Pesan Menohok GURU Besar LIPI pada Anies Baswedan, Sebut Fokus Saja Urus Jakarta

LIPI ini mengingatkan Gubernur Anies Baswedan untuk fokus mengurus Jakarta

Editor: AbdiTumanggor
KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO
Anies Baswedan berbincang dengan salah satu murid saat mengantar putranya, Kaisar Hakam Baswedan, pada hari pertama masuk sekolah di Cinere, Depok, Jawa Barat, Senin (1/8/2016). Saat menjabat menteri, Anies mengampanyekan Gerakan Antar Anak Ke Sekolah pada hari pertama masuk sekolah. 

Menurut dia, Bangsa Indonesia masih bersatu sampai saat ini karena adanya bahasa persatuan, yakni Bahasa Indonesia.

Bahasa yang dirumuskan oleh para pendahulu bangsa ini, mampu menyelesaikan persoalan yang terjadi Indonesia.

“Sampai hari ini dengan adanya satu bahasa persatuan, maka begitu banyak hal di Indonesia diselesaikan dengan jauh lebih mudah."

"Rapat-rapat di dalam MPR, DPR dan sidang, semua cukup memakai satu bahasa saja (Bahasa Indonesia,” tuturnya.

Tidak hanya dalam forum resmi, kata Anies Baswedan, bahasa persatuan juga digunakan untuk menyelesaikan konflik antar-kelompok suatu daerah meski berbeda suku.

Saat semua pihak diundang untuk berunding untuk bermusyawarah, di ruang perundingan itu tidak diperlukan penerjemah, karena semua memakai Bahasa Indonesia.

“Ini tidak ditemukan di tempat lain yang tidak memiliki keberagaman suku bangsa seperti Indonesia."

"Di tempat lain tidak memiliki kesamaan karena bahasa bersama.”

“Ini suatu aset luar biasa yang harus kita ingat sebagai aset penting."

"Karena itu saya mengharap dalam peringatan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober ini, mari kita kembangkan Bahasa Indonesia,” paparnya.

Dengan mengembangkan Bahasa Indonesia, maka kosa katanya bisa lebih beragam.

Hal ini berkaca pada bahasa daerah yang memiliki kekayaan diksi luar biasa, dan bisa diserap menjadi kekayaan Bahasa Indonesia.

“Dengan cara seperti itu, maka persatuan kita akan terus bisa dirawat melalui bahasa, jadi bahasanya harus berkembang,” jelasnya.

Sebelumnya, Anies Baswedan menilai ketimpangan kesejahteraan di dalam kota tiap negara terus mengalami pelebaran.

Tidak terkecuali, Indonesia yang masuk dalam Kelompok 20 Ekonomi Utama Dunia alias G20.

Sumber: Warta kota
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved