Pembangunan Infrastruktur Didominasi BUMN, Presiden Jokowi: BUMN Jangan Ambil Semuanya
Dia pun berharap, peran serta swasta dalam pembangunan dan percepatan proyek infrastruktur semakin terlihat dalam 5 tahun ke depan.
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menteri BUMN Rini Soemarno (kanan) Menteri PUPR M Basuki Hadimuljono (kedua kanan) Gubernur Sumatera Utara T Erry Nuradi (kiri) dan Dirut PT Jasa Marga Desi Arryani (kedua kiri) memberi keterangan kepada wartawan disela-sela peresmian Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi dan Medan-Binjai, di Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (13/10). Peresmian Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi dan Medan-Binjai tersebut diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumatera khususnya di Sumut. ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi/nz/17
Akhirnya pengusaha nasional enggak dapat apa-apa. Semacam ada monopoli," kata La Ode Saiful Akbar di BEI, Jakarta, Senin (4/11/2019).
Selain itu La Ode menyebut, proyek-proyek konstruksi dengan kolaborasi antara BUMN dan swasta juga masih menuai banyak kendala. Dia mengungkap, sering terjadi keterlambatan biaya.
"Pembayaran BUMN paling cepat 3 bulan, itu syukur-syukur. Kadang 6 bulan. Kita pengusaha swasta yang meminjam ke bank pembayarannya jadi lambat, berdampaklah pada peningkatan NPL (non performing loan)," tutur La Ode.(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jokowi: BUMN Jangan Ambil Semuanya...",
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/jokowi-resmikan-jalan-tol_20171013_212724.jpg)