News Video
Rangka Paus Bungkuk di Silo Baru, Bakal Jadi Koleksi Paus Kedua Museum Rahmat Galery
"Untuk saat ini penanganan yang kami lakukan, memfillet tubuh paus," kata Imam, Sabtu (18/1/2020).
"Lintasan ke jalan besar pun agak sulit. Harus lewat hutan bakau, kan pohon-pohon bakau ini banyak akar akarnya," tambahnya.
Dijelaskan Imam, proses pengerjaan fillet paus bungkus yang sedang mereka kerjakan bersama warga Silo Baru telah mencapai 70 persen. Diperkirakan dua atau tiga hari lagi kegiatan ini akan selesai.
Sementara daging paus langsung dikubur ke dalam tanah yang berada di pinggir Pantai Gedebuh atau sekitar hutan bakau.
Terlebih daging mamalia raksasa itu sudah membusuk, dan berbahaya bagi kesehatan manusia.
Setelah memfillet, langkah selanjutnya adalah memotong tulang punggung Paus Bungkuk menjadi tiga hingga empat bagian.
Tindakan itu dilakukan agar bisa diangkut ke atas bak satu unit truk, beserta tulang paus lainnya, di antaranya seperti tulang rusuk, kepala dan sirip.
"Kalau memfillet tidak ada masalah. Setelah ini, dilakukan pengawetan. Nanti kami bawa ke Medan,' tuturnya.
"Setelah itu akan dilakukan penguraian secara alami dengan penguburan ulang, mungkin dengan tanah galian yang cukup lebar dan besar. Supaya tulang-tulang ini biar nggak berserak, bercecer," pungkasnya.
(ind/tribun-medan.com)