Gara-gara Bitcoin, Pria 32 Tahun Diculik dan Hampir Dibunuh oleh Teman Sendiri
Seorang pria hampir dibunuh oleh temannya sendiri demi mendapatkan uang tebusan berupa Bitcoin senilai miliaran Rupiah
Di sinilah ia ditangkap dan kemudian disiksa.
“Mereka melepaskan pakaian saya, mencipratkan air es dan memberi saya kejutan listrik. Mereka menuntut saya menyerahkan 1 juta dolar (Rp 13,6 miliar) dalam Bitcoin,” katanya.
Namun karena tak memiliki Bitcoin sebanyak itu, Mark coba membujuk penculiknya, dengan membayar Bitcoin senilai Rp 633 juta.
Namun mereka tak puas, dan ingin menembak Mark.
Setelah membayar, dia kemudian diseret ke sebuah gubuk, dan sebuah pistol diarahkan ke kepalanya.
"Salah satu dari mereka memegang pistol di bagian belakang kepala saya sementara yang lain melangkah pergi,” katanya, menambahkan bahwa dia bisa mendengar suara tanah yang digali, yang dia duga akan digunakan untuk menguburnya.
Namun dalam sebuah peristiwa yang dramatis, Mark berhasil melarikan diri dari para penjahat itu.
Ia melawan segala rintanga, sampai seorang baik menemukannya lalu membawa pria itu ke Kantor Polisi Ongkharak untuk mengajukan laporan.
Sepanjang waktu, Mark mengatakan dia khawatir dengan temannya, Kim, yang dia pikir masih ditahan.
Namun siapa sangka, ternyata Kim lah yang ada dibelakang ini. Pria itu lalu ditangkap oleh polisi Thailand.
“Saya tidak menyangka teman saya terlibat. Saya benar-benar tidak tahu siapa yang bisa saya percayai sekarang, " ucapnya.
Dikatakan bahwa Mark saat ini tinggal di sebuah rumah persembunyian polisi di Thailand, sebelum menghadiri pengadilan temannya.
#Gara-gara Bitcoin, Pria 32 Tahun Diculik dan Hampir Dibunuh oleh Teman Sendiri
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/bitcoin-1.jpg)