Wisata Kuliner Babi

Daging di Wisata Kuliner Babi Diperiksa Dinas Peternakan Karo

Sebagai bentuk keseriusan, panitia juga menggandeng Dinas Pertanian dan Peternakan Karo.

Penulis: Muhammad Nasrul |
Tribun Medan/Muhammad Nasrul
Asosiasi Peternak Babi cabang Kabupaten Karo, menggelar wisata kuliner, di Jambur Lige, Jalan Mariam Ginting, Kabanjahe, Minggu (1/12/2019). Kegiatan ini digelar untuk menepis adanya isu virus babi dapat menular ke manusia. 

TRIBUN-MEDAN.com - Kegiatan Wisata Kuliner Babi yang diselenggarakan oleh Asosiasi Peternak Babi cabang Kabupaten Karo, Minggu (1/12/2019), bertujuan untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat yang ingin mengonsumsi daging babi.

Sebagai bentuk keseriusan, panitia juga menggandeng Dinas Pertanian dan Peternakan Karo. Kerjasama ini, bertujuan agar pihak yang kompeten juga ikut memastikan jika kegiatan ini aman.

"Sebelum dipotong, babi yang kami sediakan juga diperiksa dulu oleh dinas supaya memastikan babi yang kita potong ini aman dari penyakit," ujar salah satu panitia Jeffry Pranata Barus, saat ditemui di Jambur Lige, Jalan Mariam Ginting, Kabanjahe, Minggu (1/12/2019).

Menurut informasi, pada kegiatan ini memotong sebanyak tiga ekor babi. Jika satu ekornya mencapai berat 100 kilogram, maka sudah mencapai 300 kilogram. Dan setiap peserta lomba masak, disediakan daging sebanyak lima hingga tujuh kilogram.

Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dari Dinas Pertanian dan Peternakan Karo Herniwaty Peranginangin, mengaku pihaknya mendukung dengan adanya kegiatan ini. Pasalnya, seperti yang dijelaskan sebelumnya jika hingga saat ini virus yang menyerang babi ini tidak menular ke manusia.

"Dengan adanya virus ini dan ditambah isu-isu miring, kita juga prihatin. Lewat kegiatan ini bagus, bisa menjelaskan juga ke masyarakat kalau ini memang masih aman. Virus ini, hanya menyerang ke babi saja, jangankan manusia, bahkan juga tidak menyerang hewan-hewan lain," ucapnya.

Dirinya mengaku, sebelum penyelenggaraan kegiatan ini pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap babi-babi yang akan dipotong. Selanjutnya, saat sudah dipotong mereka juga kembali melakukan pemeriksaan untuk memastikan dagingnya tetap aman.

"Dua hari lalu tim kita sudah periksa sebelum dipotong, tadi pas sudah menjadi daging juga saya sendiri yang langsung periksa lagi," ungkapnya.

Dirinya juga mengimbau kepada masyarakat, agar tidak langsung percaya dengan isu-isu yang belum pasti. Karena hingga saat ini, baik melalui sentuhan ataupun konsumsi virus ini tidak menular ke manusia. (cr4/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved