Kronologi Tewasnya PNS Apriyanita Dibunuh Teman Sekantor, Kaki Terikat, Tubuh Dipendam di Pemakaman

Kronologi Tewasnya PNS Apriyanita Dibunuh Teman Sekantor, Kaki Terikat, Tubuh Dipendam di Pemakaman

Editor: Salomo Tarigan
TRIBUNSUMSEL.COM
Kronologi Tewasnya PNS Apriyanita Dibunuh Teman Sekantor, Kaki Terikat, Tubuh Dipendam di Pemakaman. Yudi tersangka kasus pembunuhan Apriyanita (50) 

Namun menurutnya, korban bersedia diajak bekerja sama dalam bisnis karena mereka sempat bekerja di satu kantor yang sama yakni di satua kerja (Satker) wilayah III PU sejak tahun 2014.

"Waktu satu kantor itu, meja kerja kami bersebelahan. Kemudian saya pindah di wilayah I dan korban tetap di tempat yang lama," ujarnya.

Sedangkan tersangka Ilyas Kurniawan (26), mengaku dirinya yang mencekik leher korban dengan tali tambang hingga tewas.

"Tali tambang itu saya dapat dari Yudi. Dia yang langsung kasih dan minta saya untuk mencekik korban," ujarnya.

Diakui pria yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh bangunan itu, dirinya tidak mengetahui akan diajak membunuh.

Dua dari tiga tersangka pembunuh PNS Apriyanita (50) yang mayatkan dicor
Dua dari tiga tersangka pembunuh PNS Apriyanita (50) yang mayatkan dicor (TRIBUNSUMSEL.COM/ SHINTA DWI ANGGRAINI)

Ilyas hanya menerima ajakan dari tersangka Nopi (DPO) untuk pergi menemui seseorang.

"Saya kenal Nopi di kuburan kandang kawat. Soalnya dia kerja gali kubur, sedangkan saya sering nongkrong-nongkrong disana," ucap pria yang tinggal di jalan Rama Kasih III tak jauh dari TPU Kandang Kawat.

Ilyas mengaku saat itu tidak ada pilihan lain baginya selain mengikuti kehendak Yudi dan Nopi.

Baca: Setelah 1 Tahun Lamanya, Akhirnya Terungkap Penyebab Jatuhnya Pesawat Lion Air JT 610

Berdasarkan pengakuannya, tersangka Yudi juga sempat melotot padanya yang saat itu sangat panik melihat korban sudah dalam keadaan tak bernyawa.

"Setelah saya cekik dari belakang, korban sudah tidak ada gerakan lagi. Kemudian saya diantar dengan mobil ke jalan Aryodila dan diturunkan di sana.

Selanjutnya Yudi dan Nopi pergi membawa jenazah.

Saya tidak tahu mereka bawa kemana," ucapnya.

Usai membunuh, Ilyas mengaku dirinya tidak tenang, meski sudah menerima upah sebesar Rp 4 juta dari tersangka Yudi sebagai uang tutup mulut.

Uang tersebut digunakannya uang membeli minum-minuman keras.

"Saya tidak tega berikan uang itu ke orang tua. Saya habiskan sendiri beli minum-minuman keras untuk melupakan kejadian (pembunuhan) itu," ujarnya.

Tersangka akhirnya dibekuk saat berada di warnet kawasan Rawa Kasih 6 pukul 20.00 WIB.

"Saya menyesal, tidak tahu nantinya bagaimana nasib saya," ujarnya. 

Kronologi Tewasnya PNS Apriyanita Dibunuh Teman Sekantor, Kaki Terikat, Tubuh Dipendam di Pemakaman

Artikel ini telah tayang di Tribunsumsel.com dengan judul PNS Kementerian PU Dibius Sebelum Dibunuh, Pembunuh Bayaran Cekik Korban di Dalam Mobil, Pengakuan Ilyas Pelaku Kedua Pembunuh Apriyanita, Mayat Dicor Semen, Korban Dicekik Pakai Tambang, 

Kronologi Tewasnya PNS Apriyanita Dibunuh Teman Sekantor, Kaki Terikat, Tubuh Dipendam di Pemakaman

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved