Wisata Kuliner Babi

Peternak dan Pedagang Berharap Wisata Kuliner Babi Dongkralk Omset Peternak

Maraknya virus yang menyerang babi, kini kondisinya semakin meresahkan masyarakat.

Penulis: Muhammad Nasrul |
facebook
Lomba memasak daging babi di Jambue Lige, Kabanjahe, Minggu (1/12/2019) 

TRIBUN-MEDAN.com - Maraknya virus yang menyerang babi, kini kondisinya semakin meresahkan masyarakat.

Selain peternak, kerugian yang disebabkan virus ini juga dialami oleh para pedagang. Baik pedagang daging mentah, maupun olahan.

Salah satu pedagang daging babi Ratna Bangun, mengaku sejak merebaknya virus ini dirinya merasakan penurunan omset yang lumayan drastis. Pedagang daging di Pasar Berastagi ini, mengatakan penurunan penjualan yang dialami para pedagang di sana mencapai 50 persen.

"Turun kalilah sekarang, ditambah lagi ada isu kalau virusnya nular ke manusia jadi makin kurang masyarakat yang beli, sudah takut," ujar Ratna, saat ditemui di Jambur Lige, Jalan Mariam Ginting, Kabanjahe, Minggu (1/12/2019).

Ratna mengaku, sebelum merebaknya virus yang menyerang babi ini dirinya bisa memotong babi lima hingga enam ekor setiap harinya. Namun, saat ini untuk menjual tiga ekor babi saja dirinya sudah merasa kewalahan.

"Sudah takut orang mau beli, makanya jual tiga saja sudah payah. Kalau pendapatan jelas jauh berkurang lah," ucapnya.

Di tempat yang sama, seorang peternak Jeffry Pranata Barus mengaku dirinya juga mengalami hal serupa. Dirinya mengatakan, untuk permintaan bibit anak babi yang disediakannya saat ini juga menurun.

"Biasa kita itu jual Rp700 ribu per ekor, tapi sekarang Rp300 ribu saja sudah susah nyari yang mau," katanya.

Untuk itu, dengan adanya kegiatan wisata kuliner babi yang diselenggarakan oleh asosiasi peternak babi cabang Kabupaten Karo ini, keduanya berharap dapat menghilangkan ketakutan masyarakat. Pasalnya, hingga saat ini memang virus yang menyerang babi ini dipastikan tidak menular ke manusia.

"Kita berharap masyarakat tidak takut lagi, kita buktikan dengan adanya acara ini tetap aman dikonsumsi," ucap Jeffry.

Tidak menularnya virus ini juga ditegaskan oleh Kepala Bidang Peternakan Karo, Herniwaty bru Peranginangin. Dirinya mengatakan, untuk penyebaran virus ini memang hanya menular ke sesama hewan ternak babi saja.

"Virus ini hanya menyerang ke sesama babi, bahkan hewan-hewan lainnya juga tidak dapat tertular," ungkapnya.

Dirinya juga menjelaskan, tidak menularnya virus ini ke manusia juga tidak hanya dari sentuhan. Bahkan, jika babi tersebut dikonsumsi juga tidak menyebabkan manusia terserang virus. (cr4/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved