Hakim PN Medan Tewas
VIDEO MENGHARUKAN Istri Hakim Jamaluddin Pingsan dan Dihapus-hapuskan Air ke Wajahnya Oleh Kerabat
Ia terlihat tak sadarkan diri terduduk di kursi mobil bagian depan, wajahnya dihapus-hapuskan air oleh kerabatnya yang turut mendampingi.
Penulis: Muhammad Anil Rasyid |
"Air bag mobilnya sempat keluar. Mungkin karena benturan yang keras,"katanya.
Ia mengaku pihaknya mengamankan mobil Toyota Prado BK 77 HD, handphone dan KTP korban. "Barang-barang korban tidak ada yang hilang,"ujarnya.
Untuk penanganan korban, akunya, sekarang jasad Jalaluddin sudah dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk dilakukan autopsi.
Sampai saat ini, sambungnya, pihaknya sudah memeriksa dua orang saksi dan sekarang sedang diperiksa di Polsek Kutalimbaru.
"Mengenai identitas saksi, nanti saya minta sama Kanit Reskrim,"ujarnya.
Jangan Langsung Simpulkan Korban Pembunuhan
Kapolrestabes Medan Kombes Dadang Hartanto mengatakan pihaknya tidak bisa cepat-cepat menyimpulkan kalau Jamaluddin Humas PN Medan merupakan korban pembunuhan.
"Kita mendapat informasi ini dari anggota di lapangan yang menyatakan ada ditemukan mayat di dalam mobil,"katanya saat berada di RS Bhayangkara Medan, Jumat (29/11/2019).
Untuk menyimpulkan suatu kejadian, sambungnya, pihaknya memerlukan pertama sekali hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan butuh hasil autopsi.
"Setelah itu dapat, baru dari situ kita bisa menyimpulkan arahnya ke mana," ujar orang nomor satu di Polrestabes Medan ini.
Jadi, Kapolrestabes memohon untuk berita jangan menyimpulkan kalau yang bersangkutan korban pembunuhan.
"Nanti setelah hasil yang saya bilang tadi, baru bisa kita menyatakan apa sebab kematiannya," katanya.
Mengenai saat melihat jasad korban, apakah ada bekas luka, Dadang bilang nanti yang menyampaikan dokter karena itu hak dokter dan dia yang mengautopsi.
Pria dengan melati tiga di pundaknya ini menyatakan saat ditemukan korban berada di jok belakang sopir.
"Itu yang saya bilang tadi, kita tidak bisa menyimpulkan karena harus jelas ada alat buktinya.
Kemudian hasil autopsi. Baru bisa kita menyimpulkan," jawab Dadang menjawab pertanyaan mengenai ada indikasi pembunuhan.
(cr23/tribun-medan.com)