DARURAT VIRUS CORONA, 1.230 Dokter dan Perawat ke Wuhan Tangani Virus, Tim Medis Terus Ditambah
DARURAT VIRUS CORONA, 1.230 Dokter dan Perawat ke Wuhan Tangani Virus, Tim Medis Terus Ditambah
DARURAT VIRUS CORONA, 1.230 Dokter dan Perawat ke Wuhan Tangani Virus, Tim Medis Terus Ditambah
T R I B U N-MEDAN.com - DARURAT VIRUS CORONA, 1.230 Dokter dan Perawat ke Wuhan Tangani Virus, Tim Medis Terus Ditambah.
//
Virus corona mewabah.
• Cek Ramalan Zodiakmu Hari Ini, Gemini Alami Masalah Keuangan, Leo Jangan Berharap Lebih
• RESMI, Esteban Vizcarra Diperpanjang Kontraknya di Persib, Omid Nazar Tanda Tangani Kontrak Baru
• Artis Jane Shalimar Buka-bukaan Persiapan Nikah, Calon Suami Duda Seorang Pengusaha
Pemerintah China dilaporkan mengirim 1.230 dokter dan perawat dari seantero negeri untuk membantu menangkal penyebaran virus tersebut.
Otoritas negara maupun perusahaan swasta bahu membahu memerangi patogen yang berawal dari Wuhan, kota di Provinsi Hubei, sejak akhir 2019.
Rumah sakit seantero Wuhan begitu sesak dengan banjir pasien yang terinfeksi virus corona, demikian dilaporkan SCMP Sabtu (25/1/2020).
Dokter pun dilaporkan mulai frustrasi karena mereka tidak mendapat dukungan seperti yang diharapkan, baik dari personel maupun persediaan medis.
• RESMI, Esteban Vizcarra Diperpanjang Kontraknya di Persib, Omid Nazar Tanda Tangani Kontrak Baru
Namun, Komisi Nasional China (NHC) merespons dengan menyatakan, mereka mengirim enam tim medis, total berisi 1.230 dokter dan perawat, ke Hubei.
Tiga tim yang berasal dari Shanghai, Guangdong, maupun pasukan bersenjata sudah sampai di Hubei.
Meski, tak dijelaskan apakah mereka bagian dari enam tim yang disiapkan.
• 5 Manfaat Berenang untuk Kesehatan Tubuh, Mengontrol Gula Darah hingga Meningkatkan Detak Jantung
Salah satu yang diberangkatkan adalah Chen Dechang, tim medis dari Rumah Sakit Ruijin Shanghai.
Dia menuturkan penting adanya tambahan personel di lapangan.
.
"Kami bisa membantu menangani lebih banyak pasien yang berada dalam keadaan darurat jika berada di garis depan," papar Chen.
Otoritas Shanghai juga mengirim 81 unit alat penyokong kehidupan ECMO (extracorporeal membrane oxygenation) ke Rumah Sakit Jinyintan, salah satu fasilitas di Wuhan.
Dalam laporan SCMP, teknik ECMO adalah menghilangkan karbondioksida dari darah pasien sebelum dipompa kembali ke dalam tubuh.
Berdasarkan laporan media lokal Thepaper.cn, teknik tersebut sudah dipergunakan kepada satu pasien yang kritis di Rumah Sakit Universitas Wuhan Zhongnan.
Meski, laporan itu tidak menyatakan seberapa efektif pengobatan ECMO yang digunakan untuk meningkatkan persentase pemulihan penderita virus corona.
Kemudian dari Guangdong, dikirimkan 42 dokter dan 93 perawat setelah staf medis, baik aktif atau mantan, di Universitas Medis Selatan Guangzhou, melayangkan petisi.
Sebagai informasi, staf medis dari Universitas Selatan Guangdong membantu menangkal Sindrom Pernapasan Akut Parah (SARS) yang mewabah pada 2002-2003.
"Kami tidak bisa mundur dari tanggung jawab untuk membantu mereka yang terkena virus corona baru. Kami siap ditempatkan di garis depan," bunyi petisi tersebut.
Kemudian tim berisi 135 dokter dari Chongqing sampai di Wuhan pada Jumat malam (24/1/2020), demikian keterangan NHC tanpa menjabarkannya lebih lanjut.
Tak hanya medis, sejumlah pihak swasta juga membantu. Seperti firma manajemen aset, Jinglin Assets, yang mengoordinasikan pembelian peralatan media.
Platform e-commerce JD.com menyatakan, mereka menyumbangkan 1 juta masker operasi dan 60.000 suplai media yang dibutuhkan di Wuhan.
Berbagai kalangan berjibaku melawan virus yang diyakini berasal dari Pasar Hasil Laut Huanan, di mana dijual hewan eksotis maupun liar.
Total 41 orang terkonfirmasi meninggal, dengan muncul video yang menunjukkan diduga mayat para korban tergeletak di selasar rumah sakit.
Tak hanya di China, patogen dengan kode 2019-nCov itu juga menghantam negara lain di dunia, dengan kasus yang terungkap mulai dari Jepang, Perancis, hingga AS.
• 5 Manfaat Berenang untuk Kesehatan Tubuh, Mengontrol Gula Darah hingga Meningkatkan Detak Jantung
• RESMI, Esteban Vizcarra Diperpanjang Kontraknya di Persib, Omid Nazar Tanda Tangani Kontrak Baru
Pakar China Sebut Virus Menular lewat Mata, Terbaru Menyebar di Prancis.
//
Seorang pakar medis asal China meyakini, virus corona yang saat ini meresahkan dunia bisa menular lewat mata.
Wang Guangfa adalah tokoh populer dalam dunia medis Negeri "Panda", di mana dia membantu mengatasi wabah Sindrom Pernapasan Akut Parah (SARS) pada 2003.
Pakar pernapasan Rumah Sakit Pertama Universitas Peking Beijing itu mengaku terinfeksi virus corona, namun saat ini telah sembuh.
• Berita Foto: Gajah Mati Diduga Faktor Usia, Sempat Dilakukan Pertolongan Dua Hari Sebelum Kematian
Dilansir SCMP dan Daily Mirror Jumat (24/1/2020), Wang Guangfa menyatakan terkena virus itu saat mengunjungi Wuhan dua pekan lalu.
Kota yang terletak di Provinsi Hubei tersebut merupakan asal muasal penyebaran patogen baru dengan kode 2019-nCov itu.
"Saya punya energi untuk berselancar di WeChat, internet, maupun pesan teks, di mana saya tersentuh dengan doa dan harapan semua orang," paparnya.
Wang menuturkan, dia meyakini terkena penyakit yang mirip SARS itu melalui penularan di mata karena tidak mengenakan pelindung lengkap.
Dia mengungkapkan saat kejadian, dia sudah memakai masker N95 dan pakaian pelindung. "Tapi saya segera menyadari tidak memakai pelindung mata," ujarnya.
• DERETAN Fakta di Balik Pengakuan Artis Mian Tiara yang Alami Pelecehan Seksual, Kronologi dan Pelaku
Usai pulang dari Wuhan dan kembali ke Beijing, Wang menceritakan mulai menderita konjungtivis di bagian mata kirinya.
Sekitar tiga jam kemudian, dia mengaku menderita demam dan radang selaput lendir yang parah. Dia menuturkan awalnya sempat mengira menderita flu.
Dia memutuskan untuk mencoba tes virus corona setelah pengobatan flu tidak berhasil, di mana hasilnya adalah positif.
Wang kemudian mengajukan asumsi, bahwa salah satu penularan patogen yang sudah menyebar hingga 12 negara itu adalah melalui mata.
• DERETAN Fakta di Balik Pengakuan Artis Mian Tiara yang Alami Pelecehan Seksual, Kronologi dan Pelaku
Menindaklanjuti klaim Wang, pakar dari Komisi Kesehatan Nasional China Li Lanjuan menyatakan, tim medis yang merawat pasien harus mengenakan goggle.
Wang sempat mendapat hujatan setelah dua pekan lalu, dia menyebut penyebaran virus tersebut sudah bisa dikendalikan.
Namun, dia sendiri jatuh sakit, dengan penyakit itu sudah membunuh 41 orang, dengan sebagian besar terjadi di Wuhan maupun Provinsi Hubei.
Wang bersikukuh, penyakit itu bisa diatasi. Namun dibutuhkan kerja ekstra dikarenakan situasi di Wuhan berbeda dengan area lain.
Dia berkata, langkah pemerintah pusat dengan menutup Pasar Hasil Laut Huanan, diyakini sebagai sumber pertama penyebaran virus Wuhan, sudah tepat.
Selain itu, dia juga menekankan bahwa virus sudah bisa diidentifikasi, di mana prosesnya lebih cepat dibanding saat penanganan SARS.
TERBARU VIRUS CORONA MENYEBAR ke Prancis, Bandingkan dengan SARS, WHO: Bisa Mewabah di Seluruh Dunia
T R I B U N-MEDAN.com - TERBARU VIRUS CORONA MENYEBAR ke Prancis, Bandingkan dengan SARS, WHO: Bisa Mewabah di Seluruh Dunia.
//
Virus corona dilaporkan sudah mulai menghantam Eropa setelah Perancis mengumumkan adanya tiga kasus orang yang terinfeksi.
• Harga Smartphone Oppo Januari 2020, Edisi Terbaru Oppo F15 dan Kumpulan Harga Oppo Lainnya
• BERITA VIRUS CORONA - Korban Virus Bertambah, 41 Orang Meninggal, Wabah Diduga dari Pasar Ikan
Seorang pria berusia 48 tahun dirawat di rumah sakit kawasan Bordeaux setelah dari hasil tes, diketahui dia positif mengidap virus itu.
Dia diketahui sempat singgah di Wuhan, kota di China yang menjadi asal muasal penyebaran virus corona, sebelum sampai di Perancis Rabu (22/1/2020).
• Misteri Harun Masiku, Keberadaan Buronan gak Diketahui, KPK Minta Bantuan Masyarakat, Reaksi Hasto
• Harga Smartphone Oppo Januari 2020, Edisi Terbaru Oppo F15 dan Kumpulan Harga Oppo Lainnya
Kemudian dua kasus lainnya dilaporkan terjadi di Paris, di mana korban diketahui masih keluarga dan terinfeksi ketika berada di China.
Menteri Kesehatan Agnes Buzyn mengatakan, mereka sudah mengembangkan tes yang bisa langsung dipakai untuk mengenali gejala virus corona.
Terkonfirmasinya tiga kasus di Negeri "Anggur" menjadi hantaman pertama virus dengan kode 2019-nCov itu di Eropa.
Dilansir Sky News Jumat (24/1/2020). Buzyn memprediksi akan ada banyak warga di negaranya yang positif terjangkit virus itu.
Kabar dari Perancis terjadi setelah Amerika Serikat (AS) juga mengumandangkan adanya kasus kedua yang menimpa seorang perempuan.
Wanita berusia sekitar 60-an, di mana dia dirawat di ruimah sakit Chicago dan dikabarkan dia dalam perkembangan positif.
Perempuan yang tidak disebutkan identitasnya itu disebut sempat bertamasya ke Wuhan pada Desember sebelum kembali ke Illinois.
Mewabahnya virus corona di China membuat Beijing bergerak cepat dengan membangun rumah sakit baru yang bisa siap dalam 10 hari.
Dengan semakin merebaknya entitas dengan nama lain virus Wuhan itu, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengaku masih belum bisa menggolongkannya sebagai bencana dunia.
Menurut Sekretaris Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, terlalu dini jika langsung dikategorikan sebagai wabah internasional.
"Tolong ditekankan, penyakit ini masih terjadi di China. Meski begitu, virus ini bakal segera mewabah di seluruh dunia," paparnya.
(*)
• BERITA VIRUS CORONA - Korban Virus Bertambah, 41 Orang Meninggal, Wabah Diduga dari Pasar Ikan
• Misteri Harun Masiku, Keberadaan Buronan gak Diketahui, KPK Minta Bantuan Masyarakat, Reaksi Hasto
• Harga Smartphone Oppo Januari 2020, Edisi Terbaru Oppo F15 dan Kumpulan Harga Oppo Lainnya
Virus corona mewakili berbagai macam virus yang ada pada hewan yang dalam keadaan tertentu bisa berpindah ke manusia.
• 15 Ucapan Selamat Imlek dalam Bahasa Inggris dan Terjemahan Cocok Dibagi via Whatsapp dan Facebook
Kontak dengan daging dari berbagai hewan yang dijual di pasar dinyatakan sebagai kemungkinan penyebab terjadinya infeksi pada manusia.
• Harga Smartphone Oppo Januari 2020, Edisi Terbaru Oppo F15 dan Kumpulan Harga Oppo Lainnya
Jenis daging hewan yang disebut-sebut ada atau dijual di pasar tersebut yaitu:
• Unggas
• Babi
• Sapi atau lembu
• Rubah
• Koala
• Anjing
• Merak
• Landak China
• Angsa
• Kelinci
• Burung pegar
• Burung unta
• Jangkrik
• Berang-berang
• Rusa
• Ular
• Kanguru
• Bebek
• Salamander besar China
• Scorpio
• Kura-kura
• Musang bulan
• Luak Asia
• Buaya
• Unta
• Lipan atau kelabang
• Babi liar
• Keledai
Foto Pemandangan Suasana Pasar di Wuhan
Berikut adalah gambaran suasana pasar tradisional di Wuhan yang diduga kuat menjadi sumber munculnya coronavirus, sebagaimana yang dilansir South China Morning Post.
Dalam foto, tampak seekor ayam yang diikat di keranjang sayur.
Ada pula talenan di atas ember yang digunakan sebagai meja atau tempat memotong.
• WHATSAPP HARI INI- Menyembunyikan Status Online di Whatsapp, 2 Cara Mengatur Status
Di sampingnya, ada seorang penjual katak.
Ada katak hidup yang diletakkan di ember.
Ada pula katak yang dipotong langsung di pasar untuk disajikan kepada pembeli.
Katak dipotong dalam satu ember, dagingnya disingkirkan tetapi masih diletakkan di ember yang sama, penuh darah.
Daging katak bercampur dengan daging lain, yaitu ikan.
Sang penjual memakai sarung tangan, tetapi sarung tangan yang dipakai adalah sarung tangan berbahan nilon yang biasa dipakai di bidang industri.
Di sampingnya, ada ember yang tidak dicuci serta timbangan digital kotor.
Jalur Internasional dan Domestik
Wuhan adalah penghubung transportasi penting antara empat titik utama di China.
Wuhan berjarak beberapa jam dengan kereta ke sebagian besar kota-kota penting di China.
• Kumpulan Ucapan Selamat Imlek Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, Gambar Khas Cocok Kirim ke Teman
Hal itu menjadikan Wuhan sebagai pusat utama dalam jalur kereta cepat di Tiongkok.
Wuhan memiliki salah satu dari 10 ekonomi teratas China dan merupakan pintu gerbang ke sembilan provinsi.
Letaknya yang strategis menimbulkan kekhawatiran bahwa virus ini dapat menyebar dengan cepat selama masa migrasi massal masyarakat selama liburan Tahun Baru Imlek.
Saluran Air Wuhan
Wuhan adalah salah satu pelabuhan perantara terbesar di sepanjang Sungai Yangtze China.
Ada banyak kapal yang menghubungkan Wuhan ke Shanghai dan Chongqing.
• WHATSAPP HARI INI- Menyembunyikan Status Online di Whatsapp, 2 Cara Mengatur Status
• Manfaat Jahe dan Bawang Putih, Gejala Kolesterol Tinggi, Obat Alami hingga Cara Meramu
Dengan panjang 6.397 km, Sungai Yangtze adalah sungai terpanjang di Asia dan yang terpanjang ketiga di dunia.
Sungai ini digunakan untuk mengirimkan makanan, produk-produk lain serta untuk transportasi umum.
Perbandingan SARS dan Virus Corona Baru (2019-nCoV)
Virus SARS mulai mewabah di Guangdong pada tanggal 16 November 2002.
Seorang petani di distrik Shunde, kota Foshan menjadi orang pertama yang terinfeksi.
Selama 86 hari setelahnya, Beijing menekan media untuk menulis pemberitaan tentang SARS.
Hingga pada 10 Februari 2003, China baru memberi notifikasi pada WHO tentang wabah tersebut.
Dilaporkan ada 305 kasus dengan lima orang di antaranya meninggal dunia.
Sementara untuk virus corona baru, China hanya butuh 23 hari untuk memberi notifikasi WHO mengenai virus itu.
Pada 8 Desember 2019, seorang pasien di Wuhan mencari pertolongan medis mengenai gejala seperti pnemonia yang dialaminya.
Pada 31 Desember 2019, otoritas China menotifikasi WHO akan adanya rangkaian kasus seperti pnemonia di Wuhan.
• BERITA VIRUS CORONA - Korban Virus Bertambah, 41 Orang Meninggal, Wabah Diduga dari Pasar Ikan
• Harga Smartphone Oppo Januari 2020, Edisi Terbaru Oppo F15 dan Kumpulan Harga Oppo Lainnya
• Hasil Liga Italia Brescia vs AC Milan, Jalannya Pertandingan Tren Kemenangan Zlatan Ibrahimovic dkk
Artikel ini telah tayang T R I B U N MEDAN.com dan Kompas.com dengan judul Tangkal Virus Corona, 1.230 Dokter dan Perawat dari Seluruh China Dikerahkan
DARURAT VIRUS CORONA, 1.230 Dokter dan Perawat ke Wuhan Tangani Virus, Tim Medis Terus Ditambah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/wabah-virus-corona-merenggut-41-nyawa-presiden-jokowi-pun-wanti-wanti-kementerian-kesehatan.jpg)