News Video

Rangka Paus Bungkuk di Silo Baru, Bakal Jadi Koleksi Paus Kedua Museum Rahmat Galery

"Untuk saat ini penanganan yang kami lakukan, memfillet tubuh paus," kata Imam, Sabtu (18/1/2020).

Editor: M.Andimaz Kahfi

"Lintasan ke jalan besar pun agak sulit. Harus lewat hutan bakau, kan pohon-pohon bakau ini banyak akar akarnya," tambahnya.

Dijelaskan Imam, proses pengerjaan fillet paus bungkus yang sedang mereka kerjakan bersama warga Silo Baru telah mencapai 70 persen. Diperkirakan dua atau tiga hari lagi kegiatan ini akan selesai.

Sementara daging paus langsung dikubur ke dalam tanah yang berada di pinggir Pantai Gedebuh atau sekitar hutan bakau.

Pekerja sedang melakukan proses fillet terhadap bangkai paus bungkuk yang mati di Pantai Gedebuh, Perairan Asahan Sabtu (17/1/2020). Ada sekitar 5-6 orang warga Desa Silo Baru, Kecamatan Silau Laut, Kabupaten Asahan yang turut terlibat dalam proses fillet bersama petugas Museum Rahmat Galery.
Pekerja sedang melakukan proses fillet terhadap bangkai paus bungkuk yang mati di Pantai Gedebuh, Perairan Asahan Sabtu (17/1/2020). Ada sekitar 5-6 orang warga Desa Silo Baru, Kecamatan Silau Laut, Kabupaten Asahan yang turut terlibat dalam proses fillet bersama petugas Museum Rahmat Galery. (Tribun Medan/Mustaqim Indra Jaya)

Terlebih daging mamalia raksasa itu sudah membusuk, dan berbahaya bagi kesehatan manusia.

Setelah memfillet, langkah selanjutnya adalah memotong tulang punggung Paus Bungkuk menjadi tiga hingga empat bagian.

Tindakan itu dilakukan agar bisa diangkut ke atas bak satu unit truk, beserta tulang paus lainnya, di antaranya seperti tulang rusuk, kepala dan sirip.

"Kalau memfillet tidak ada masalah. Setelah ini, dilakukan pengawetan. Nanti kami bawa ke Medan,' tuturnya.

"Setelah itu akan dilakukan penguraian secara alami dengan penguburan ulang, mungkin dengan tanah galian yang cukup lebar dan besar. Supaya tulang-tulang ini biar nggak berserak, bercecer," pungkasnya.

(ind/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved