Marwan Batubara Dicecar Arya Sinulingga selepas Imbau Ahok Mundur dari Komut Pertamina

Lebih lanjut, Arya kembali mengimbau Marwan Batubara untuk tak berhalusinasi dalam menyampaikan pendapat.

Tangkapan Layar YouTube Indonesia Lawyers Club
Adu argumen Marwan Batubara dan Arya Sinulingga soal Ahok. (Tangkapan Layar YouTube Indonesia Lawyers Club). #Marwan Batubara Dicecar Arya Sinulingga selepas Imbau Ahok Mundur dari Komut Pertamina 

Lebih lanjut, Arya kembali mengimbau Marwan Batubara untuk tak berhalusinasi dalam menyampaikan pendapat.

"Jadi kaum milenial (bertanya) Bang Marwan ini dalam kondisi halu? Ini yang berbahaya kalau sudah dalam kondisi halusinasi," ujar Arya.

Simak video berikut ini menit 12.05:

Alasan Ahok Jadi Komut Bukan Direktur Pertamina

Basuki Tjahaja Purnama Alias Ahok resmi menjadi Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina.

Menjadi narasumber di acara Sapa Indonesia Malam Kompas TV pada Senin (25/11/2019), Arya Sinulingga mengungkap mengapa Ahok didapuk menjadi Komut bukan Direktur Utama (Dirut).

Mulanya, Arya Sinulingga menjelaskan bahwa Pertamina merupakan perusahaan terbesar di Indonesia.

Sehingga, Pertamina membutuhkan orang-orang yang paling baik untuk mengelola perusahaan di bidang energi itu.

"Kita yang pasti mencari komposisi pengurus untuk Pertamina karena ini adalah BUMN strategis tidak hanya dari sisi keuntungan bagi negara karena kita tahu bahwa Pertamina adalah perusahaan yang terbesar juga di Indonesia."

"Atau BUMN terbesar di Indonesia sehingga kami mencari pengurus-pengurus yang terbaik saat ini gitu," terang Arya.

Namun, Arya menjelaskan bahwa orang-orang di Pertamina kini masih bekerja dengan baik.

"Baik untuk Komisarisnya dan Direksinya, bahwa kita melihat beberapa saat ini memang Pertamina kita lihat setelah kita evaluasi berada dalam track yang masih benar," ujarnya.

Akibatnya, Pertamina saat ini lebih banyak membutuhkan Komisaris dibanding Direktur.

"Sehingga yang kami tambahkan di Direktur Keuangannya itu diambil dari Telkomsel gitu yah, itu pun sebenarnya karena Pak Pahala kita pindahkan ke BTN yang memang membutuhkan seorang Direktur Utama gitu," ucap Arya.

"Sementara yang banyak kita utak atik adalah di Komisarisnya," imbuhnya.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved