News Video

VIDEO: Festival Kuliner Babi di Karo untuk Tepis Isu Daging Babi tak Aman Dikonsumsi

Di tengah isu Hog Cholera, Asosiasi Peternak Babi Kabupaten Karo menggelar Festival Kuliner Babi di Jambur Lige, Jalan Mariam Ginting, Kabanjahe

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Hendrik Naipospos
facebook
Lomba memasak daging babi di Jambue Lige, Kabanjahe, Minggu (1/12/2019) 

TRIBUN-MEDAN.COM - Di tengah isu Hog Cholera, Asosiasi Peternak Babi Kabupaten Karo menggelar Festival Kuliner Babi di Jambur Lige, Jalan Mariam Ginting, Kabanjahe, Minggu (1/12/2019).

Festival ini diikuti puluhan peserta dari berbagai daerah.

Panitia bernama Jeffry Pranata Barus mengaku, kegiatan ini untuk menepis isu yang mengatakan babi sudah tidak aman untuk dikonsumsi.

"Ini berawal dari keresahan kita karena kita tau virus Hog Cholera ini tidak menular ke manusia. Sehingga kita buat kampanye ini, biar masyarakat merasa aman untuk mengonsumsinya," ujar Jeffry Pranata Barus.

Peternak dan Pedagang Berharap Wisata Kuliner Babi Dongkralk Omset Peternak

Daging di Wisata Kuliner Babi Diperiksa Dinas Peternakan Karo

Kegiatan ini dibagi dua bagian, yaitu lomba memasak dan makan.

Untuk lomba masak sendiri diikuti oleh 15 tim, sedangkan lomba makan diikuti sekitar 50 peserta.

Peserta lomba masak olahan daging babi memajang hasil masakannya, pada kegiatan wisata kuliner babi, di Jambur Lige, Jalan Mariam Ginting, Kabanjahe, Minggu (1/12/2019).
Peserta lomba masak olahan daging babi memajang hasil masakannya, pada kegiatan wisata kuliner babi, di Jambur Lige, Jalan Mariam Ginting, Kabanjahe, Minggu (1/12/2019). (Tribun Medan/Muhammad Nasrul)

"Tim yang datang memang kebanyakan dari Kabupaten Karo, tapi ada juga yang dari luar daerah seperti Binjai, Simalungun dan Siantar," pungkasnya.

(cr4/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved