DUDUK PERKARA Sopir Taksi Online Diduga Jadi Korban Salah Tangkap Polisi, Dituduh Rampas Penumpang
DUDUK PERKARA Sopir Taksi Online Diduga Jadi Korban Salah Tangkap Polisi, Dituduh Rampas Penumpang
DUDUK PERKARA Sopir Taksi Online Diduga Jadi Korban Salah Tangkap Polisi, Dituduh Rampas Penumpang
T R I B U N-MEDAN.com - DUDUK PERKARA Sopir Taksi Online Diduga Jadi Korban Salah Tangkap Polisi, Dituduh Rampas Penumpang.
//
Seorang sopir taksi online bernama Ari Darmawan diduga menjadi korban salah tangkap karena dituduh melakukan tindak kekerasan dan pencurian oleh penumpangnya.
• 100 Hari Jokowi - Maruf, Pelemahan KPK hingga Polemik Penyegelan DPP PDI-P dan Yasonna Laoly
• Download Lagu MP3 Awas Jatuh Cinta ARMADA, Video dan Lirik Lagu dan DJ Remix MP3 Lainnya
Dia dilaporkan oleh korban ke Polres Jakarta Selatan dan hingga kini dia sudah berstatus terdakwa karena kasusnya sudah masuk ke ranah pengadilan.
Salah satu kuasa hukum Ari Darmawan, Yoshua membenarkan adanya peristiwa tersebut. Dia pun membeberkan awal mula terjadinya tindakan dugaan kriminalisasi yang dialami klienya.
Semua berawal ketika Air mendapat orderan dari seorang pelanggan berinisial S pada Rabu (4/10/2019) pukul 03.40 WIB.
Kala itu S meminta dijemput dari daerah Kemang Venue Jakarta Selatan menuju daerah Damai Raya Cipete.
• Whatsapp - Dark Mode Fitur Baru Whatsapp, 6 Fitur Terbaru Lain dan Aplikasi WA Jarang Diketahui
Ketika mendapat orderan tersebut, Ari mencoba menghubungi S untuk meminta konfirmasi. Namun tidak kunjung mendapat balasan dari S.
S pun pada akhirnya tidak jadi naik ke mobil Ari. Namun keesokan harinya, Ari langsung didatangi polisi dan ditangkap karena dituduh melakukan tindak pencurian dan kekerasan.
Setelah menerima mandat menjadi kuasa hukum, Lembaga Bantuan Hukum Mawar Saron Jakarta sebagai kuasa hukum Ari mulai melakukan investigasi.
• Manfaat Lemon Atasi Gusi Bengkak, Bisa juga Kumur Air Hangat dengan Garam
"Namun dibatalkan sama sodara Dadang sehingga otomatis aplikasi mencari pengemudi baru dan dapat lah sodara si Ari. Yang pertama kali yang bertemu dengan korban itu si Dadang, bukan klien kita," kata Yosua saat dikonfirmasi, Senin (3/2/2020).
Baca juga: Menyesal, Juanda Petinggi King of The King Kini Tak Percaya Ada Harta Rp 60.000 T di Swiss
Yoshua mengatakan selama proses pemeriksaan, Ari kerap mendapatkan tekanan dari para penyidik karena dipaksa mengakui perbuatannya.
"Tekanan dalam fisik dan verbal. Yang paling banyak verbal sih," tambah dia.
• Manfaat Lemon Atasi Gusi Bengkak, Bisa juga Kumur Air Hangat dengan Garam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/duduk-perkara-sopir-taksi-online-diduga-jadi-korban-salah-tangkap-polisi-dituduh-rampas-penumpang.jpg)