China Pamer Arogansi di ZEE Natuna, Indonesia Pamer Mesra dengan Jepang, Ini Penjelasan Pengamat
China Pamer Arogansi di ZEE Natuna, Indonesia Pamer Mesra dengan Jepang, Ini Penjelasan Pengamat
Terlebih menurut Bhima, investasi jangka panjang di Indonesia masih dilirik para investor asing di tengah melemahnya kondisi perekonomian global saat ini. "Sehingga diharapkan dalam jangka panjang ini. Siklus lagi naik turun, pasti ada siklus yang naik, nah dalam jangka panjang ini mereka berharap masih positif di Indonesia." ungkap Bhima.
Selain Jepang, Bhima berpendapat Indonesia dapat menjajaki negara-negara non-tradisional untuk berinvestasi di Indonesia. Antara lain negara-negara di Timur Tengah atau negara-negara di Eropa Timur.
"Negara eks-Soviet, mereka lagi ekspansi keluar kususnya Rusia, untuk sektor non migas," pungkas Bhima.
Berdasarkan data BKPM tahun 2019, lima negara dengan investasi terbesar di Indonesia dari sisi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) antara lain, Singapura dengan US$ 1,7 miliar, Jepang dengan US$ 1,2 miliar, Cina dengan US$ 1,1 miliar, Hong Kong dengan US$ 0,7 miliar, dan disusul Belanda dengan US$ 0,4 miliar. (dw indonesia)
Artikel ini dikompilasi dari dw indonesia berjudul: Jepang Investasi di Indonesia, Ekonom: Agar Indonesia Tidak Didikte Cina
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/jokowi-di-natuna1.jpg)