Kemenhan Kelola Anggaran Rp 127 T, Gerindra Kritik Eks Bendahara TKN Jadi Wakil Menhan Prabowo
Dipilihnya Wahyu Sakti Trenggono menjadi Wakil Menteri Pertahanan mendapat kritikan dari Gerindra
Keinginan kuatnya untuk maju ini demi melepaskan keluarganya dari jerat kemiskinan.
Sejak kecil, keluarganya terbiasa hidup prihatin di Semarang, Jawa Tengah.
Trenggono mengisahkan, keluarganya pernah terpaksa menjual kambing agar ia dapat meneruskan pendidikan di ITB.
Di Astra, ia diterima pada program Astra Basic Training.
Ia disekolahkan selama enam bulan sebelum dilepaskan ke unit bisnis Astra.
Menjejakan kaki di Astra menjadi awal yang baik bagi perjalanan karier Trenggono.
Banyak hal dipelajari, mulai dari membangun infrastruktur IT, membangun kultur perusahaan, hingga mengembangkan pabrik.
Kariernya di Astra hanya bertahan 11 tahun.
Mantan Bendahara Umum Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Maruf Amin pada pilpres 2019 lalu, Wahyu Sakti Trenggono, menyambangi Istana Kepresidenan pada Jumat (25/10/2019) pagi. (KOMPAS.com/Ihsanuddin)
Ia kemudian mundur dari jabatan terakhir Senior General Manager atau setingkat direktur di anak usaha Astra.
Saat itu, Trenggono menangkap peluang membangun bisnis sendiri di bidang penyedia infrastruktur telekomunikasi, yakni menara.
Sekitar 1998, ia melihat banyak korporasi milik konglomerat hancur diterpa krisis ekonomi.
Namun disisi lain, ia melihat ada peluang yang potensial dikembangkan dan belum banyak dilirik orang.
Ia memprediksi selepas 2000-an, Indonesia akan memasuki era teknologi mobile telekomunikasi.
Hal itu mendasar pada munculnya operator seluler dan pengguna ponsel yang terus tumbuh.
Ia berkesimpulan, pasti kebutuhan telekomunikasi mobile akan makin besar di masa mendatang sehingga perlu ditangkap peluang membangun infrastrukturnya, yaitu menara.
Melalui bendera PT Solusindo Kreasi Pratama dan PT Tower Bersama Infrastruktur, Trenggono menjadi salah satu taipan dalam bisnis telekomunikasi.
Perusahaannya menjadi yang terbesar di bidangnya se-Indonesia dengan kepemilikan lebih dari 14.000 menara.
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Profil Wahyu Trenggono, Jual Kambing demi Kuliah hingga Jabat Wamenhan"
(Tribunnews.com/Pravitri Retno W/Gita Irawan, Kompas.com/Kristian Erdianto)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/prabowo-bisiki-wakilnya.jpg)