TERUNGKAP Motif Pembunuhan Surono lalu Jasadnya Dicor di Bawah Musala, Cerita Asmara hingga Warisan

TERUNGKAP Motif Pembunuhan Surono lalu Jasadnya Dicor di Bawah Musala, Ada Kisah Asmara hingga Warisan

Editor: Juang Naibaho
Surabaya.tribunnews.com/Sri Wahyunik
Surono Dibunuh lalu Mayatnya Dicor di Lantai Musala, Terkuak Motif Asmara dan Warisan. Mayat Dicor di Jember. (Surabaya.tribunnews.com/Sri Wahyunik) 

"Saksi sekaligus istri korban ini beberapa kali pemeriksaan memberikan keterangan yang berubah-ubah. Berkelit-kelit juga. Sedangkan anak korban memberikan keterangan yang cenderung tetap. Karenanya, kami akan datangkan psikiater dari Polda Jatim untuk memeriksa istri korban ini," lanjut Alfian.

Dari pemantauan SURYA.co.id di Mapolsek Ledokombo, penyidik secara intensif memeriksa sejumlah saksi antara lain Bu, dan suami siri Bu, J.

Polisi juga menjemput saksi L, kemudian memeriksanya di kantor Polsek itu.

Sedangkan H, dan I diperiksa di tempat masing-masing.

Pemeriksaan saksi ini untuk mengerucutkan motif yang dicurigai oleh polisi.

Polisi menemukan, sedikitnya dua motif dalam pembunuhan Surono.

Lagi, Kasus Pembunuhan dan Jasad Dicor Semen, Polisi Bongkar Musala Cari Jasad Korban
Lagi, Kasus Pembunuhan dan Jasad Dicor Semen, Polisi Bongkar Musala Cari Jasad Korban (Grid/ID)

Pertama, dendam karena asmara, dan kedua rebutan warisan.

Para saksi tersebut diharapkan membantu mengurai misteri terkuburnya Surono selama tujuh bulan di bawah musala di dapur rumahnya.

Dari pemeriksaan sementara, keterangan Bu menyebutkan kalau anaknya, Bh yang membunuh sang suami, Surono.

Pembunuhan dilakukan di rumah tersebut pada Mei 2019 lalu.

Lokasi penguburan jenazah Surono kemudian dijadikan musala, dan ruang di sekitarnya adalah dapur.

Sedangkan Bh menyebutkan sosok yang membunuh ayahnya adalah ibunya.

Bh mengaku kalau dirinya baru pulang dari Bali pada 2 November setelah mendapatkan kabar kalau ayahnya meninggal dunia.

Bh ditemani perangkat dusun setempat kemudian melapor ke Mapolsek Ledokombo.

"Atas semua keterangan itu sudah kami cocokkan, dan telusuri. Apakah memang benar, atau hanya alibi masing-masing," tegas Alfian.

Sumber: Surya
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved