun depan. Kalau melahirkan ini kan enggak bisa ditunda."
"Alhamdulillah dimudahkan persalinannya kemarin,” kata Yesti di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Puri Betik Hati, Bandar Lampung, Rabu (5/2/2020).
- Tangis istri untuk Heribertus Martinus
Setelah sesi ketiga seleksi kompetensi dasar pada Selasa (4/2/2020), Fransiska terkejut suaminya mendapat nilai 436.
Nilai tersebut merupakan nilai tertinggi sementara dari seluruh peserta yang mencapai passing grade atau ambang batas kelulusan.
Fransiska pun langsung menghampiri suaminya dan memeluk erat.
Air matanya pun tak terbendung setelah mengetahui suaminya lulus pada ujian seleksi kompetisi dasar CPNS di Kabupaten Manggarai Timur.
"Siapapun ya, pasti merasa bangga dan bahagia ketika melihat suaminya mendapatkan nilai yang sangat memuaskan."
"Ternyata usaha kami selama ini tidak sia-sia. Hari ini kami benar memahami arti dari sebuah ketekunan dan perjuangan," kata Fransiska.
- Joki CPNS lari kocar-kacir
Panitia tes CPNS di Kabupaten Gowa memergoki seseorang yang diduga joki.
Hal tersebut terjadi pada sesi keempat seleksi CPNS Gowa, di Baruga Karaeng Galesong, Kantor Bupati Gowa, Selasa (4/2/2020) lalu.
Menurut Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Gowa, Muh Basir, panitia mencurigai terhadap oknum tersebut saat joki dilakukan pemeriksaan barcode di kartu tes.
"Karena mencurigakan sempat dibuntuti oleh panitia. Namun peserta ini kabur. Sepertinya sudah ada temannya yang siap menjemput di parkiran," kata Basir.
- Geledah jimat dan barang terlarang
Tak mau kecolongan, panitia tes CPNS di Kota Tasikmalaya melakukan penggeledahan secara manual, selain menggunakan alat khusus termasuk metal detector.
Alasannya, pemeriksaan manual untuk mengantisipasi peserta yang membawa jimat ke dalam ruang ujian.
"Kalau alat pendeteksi khusus untuk jimat tidak ada. Kita hanya pakai pemeriksaan untuk manual, penggeledahan saja seperti ini."
"Sebetulnya bukan hanya jimat, peserta tak diperbolehkan bawa apa pun ke ruang ujian kecuali kartu peserta," jelas Kepala Kantor Regional III BKN Bandung, Imas Sukmariah, saat diwawancara wartawan, Selasa siang.
Saat itu, panitia menggeledah pakaian hingga celana milik peserta.
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cerita Seputar Tes CPNS, Melahirkan Saat Tes Akan Dimulai hingga Istri Menangis Terharu ".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/viral-kisah-peserta-cpns-yang-melahirkan-saat-jalani-ujian-sempat-menduga-kontraksi-palsu.jpg)