Dewan Pengawas KPK

Kritik Haris Azhar Sasar Dewas KPK & Keputusan Presiden Jokowi, Bilang Rumit, 'Jamur' sampai Istana

Kritik Haris Azhar Sasar Dewas KPK & Keputusan Presiden Jokowi, Bilang Rumit, 'Jamur' sampai Istana

Editor: Salomo Tarigan
KOMPAS.com/NABILLA TASHANDRA
Kritik Haris Azhar Sasar Dewas KPK & Keputusan Presiden Jokowi, Bilang Rumit, 'Jamur' sampai Istana 

Kritik Haris Azhar Sasar Dewas KPK & Keputusan Presiden Jokowi, Bilang Rumit, 'Jamur' sampai Istana

T R I B U N-MEDAN.com - Kritik Haris Azhar Sasar Dewas KPK & Keputusan Presiden Jokowi, Bilang Rumit, 'Jamur' sampai Istana.

//

Aktivis Anti-korupsi Haris Azhar buka suara soal Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Siswa Muntah-muntah Minum Racun Akhirnya Tewas, Kapolsek Ungkap Kronologi, Gak Ada Tanda Kekerasan

Panduan Cara Cek Saldo Jaminan Hari Tua (JHT), Bisa Cek via Website, Smartphone dan ATM

Dilansir TribunWow.com, Haris Azhar menilai kehadiran Dewas justru akan semakin memperumit kerja KPK.

Melalui tayangan YouTube Talk Show tvOne, Kamis (19/12/2019), mulanya Haris Azhar menyinggung soal keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk lima orang sebagai Dewas KPK.

"Jadi saya tidak dapat poinnya, nah ketika masuk ke soal dewan pengawas ditunjuk oleh presiden dalam pengalaman republik ini sejauh yang saya bisa ingat," kata Haris Azhar.

Ternyata Alasan Jokowi Pilih Hakim Albertina Ho di Dewan Pengawas KPK, Bilang Wartawan Salah Dengar

"Saya juga bukan orang yang hidup sepanjang republik ini, apointee by president, penunjukan presiden itu hanya untuk kasus tertentu dan untuk kurun waktu tertentu."

 

PERSIB HARI INI: Bantahan Pelatih Robert Rene Alberts terkait Kabar Persib Gak Ikut Piala Presiden

Menurut Haris Azhar, Dewas KPK seharusnya diuji terlebih dahulu sebelum sah dilantik oleh presiden.

Namun, diketahui Dewas KPK telah resmi dilantik pada Jumat (20/12/2019) ini.

"Kalau dia bersifat institusional, maka dalam konteks demokrasi dia harus diuji," kata Haris Azhar.

"Seperti pemilihan pimpinan KPK, komisi-komisi negara yang lain."

Menurutnya, Dewas KPK yang dipilih Jokowi itu tak melalui serangkaian tes yang selayaknya dilakukan.

"Nah, datang ke presiden memang hanya dicek akhir dan distempel dengan Keppres (Keputusan Presiden) keluar, disumpah dan lain-lain," ujar Haris Azhar.

"Tapi kalau dewan pengawas yang kita lihat di undang-undang revisi ini dia institusional."

Haris Azhar dalam tayangan YouTube Talk Show tvOne, Kamis (19/12/2019).
Haris Azhar dalam tayangan YouTube Talk Show tvOne, Kamis (19/12/2019). (Tangkap Layar Youtube/Talk Show tvOne)

 

Siswa Muntah-muntah Minum Racun Akhirnya Tewas, Kapolsek Ungkap Kronologi, Gak Ada Tanda Kekerasan

PERSIB HARI INI: Bantahan Pelatih Robert Rene Alberts terkait Kabar Persib Gak Ikut Piala Presiden

Lantas, Haris Azhar menyebut Dewas KPK sebagai jamur.

"Jadi ini ada bangunan KPK masuk nih barang baru, tapi saya mau menggambarkannya sebagai jamur yang akarnya mencengkram gedung KPK, tapi payung jamurnya sampai istana," kata dia.

"Lehernya panjang sampai istana, itu gambaran imajinasi saya soal dewan pengawas."

Haris Azhar bahkan menyampaikan sindiran menohok terhadap Dewas KPK yang telah resmi dilantik itu.

"Mencengkram gedung KPK tapi kuping jamur itu ada sampai ke istana," sindirnya.

"Ini political apointee."

Terkait lima orang Dewas KPK, Haris Azhar tak memungkiri kelimanya adalah orang yang baik.

Namun, menurutnya orang yang baik jika dimasukkan dalam sistem yang tak baik juga akan menjadi buruk.

"Begini, insyaAllah banyak orang baik, ini soal sistem, kita ini lagi bicara si

Ia pun menyinggung nama Menko Polhukam Mahfud MD.

"Orang baik masuk sistem bisa rusak juga tuh kayak gambar meme Pak Mahfud yang bilang orang baik masuk sistem jadi rusak," kata dia.

"Saya enggak bilang ini sistemnya rusak, atau bakal rusak atau orang-orangnya rusak. Tapi kita bukan bicara orang baik, kita ngomong sistem, sistem ini tidak kompatibel dengan penegakan hukum."

Simak video berikut ini menit 0.50:

Jokowi Lantik Lima Dewan Pengawas KPK

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkap alasannya menunjuk lima orang dewan pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dilansir TribunWow.com, lima orang Dewas KPK telah secara resmi dilantik pada Jumat (20/12/2019).

Terkait pelantikan itu, Jokowi menyebut lima Dewas KPK yang dipilih merupakan kombinasi yang baik untuk memperkuat KPK.

Melalui tayangan YouTube KompasTV, Jumat (20/12/2019), Jokowi menyebut lima Dewas KPK itu sebagai orang yang baik.

Jokowi pun menyampaikan alasannya menunjuk kelima orang tersebut.

"Sudah saya sampaikan, beliau-beliau ini orang baik," kata Jokowi pada awak media.

"Memiliki kapabilitas, memiliki integritas, memiliki kapasitas dalam hal-hal yang berkaitan dengan wilayah hukum."

Ternyata Alasan Jokowi Pilih Hakim Albertina Ho di Dewan Pengawas KPK, Bilang Wartawan Salah Dengar

Tusuk Perut Sendiri, Kondisi Tersangka Pembunuh Mahasiswi Wina Kritis,Kapolres Ungkap saat Ditangkap

Jokowi menyatakan, memang sengaja memilih Dewas KPK dengan latar belakang yang berbeda-beda.

"Memang kita pilih dari sudut yang berbeda-beda, ada yang mantan hakim, ada yang hakim aktif, ada juga yang mantan KPK, ada juga yang dari akademisi, ada yang mahkamah konstitusi," ujar Jokowi.

Menurutnya, perbedaan latar belakang kelima Dewas KPK itu justru akan semakin memperkuat kombinasi.

Dan diharapkan, kelima Dewas itu mampu memperkuat KPK dengan perbedaan latar belakang yang dimiliki.

"Itu sebuah kombinasi yang sangat baik sehingga bisa memberikan fungsi terutama fungsi kontrol dan pengawasan terhadap komisioner KPK," kata Jokowi.

"Saya pikir ini nanti akan bekerja baik dengan komisioner."

Ternyata Alasan Jokowi Pilih Hakim Albertina Ho di Dewan Pengawas KPK, Bilang Wartawan Salah Dengar

Tusuk Perut Sendiri, Kondisi Tersangka Pembunuh Mahasiswi Wina Kritis,Kapolres Ungkap saat Ditangkap

Lima Nama Dewan Pengawas KPK

1. Artidjo Alkostar - Mantan Hakim Mahkamah Agung (Anggota Dewas KPK)

2. Albertina Ho - Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Kupang (Anggota Dewas KPK)

3. Syamsuddin Haris - Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (Anggota Dewas KPK)

4. Harjono- Mantan Hakim Mahkamah Konstitusi (Anggota Dewas KPK)

5. Tumpak Hatarongan Panggabean - Mantan Wakil Ketua KPK (2003-2007) (Ketua merangkap Anggota Dewas KPK). 

(*)

Panduan Cara Cek Saldo Jaminan Hari Tua (JHT), Bisa Cek via Website, Smartphone dan ATM

PERSIB HARI INI: Bantahan Pelatih Robert Rene Alberts terkait Kabar Persib Gak Ikut Piala Presiden

t r  i b un wow

Kritik Haris Azhar Sasar Dewas KPK & Keputusan Presiden Jokowi, Bilang Rumit, 'Jamur' sampai Istana

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved