News Video

Rangka Paus Bungkuk di Silo Baru, Bakal Jadi Koleksi Paus Kedua Museum Rahmat Galery

"Untuk saat ini penanganan yang kami lakukan, memfillet tubuh paus," kata Imam, Sabtu (18/1/2020).

Editor: M.Andimaz Kahfi

Rangka Paus Bungkuk di Silo Baru, Bakal Jadi Koleksi Paus Kedua Museum Rahmat Galery

TRIBUN-MEDAN.com, KISARAN - Tim taxidermi dan konservasi Museum Rahmat Galery (Rahmat International Wildlife Museum & Gallery) sejak Selasa (14/1/2020) sore telah berada di Desa Silo Baru, Kecamatan Silau Laut, Kabupaten Asahan.

Kehadiran petugas yang berjumlah tiga orang itu, untuk melakukan fillet, memisahkan daging dengan tulang.

Terhadap bangkai Paus Bungkuk (Megaptera Novaeangliae) yang mati terdampar di Pantai Gedebuh, Perairan Asahan pada Sabtu (11/1/2020) lalu.

Nelayan menunjukkan paus bungkuk (Magaptera Novaeangliae) yang mati terdampar di Pantai Silo Baru, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Minggu (12/01/2020).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Nelayan menunjukkan paus bungkuk (Magaptera Novaeangliae) yang mati terdampar di Pantai Silo Baru, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Minggu (12/01/2020).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI (Tribun Medan/Riski Cahyadi)

Seorang petugas Taxidermi dan Konservasi Museum Rahmat Galery, Imam Sulaiman mengatakan, kegiatan fillet terhadap bangkai paus sebagai upaya untuk mempermudah ketika rangka dibawa ke Museum Rahmat Galery yang berada di Kota Medan.

"Untuk saat ini penanganan yang kami lakukan, memfillet tubuh paus," kata Imam, Sabtu (18/1/2020).

"Ini untuk memisahkan daging dan tulangnya untuk mempermudah pas dibawa ke Medan," sambungnya.

Nelayan menunjukkan ekor paus bungkuk (Magaptera Novaeangliae) yang mati terdampar di Pantai Silo Baru, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Minggu (12/01/2020).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Nelayan menunjukkan ekor paus bungkuk (Magaptera Novaeangliae) yang mati terdampar di Pantai Silo Baru, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Minggu (12/01/2020).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI (Tribun Medan/Riski Cahyadi)

Ditambahkan Imam, seluruh kegiatan yang mereka lakukan telah mendapat izin dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Seksi III Sumut.

Selain itu menurut Imam, proses fillet terhadap bangkai paus ini, bukan yang pertama kali dilakukan oleh tim Taxidermi dan Konservasi Museum Rahmat Galery.

Pada tahun 2018, Imam dan timnya melakukan tindakan serupa terhadap Paus Sperma (Physeter Macrocephalus) yang mati di pantai yang berada di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Nelayan menunjukkan paus bungkuk (Magaptera Novaeangliae) yang mati terdampar di Pantai Silo Baru, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Minggu (12/01/2020).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Nelayan menunjukkan paus bungkuk (Magaptera Novaeangliae) yang mati terdampar di Pantai Silo Baru, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Minggu (12/01/2020).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI (Tribun Medan/Riski Cahyadi)

Dan kini rangka Paus Sperma itu telah menjadi koleksi di Museum Rahmat Galery, Medan.

"Ini pengalaman kedua bagi saya. Tapi dengam jenis paus yang berbeda. Pertama kali saya ambil jenis Paus Sperma. Kali ini jenis Paus Bungkuk, kalaubditaksir usia Paus Bungkuk ini 45 atau 50 tahun, termasuk paus dewasa karena panjangnya 14 meter," ungkap Imam.

Ia mengemukakan, penanganan fillet terhadap bangkai paus di Silo Baru lebih sulit.

Sebab ketika memfillet Paus Sperma, akses jalan yang dilalui tidak serumit, seperti ketika mereka menangani Paus Bungkuk saat ini.

Nelayan menunjukkan paus bungkuk (Magaptera Novaeangliae) yang mati terdampar di Pantai Silo Baru, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Minggu (12/01/2020).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Nelayan menunjukkan paus bungkuk (Magaptera Novaeangliae) yang mati terdampar di Pantai Silo Baru, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Minggu (12/01/2020).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI (Tribun Medan/Riski Cahyadi)

"Ini lebih sulit. Kesulitannya ada di medan yang harus dilalui. tempat ini dia agak berlumpur, jadi agak sulit mengevakuasi," katanya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved