VIDEO Syur Janda Muda Tersebar, Polisi Masih Dalami Motif Penyebar Video, Ini Pengakuan si Wanita
Polisi masih mendalami penyebar video syur janda asal Desa Larangan Barma, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur
Setelah ditelusuri, kepala sekolah siswi SMA terkait pun angkat suara.
Kepala Sekolah, Suntono tak menampik jika sejumlah siswi dalam video viral itu merupakan anak didiknya.
Ia mengaku tak menyangka anak didiknya bisa berperilaku seperti dalam video tersebut.
Suntono pun menjelaskan kejadian sebenarnya yang dilakukan sejumlah anak didiknya itu.
Ia mengatakan bahwa kejadian itu terjadi pada Kamis (28/11/2019) lalu.
Tangkapan layar dari siswi-siswi yang diduga tengah pesta miras. (Facebook/Lely via Kompas.com)
Ada delapan siswi yang ada dalam video tersebut.
Dari delapan siswi itu, enam diantaranya kelas 3 jurusan IPS dan dua orang kelas 3 jurusan IPA.
Kejadian itu berlangsung di rumah siswi berinisial F di Desa Mranak, Demak.
Mereka berkumpul sepulang sekolah.
"Sepulang sekolah, mereka berkumpul di rumahnya F di Desa Mranak, Demak. Waktu mereka datang ada orangtuanya, tetapi setelah itu ortunya pergi," katanya Minggu (8/12/2019) seperti dilansir dari Kompas.com.
Ia melanjutkan bahwa dari delapan siswi yang berada di rumah F diantaranya hanya sekadar bernyanyi-nyanyi.
Momen tersebut diabadikan hingga pada akhirnya viral di media sosial.
"Ada yang datang berinisial D membawa minuman. Lalu diminum oleh beberapa dari mereka. Ada yang minum, ada yang cuma ikut nyanyi, dan inisial D yang memvideo. Selang beberapa hari video tersebut dibuat status dan mulai menyebar," terangnya.
Suntono mengatakan dirinya baru mengatahu viralnya video tersebut pada Kamis (5/12/2019).
Ketika itu video tersebut belum viral di media sosial.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/wanita-berpose-di-atas-kasur.jpg)