Kronologi Tewasnya PNS Apriyanita Dibunuh Teman Sekantor, Kaki Terikat, Tubuh Dipendam di Pemakaman
Kronologi Tewasnya PNS Apriyanita Dibunuh Teman Sekantor, Kaki Terikat, Tubuh Dipendam di Pemakaman
Kali ini korban meminta uang sebesar Rp 35 juta.
Baca: Berikut Pengakuan Lengkap Pelaku Pembunuhan Aprianita PNS Kementerian PU, Mengaku Dibayar Rp 4 Juta
Sedangkan tersangka mengaku hanya memiliki uang sebesar Rp 15 juta.
"Sebenarnya dia (korban) tidak marah sih, cuma bilang yud, saya butuh uang besok.
Bayar hutang kamu Rp 35 juta. Tapi saya cuma punya uang Rp15 juta," ujarnya.
Merasa tak tenang karena ditagih utang, tersangka lantas menghubungi pamannya, Novi atau biasa disapa tersangka dengan panggilan Acik.
Dari situlah tersangka mendapat saran untuk menghabisi nyawa korban.
Berdasarkan pengakuannya pula, uang Rp 15 juta yang rencananya akan membayar hutang, justru digunakan tersangka untuk membayar jasa orang-orang yang membantunya membunuh korban.
"Acik ngajak Ilyas. Jadi ada 3 orang yang membunuh korban," ucapnya.
Sebelum dihabisi, korban diajak berkeliling dengan menggunakan mobil.
Di dalam mobil, korban lemas setelah meminum air mineral yang dicampur dengan obat.
Setelah itu, korban dijerat dengan tali tambang hingga meninggal dunia.
Korban sempat meronta dan meminta tolong pada Yudi tetapi tidak digubris.
Untuk menghilangkan jejak, jasad korban diletakkan di TPU Kandang Kawat Palembang.
“Soal penguburannya, saya tidak tahu karena itu urusan Novi dan Ilyas,”kata Yudi.
Dikatakan tersangka, tidak ada kepercayaan khusus yang selama ini diberikan korban terhadapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pembunuh-pns-dicor.jpg)