Veronica Koman Buka-bukaan Telanjangi Pendukung Aloysius Giyai Terlapor Pemerkosa Remaja 18 Tahun

Veronica Koman diserang pembela Aloysius Giyai (Kepala Dinas Kesehatan Papua), terlapor kasus pemerkosaan remaja 18 tahun berinisial A

Editor: Tariden Turnip
facebook/veronica koman
Veronica Koman Buka-bukaan Telanjangi Pendukung Aloysius Giyai Terlapor Pemerkosa Remaja 18 Tahun. Screen shot postingan Veronica Koman 

Lalu Veronica Koman meringkas semua postingannya menjadi satu 

MENJAWAB SERBA-SERBI KASUS ALOYSIUS GIYAI

- Dalam perspektif HAM, asas praduga tak bersalah tidak berlaku dalam kasus perkosaan.
Yang berlaku: percaya korban hingga bisa dibuktikan sebaliknya.

- “Aloysius Giyai dijebak”
Lebih masuk akal anak umur 18 tahun dijebak tua bangka yang konon katanya kepala suku besar berpengalaman segudang, atau sebaliknya?

- “Kasus Aloysius Giyai pengalihan isu”
ujar mereka yang tidak pernah pergi jenguk tapol di tahanan sejak September lalu.

- “Jangan vonis orang tanpa putusan pengadilan”
Berdasarkan logika tersebut, berarti kita harus tunggu ada putusan pengadilan dulu baru boleh bicara pelanggaran HAM Papua ya? Gitu? Biar sesuai prosedur nih.

- “Ada persekongkolan menjatuhkan Aloysius Giyai”
Bukan, yang ada ialah persekontolan.

- Sepanjang tahun: “tidak percaya dengan pengadilan kolonial!!”
Ada kasus perkosaan: “serahkan saja semua pada proses hukum yang berlaku”

- “Serahkan saja semua pada proses hukum yang berlaku”
ujar mereka yang enggan mengecam pelaku tapi pun tak berani bersikap membela korban, tanpa desakan nyata supaya pelaku ditangkap.

- “Bayarannya kurang”
Me-lonte-kan perempuan itu khas orang seksis berotak nanah. Seorang PSK pun, bila dibayar tidak sesuai dengan kesepakatan, adalah bentuk pemerkosaan. Jadi?

- “Save AG” sambil cari-cari bikin daftar panjang kesalahan korban bak detektif ulung;
padahal yang tidak bisa mengontrol kontolnya ya si Aloysius Giyai.

- Sepanjang tahun: ingin menghancurkan sistem kolonial.
Ada kasus perkosaan: membabi buta bela perpanjangan tangan kolonial untuk mempertahankan jabatannya.

- Tiap ada kasus kekerasan seksual: “pssttt jangan karena satu kasus ini bikin hancur perjuangan/jabatan/karir dia".
Ya makanya jangan berbuat kekerasan seksual! Jadi tidak akan ada ribut-ribut toh. Sulit kah?

*oleh Veronica Koman asli bukan bajakan.
Saya tidak peduli ko orang Papua ka, orang Indo ka, orang Zimbabwe ka; atau ko Papua Merdeka ka, ko NKRI ka, pokoknya pemerkosa harus dieliminasi. Semakin tinggi posisinya, semakin akan saya kejar.

Sebelumnya sejak Senin (3/2/2020) Veronica Koman menggunggah konten soal dugaan pemerkosaan yang dilakukan petinggi Papua terhadap remaja berinisial A (18).

Sumber: Tribun Medan
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved