Gara-gara Bitcoin, Pria 32 Tahun Diculik dan Hampir Dibunuh oleh Teman Sendiri
Seorang pria hampir dibunuh oleh temannya sendiri demi mendapatkan uang tebusan berupa Bitcoin senilai miliaran Rupiah
Gara-gara Bitcoin, Pria 32 Tahun Diculik dan Hampir Dibunuh oleh Teman Sendiri
TRIBUN-MEDAN.com - Ada banyak cara berinvestasi sekarang ini dan Bitcoin menjadi salah satu cara untuk berinvestasi.
Dengan pasar yang sangat fluktuatif dan permintaan yang tinggi, nilai Bitcoin bisa sangat mengejutkan.
Tetapi Bitcoin juga memiliki kekurangan, karena Bitcoin telah dikaitkan dengan kejahatan karena sifatnya yang tidak bisa dilacak.
Seperti sebuah kisah tentang intrik, drama dan teror yang dihadapi seorang pria Singapura, terkait Bitcoin, seperti yang dilansir Lianhe Wanbao.
Mark Cheng Jin Quan yang berusia 32 tahun, yang merupakan co-founder dari sebuah organisasi non-pemerintah serta penasihat blockchain untuk perusahaan fintech X Infinity.
Ia diculik dan hampir dibunuh oleh temannya gara-gara Bitcoin.
Kisah ini diawali ketika Mark terpikat oleh seorang teman bernama Kim Lee Yao Wei yang mengklaim bahwa dirinya ingin belajar tentang Bitcoin.
Mark pun pergi mendatangi temannya itu ke Thailand.
Mark tidak berpikir dua kali tentang pemesanan penerbangan dan akhirnya tiba di Suvarnabhumi Bandara di Bangkok pada 9 Januari 2019.
Baik Mark dan Kim kemudian naik mobil sewaan.
Keduanya seharusnya pergi menemui teman-teman Kim yang ingin belajar Bitcoin, namun tanpa diduga, mobil itu berhenti di sebuah pom bensin.
Mark dan KIm diculik oleh empat hingga lima penyerang tak dikenal, menyeret mereka ke mobil lain.
Mark ditutup matanya, diikat dan dibius. Sebuah tudung hitam bahkan melingkari kepalanya untuk menghalangi penglihatannya.
Tapi yang terburuk belum terjadi. Menurut surat kabar Cina, Mark dibawa sejauh 135 km dari Bangkok ke Kabin Buri, sebuah distrik di Prachin Buri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/bitcoin-1.jpg)