Kemenhan Kelola Anggaran Rp 127 T, Gerindra Kritik Eks Bendahara TKN Jadi Wakil Menhan Prabowo

Dipilihnya Wahyu Sakti Trenggono menjadi Wakil Menteri Pertahanan mendapat kritikan dari Gerindra

Editor: AbdiTumanggor
kompas tv
Menhan Prabowo membisiki Wamenhan Wahyu saat memberi selamat, Jumat (25/10/2019) 

TRIBUN-MEDAN.COM - Dipilihnya Wahyu Sakti Trenggono menjadi Wakil Menteri Pertahanan mendapat kritikan.

Kritik tersebut disampaikan Sekretaris Fraksi Partai Gerindra, Desmond J Mahesa, setelah Wahyu Trenggono resmi dilantik menjadi wakil menteri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Jumat (25/10/2019).

Desmond menilai Trenggono tidak memiliki kapasitas sebagai Wakil Menteri Pertahanan karena tidak berlatar belakang militer dan pertahanan.

Ketua DPP Partai Gerindra
Desmond J Mahesa (YouTube/KompasTV)

Terlebih Trenggono sejak lama berkecimpung di dunia industri informasi telekomunikasi.

Dikutip Tribunnews dari Kompas.com, Desmond justru merasa kasihan pada Prabowo Subianto.

"Misalnya wamen di Menhan. Orang ini kan harusnya ada nilai plus. Minimal dia itu paham militer dan strategi pertahanan."

"Tapi kalau orang ditaruh di situ karena waktu kampanye membantu Pak Jokowi, kesannya saya pikir kasihan Pak Prabowo ya," tutur Desmond di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat.

Desmond pun mengatakan seharusnya Jokowi memilih Wakil Menteri Pertahanan yang memiliki pengalaman di bidang pertahanan.

Paling tidak pernah bekerja di Kementerian Pertahanan pada periode sebelumnya.

"Minimal yang ditunjuk orang yang sudah berpengalaman, minimal di lingkungan lama. Kenapa?"

"Karena ini kan ada proses transisi antara Pak Ryamizard dan Pak Prabowo."

"Kalau ada orang baru, siapa yang paham menangani persoalan-persoalan lama," tutur dia.

Wakil Menteri Pertahanan Wahyu Sakti Trenggono saat diperkenalkan Presiden RI, Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (25/10/2019). Joko Widodo melantik 12 orang wakil menteri Kabinet Indonesia Maju.
Wakil Menteri Pertahanan Wahyu Sakti Trenggono saat diperkenalkan Presiden RI, Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (25/10/2019). Joko Widodo melantik 12 orang wakil menteri Kabinet Indonesia Maju. (KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO)

Sementara itu, Wahyu Trenggono mengaku sudah merasa nyaman dengan Prabowo Subianto.

Trenggono menyebutkan, atasannya tersebut bahkan sempat bercanda dengannya saat bertemu pertama kali usai pelantikan wakil menteri di Istana Kepresidenan, Jumat.

Dalam pertemuan singkat tersebut, Trenggono menceritakan Prabowo sempat melontarkan candaan agar yang bekerja adalah mantan bendahara Tim Kampanye Nasional (TKN) saja.

"Saya dengan tadi bertemu beliau, nyaman. Nyaman. Enak sekali."

"Seperti, beliau bilang begini sambil bercanda. 'Sudah kamu kerja aku yang tidur.' Begitu."

"Artinya nyaman. Oh ya sudah kalau begitu beliau percaya sama saya," kisah Trenggono sambil tertawa di Gedung Jenderal Soedirman Kementerian Pertahan RI Jakarta Pusat pada Jumat, sebagaimana dilansir Tribunnews.

Lebih lanjut, Trenggono mengatakan ia tetap menghormati Prabowo sebagai atasannya.

Ia juga menyebutkan tidak keberatan saling terbuka dengan Prabowo dalam menjalankan tugasnya.

"Saya pun harus terbuka. Apalagi kita di bawahnya beliau," tandas dia.

Wahyu Sakti Trenggono diketahui memiliki latar belakang seorang pebisnis di bidang telekomunikasi.

Karena pengalamannya tersebut, Trenggono pun ditempatkan di unit bisnis informasi teknologi.

Mengutip KompasTV, Jokowi pun memberi tugas khusus pada Trenggono.

Yaitu Trenggono diharapkan bisa mengembangkan industri-industri strategis pertahanan di Indonesia.

Profil Wahyu Sakti Trenggono, hingga Mampu Membantu Prabowo untuk  Mengelola Anggaran Rp 127,4 Triliun

Presiden Joko Widodo (kanan) menyalami Wakil Menteri Pertahanan Wahyu Sakti Trenggono usai acara pelantikan Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Jumat (25/10/2019). Presiden Joko Widodo resmi melantik 12 Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Presiden Joko Widodo (kanan) menyalami Wakil Menteri Pertahanan Wahyu Sakti Trenggono usai acara pelantikan Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Jumat (25/10/2019). Presiden Joko Widodo resmi melantik 12 Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN

Wahyu Sakti Trenggono baru terjun di dunia politik praktis ketika didapuk menjadi Bendahara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf pada perhelatan Pilpres 2019 lalu. 

Tentu, sebagai Bendahara TKN, dia mampu mengelola anggaran. 

Diyakini bisa membantu Prabowo untuk mengelola anggaran sebesar Rp 127,4 Triliun di Kementerian Pertahanan. 

Kementerian Pertahanan mengantongi anggaran paling besar mencapai Rp 131,2 triliun.

Anggaran pada kementerian tersebut naik Rp 21,6 triliun dibanding tahun ini.

Anggaran tersebut ditetapkan pada September lalu, naik dari Rancangan APBN sebesar Rp 127,4 triliun.

Jumlah anggaran di Kemenhan tahun 2020 lebih tinggi dibandingkan yang didapatkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Kementerian PUPR tercatat mendapat anggaran sebesar Rp 120,2 triliun pada 2020.

Kementerian PUPR pada tahun ini mengantongi anggaran terbesar.

Menteri Keuangan Sri Mulyani sebelumnya menyebutkan, anggaran di Kemenhan pada 2020 meningkat seiring naiknya kebutuhan anggaran keamanan dan pertahanan.

Terutama, karena Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di 240 daerah bakal dilaksanakan tahun depan.

Presiden Joko Widodo juga pernah menyampaikan bahwa anggaran pertahanan pada 2020 bakal meningkat drastis.

Menurut Jokowi, hal ini dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan para prajurit TNI.

“Anggaran pertahanan di tahun 2020 akan dinaikkan menjadi lebih dari Rp 131 triliun,” kata Jokowi saat peringatan HUT ke-74 TNI di Landasan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (10/5).

Wamenhan Wahyu Sakti Trenggono dan Menhan Prabowo
Wamenhan Wahyu Sakti Trenggono dan Menhan Prabowo (KOMPAS.com KRISTIANTO PURNOMO / GARY LOTULUNG)

Bukan dari Kalangan Politik

Trenggono memang bukan lahir dari rahim politik, ia tumbuh dan berkembang di dunia industri informasi telekomunikasi.

Ia memulai kariernya di PT Astra Internasional Tbk sekitar 1988.

Saat itu, ia bahkan belum menamatkan jenjang pendidikan sarjananya di Teknik Industri Institut Teknologi Bandung (ITB).

Dilansir Kontan, 2016, Trenggono muda memiliki hasrat tinggi dalam bekerja.

Keinginan kuatnya untuk maju ini demi melepaskan keluarganya dari jerat kemiskinan.

Sejak kecil, keluarganya terbiasa hidup prihatin di Semarang, Jawa Tengah.

Trenggono mengisahkan, keluarganya pernah terpaksa menjual kambing agar ia dapat meneruskan pendidikan di ITB.

Di Astra, ia diterima pada program Astra Basic Training.

Ia disekolahkan selama enam bulan sebelum dilepaskan ke unit bisnis Astra.

Menjejakan kaki di Astra menjadi awal yang baik bagi perjalanan karier Trenggono.

Banyak hal dipelajari, mulai dari membangun infrastruktur IT, membangun kultur perusahaan, hingga mengembangkan pabrik.

Kariernya di Astra hanya bertahan 11 tahun.

Bendahara Umum Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Maruf Amin pada pilpres 2019 lalu, Wahyu Sakti Trenggono, menyambangi Istana Kepresidenan pada Jumat (25/10/2019) pagi.
Mantan Bendahara Umum Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Maruf Amin pada pilpres 2019 lalu, Wahyu Sakti Trenggono, menyambangi Istana Kepresidenan pada Jumat (25/10/2019) pagi. (KOMPAS.com/Ihsanuddin)

Ia kemudian mundur dari jabatan terakhir Senior General Manager atau setingkat direktur di anak usaha Astra.

Saat itu, Trenggono menangkap peluang membangun bisnis sendiri di bidang penyedia infrastruktur telekomunikasi, yakni menara.

Sekitar 1998, ia melihat banyak korporasi milik konglomerat hancur diterpa krisis ekonomi.

Namun disisi lain, ia melihat ada peluang yang potensial dikembangkan dan belum banyak dilirik orang.

Ia memprediksi selepas 2000-an, Indonesia akan memasuki era teknologi mobile telekomunikasi.

Hal itu mendasar pada munculnya operator seluler dan pengguna ponsel yang terus tumbuh.

Ia berkesimpulan, pasti kebutuhan telekomunikasi mobile akan makin besar di masa mendatang sehingga perlu ditangkap peluang membangun infrastrukturnya, yaitu menara.

Melalui bendera PT Solusindo Kreasi Pratama dan PT Tower Bersama Infrastruktur, Trenggono menjadi salah satu taipan dalam bisnis telekomunikasi.

Perusahaannya menjadi yang terbesar di bidangnya se-Indonesia dengan kepemilikan lebih dari 14.000 menara.

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Profil Wahyu Trenggono, Jual Kambing demi Kuliah hingga Jabat Wamenhan"

(Tribunnews.com/Pravitri Retno W/Gita Irawan, Kompas.com/Kristian Erdianto)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved