Breaking News

Hakim PN Medan Tewas

VIDEO MENGHARUKAN Istri Hakim Jamaluddin Pingsan dan Dihapus-hapuskan Air ke Wajahnya Oleh Kerabat

Ia terlihat tak sadarkan diri terduduk di kursi mobil bagian depan, wajahnya dihapus-hapuskan air oleh kerabatnya yang turut mendampingi.

TRIBUN-MEDAN.com - Zuraihda Hanum, istri hakim Jamaluddin tampak tak berdaya saat datang ke RS Bhayangkara, Jumat (29/11/2019) malam. Ia terlihat sangat lemas hingga pingsan berkali-kali di dalam mobil.

Bahkan Zuraihda tak turun dari mobil saat suaminya di autopsi di RS BHayangkara. Ia terlihat tak sadarkan diri terduduk di kursi mobil bagian depan, wajahnya dihapus-hapuskan air oleh kerabatnya yang turut mendampingi. 

Diketahui, hakim yang sekaligus sebagai Humas PN Medan Jamaluddin ditemukan tewas di dalam mobilnya di areal kebun sawit di Dausun II Namo Rindang, Desa Suka Rame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, Jumat (29/11/2019).

Mengulik rekam jejaknya Jamal sapaan akrab pria yang sehari-hari biasa bersidang di ruang sidang cakra 8 ini merupakan hakim karier dengan jabatan Hakim Utama Muda dan pangkat Pembina Utama Madya golongan IV/d dengan nomor identitas pegawai (NIP) 196403201990031004.

Pria kelahiran Aceh ini merupakan suami dari Zuraihda Hanum dan telah dikaruniai empat orang anak.

Jamal dikenal sebagai Hakim yang mudah tersenyum, bahkan awak media sangat mudah untuk berinteraksi dengan humas PN Medan dengan hanya menjumpainya di ruangan. Jamal selalu terbuka menerima awak media saat mengkonfirmasi segala yang terjadi di PN Medan.

Sebelumnya, saat ditemukan tak bernyawa lagi Jamaluddin tampak mengenakan baju training berwarna hijau di mobilnya Toyota Land Cruiser Prado.

"Pada hari Jumat tanggal 29 November 2019 sekira pukul 13.30 ditemukan mayat pria ditemukan warga tewas didalam satu unit mobil Toyota Land Cruiser Prado berplat polisi BK 77 HD warna hitam sekitar pukul 13.00 WIB. mobil korban ditemukan di dekat jurang," ungkap Kapolsek Kutalimbaru AKP Bilter Sitanggang.

Di lokasi kejadian ditemukan KTP bernama Jamaluddin, Laki-laki 55 thn, beraga Islam, Pegawai Negeri Sipil (PNS), Alamat Perumahan Royal Monaco Blok B No 22 Gedung Johor Kel. Medan Johor.

Kapolsek menjelaskan bahwa hal yang janggal Jamal ditemukan di bangku nomor dua.

"Mobil korban sudah didalam jurang kebun sawit warga dan korban dalam keadaan kaku terlentang di bangku baris dua dengan kondisi tidak bernyawa lagi," ungkapnya.

Informasi ini pertama kali diberitahu Kepala Desa Suka Dame kepada pihak Polsek Kutalimbaru.

BREAKINGNEWS Fakta Baru Tewasnya Hakim PN Medan, Mobil Korban Terlihat Bolak-balik Sebelum Ditemukan

Kolase foto Jamaluddin semasa hidup dan saat ditemukan tak bernyawa serta mobil Land Cruiser miliknya.
Kolase foto Jamaluddin semasa hidup dan saat ditemukan tak bernyawa serta mobil Land Cruiser miliknya. (HO)

Disemayamkan di Kampung Halaman Desa Suak Bilie Nagan Raya

Hakim Jamaluddin yang juga menjabat sebagai Humas Pengadilan Negeri Medan akhirnya disemayamkan di kampung halamannya di Desa Suak Bilie Kecamatan Suka Makmue Kabupaten Nagan Raya, Sabtu (30/11/2019).

Humas PN Medan, Erintuah Damanik menyebutkan bahwa jenazah telah dibawa menuju ambulans.

"Jadi tadi subuh sesudah disolatkan di Masjid RS Bhayangkara, selanjutnya dibawa menggunakan ambulans menuju Desa Suak Bilie Kecamatan Suka Makmue Nagan Raya," jelasnya, Sabtu (30/11/2019).

Ia menyebutkan bahwa ada tiga hakim PN Medan yang berangkat menuju ke lokasi. "Dari PN yg mewakili 3 orang hakim uang yang mewakili ada Pak Bambang Joko Winarno, Abdul Kadir dan Tengku Oyong," tutur Erintuah.

Dengan adanya indikasi pembunuhan Hakim, sebegai penegak hukum Erintuah menegaskan agar pihak kepolisian harus mengusut tuntas

"Tentunya kalau memang ini meninggalnya yang bukan hal biasa tentunya perlu diusut supaya tidak jadi preseder negatif. Tapi melihat kondisi ditemukan mayat tentunya menimbulkan kecurigaan bagi kita," jelasnya.

Ia bahkan menjelaskan dirinya sudah melihat langsung mayat yang berada di ruang autopsi.

"Saya sudah kesana tadi udah lihat mayatnya, katanya ada bekas dileher, memerah," jelasnya.

Erintuah juga menyebutkan bahwa Jamal tidak memiliki supir pribadi sehari-hari dalam bekerja. "Tidak pakai supir, memang nyetir sendiri," ungkapnya.

Ia juga menyebutkan bahwa pihak PN Medan mengetahui kejadian kematian rekannya sesama Hakim sekitar pukul 17.00 WIB.

"Kita tahu setelah pulang kantor, kebetulan kita punya WA grup kantor itu sekirar jam 5an sore kita dapat. Kebetulan infonya kita dapat dari Hakim Pak Ali Tarigan. Dimana kebetulan di lokasi kejadian itu ada sawahnya Pak Ali Tarigan. Jadi kelurganya yang beritahukan Pak Ali kemudian beliau menshare ke WA grup kita," jelasnya.

Rekan Kerja Terkejut

Terpisah kerabat kerja Jamaluddin, sesama Hakim Penga‎dilan Negeri (PN) Medan, Erintuah Damanik tidak menyangka temannya ditemukan meninggal dalam mobil. Dia selain sebagai hakim, korban sehari-hari menjabat sebagai Humas di PN Medan.

"Saya sangat terkejut mendengar Jamaluddin meninggal dunia dan jasad ditemukan di dalam mobil pribadinya," kata Erintuah.

Erintuah menjelaskan bahwa sejumlah teman melihat korban  datang ke PN Medan. Selang beberapa jam, Jamaluddin pergi dan tidak mengikuti acara sosialisasi di Gedung PN Medan. Hakim bernama Morgan melihat korban dari dalam mobil, dia turun  antara pukul 07.00 WIB.

Di PN Medan, Hakim menjabat sebagai Humas ada 2 orang, yakni Erintuah Damanik dan Jamaluddin. Sosok korban sangat dikenal oleh para awak media yang kerap melakukan peliputan di PN Medan.

Erintuah mengatakan dirinya sempat bertanya dengan rekan yang lainnya‎ keberadaan Jamaluddin yang tidak mengikuti apel setiap harinya, di gelar di PN Medan.

"Pas apel saya justru tanda tanya, Pak Jamal dimana biasa ada gitu. Kok tiba-tiba saya kepikiran. Kepikiran beliau. (Siap sosialisasi) Antara pukul 11.30 WIB sampai jam 12.00 WIB," tutur Erintuah.

Hakim PN Medan Jamaluddin Sempat ke Kantor Sebelum Ditemukan Tewas Dalam Mobil di Semak-semak

Humas PN Medan, Jamaluddin semasa hidpu. Ia ditemukan tewas di areal kebun sawit warga di Dausun II Namo Rindang, Desa Suka Rame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, Jumat (29/11/2019).
Humas PN Medan, Jamaluddin semasa hidpu. Ia ditemukan tewas di areal kebun sawit warga di Dausun II Namo Rindang, Desa Suka Rame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, Jumat (29/11/2019). (TRIBUN MEDAN/VICTORY)

Keterangan dari keluarga, jika Jamaluddin keluar dari rumahnya, pada pagi hari sekitar pukul 05.00 WIB.

"Itu informasi yang kita dengar dari istri korban. Beliau pukul 05.00 WIB  sudah berangkat dari rumah," ungkap Erintuah.

Masih keterangan pihak keluarga, korban berangkat dari rumah katanya untuk menjemput rekannya di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang. Tapi, tidak diketahui siapa sosok rekannya tersebut.

"Katanya seperti itu, menjemput temannya ke bandara," bebernya.

Disinggung kasus yang ditangani almarhum, dirinya menyakini, jika tak ada tekanan apa pun.

"Enggak ada (ancamam), kalau kasus. Banyak (kasus) masalah narkoba ada, tapi nggak ada semuanya flat. Nggak ada keluhan, apapun ngak ada," tegasnya.

Soal kematian korban, dirinya berharap polisi dapat segera mengungkapnya. Juga kepastian penyebab hingga motif dibalik kematian korban ini.

"Tentu kalau meninggalnya bukan hal biasa. Perlu di usut supaya tidak terjadi preseden. Tapi melihat kondisi mayat ditemukan itu menimbulkan kecurigaan bagi kita," jelasnya.

Periksa Dua Saksi

Kapolsek Kutalimbaru AKP Bitler Sitanggang saat dijumpai di RS Bhayangkara mengatakan kondisi mobil Toyota Prado BK 77 HD warna hitam mengalami kerusakan parah menabrak satu pohon sawit.

"Saat ditemukan korban sendiri dan posisinya berada di bawah tempat duduk sopir bagian belakang,"kata Bitler, Jumat (29/11/2019) malam.

Mengenai apakah Jamaluddin yang disebut-sebut Humas PN Medan merupakan korban kecelakaan atau pembunuhan, pria dengan balok tiga dipundaknya ini mengaku pihaknya masih melakukan penyelidikan.

Ia mengatakan menurut masyarakat sekitar mobil korban pada Jumat (29/11/2019) sekitar pukul 05.00 WIB sudah melintas di seputaran desa atau melintas di tempat kejadian perkara (TKP).

"Kita baru dapat kabar sekitar jam satu siang dan baru sampai ke TKP yang berada di Dusun II, Desa Sukadamai, Kecamatan Kutalimbaru persis di perkebunan sawit sekitar pukul 13.30 WIB,"terangnya.

"Air bag mobilnya sempat keluar. Mungkin karena benturan yang keras,"katanya.

Ia mengaku pihaknya mengamankan mobil Toyota Prado BK 77 HD, handphone dan KTP korban. "Barang-barang korban tidak ada yang hilang,"ujarnya.

Untuk penanganan korban, akunya, sekarang jasad Jalaluddin sudah dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk dilakukan autopsi.

Sampai saat ini, sambungnya, pihaknya sudah memeriksa dua orang saksi dan sekarang sedang diperiksa di Polsek Kutalimbaru.

"Mengenai identitas saksi, nanti saya minta sama Kanit Reskrim,"ujarnya.

Jangan Langsung Simpulkan Korban Pembunuhan 

Kapolrestabes Medan Kombes Dadang Hartanto mengatakan pihaknya tidak bisa cepat-cepat menyimpulkan kalau Jamaluddin Humas PN Medan merupakan korban pembunuhan.

"Kita mendapat informasi ini dari anggota di lapangan yang menyatakan ada ditemukan mayat di dalam mobil,"katanya saat berada di RS Bhayangkara Medan, Jumat (29/11/2019).

Untuk menyimpulkan suatu kejadian, sambungnya, pihaknya memerlukan pertama sekali hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan butuh hasil autopsi.

"Setelah itu dapat, baru dari situ kita bisa menyimpulkan arahnya ke mana," ujar orang nomor satu di Polrestabes Medan ini.

Jadi, Kapolrestabes memohon untuk berita jangan menyimpulkan kalau yang bersangkutan korban pembunuhan.

"Nanti setelah hasil yang saya bilang tadi, baru bisa kita menyatakan apa sebab kematiannya," katanya.

Mengenai saat melihat jasad korban, apakah ada bekas luka, Dadang bilang nanti yang menyampaikan dokter karena itu hak dokter dan dia yang mengautopsi.

Pria dengan melati tiga di pundaknya ini menyatakan saat ditemukan korban berada di jok belakang sopir.

"Itu yang saya bilang tadi, kita tidak bisa menyimpulkan karena harus jelas ada alat buktinya.

Kemudian hasil autopsi. Baru bisa kita menyimpulkan," jawab Dadang menjawab pertanyaan mengenai ada indikasi pembunuhan.

(cr23/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved