PNS Tewas Dicor Semen, Pelaku Rekan Sekantor Dibantu Dua Pembunuh Bayaran, Ini Pengakuan Pelaku
PNS Tewas Dicor Semen, Pelaku Rekan Sekantor Dibantu Dua Pembunuh Bayaran, Ini Pengakuan Pelaku
"Sebenarnya dia (korban) tidak marah sih, cuma bilang yud, saya butuh uang besok.
Bayar hutang kamu Rp 35 juta. Tapi saya cuma punya uang Rp15 juta," ujarnya.
Merasa tak tenang karena ditagih hutang, tersangka lantas menghubungi pamannya, Novi atau biasa disapa tersangka dengan panggilan Acik.
Dari situlah tersangka mendapat saran untuk menghabisi nyawa korban.
Berdasarkan pengakuannya pula, uang Rp 15 juta yang rencananya akan membayar hutang, justru digunakan tersangka untuk membayar jasa orang-orang yang membantunya membunuh korban.
"Acik ngajak Ilyas. Jadi ada 3 orang yang membunuh korban," ucapnya.
Sebelum dihabisi, korban diajak berkeliling dengan menggunakan mobil.
Di dalam mobil, korban lemas setelah meminum air mineral yang dicampur dengan obat.
Setelah itu, korban dijerat dengan tali tambang hingga meninggal dunia.
Korban sempat meronta dan meminta tolong pada Yudi tetapi tidak digubris.
Untuk menghilangkan jejak, jasad korban diletakkan di TPU Kandang Kawat Palembang.
“Soal penguburannya, saya tidak tahu karena itu urusan Novi dan Ilyas,”kata Yudi.
Dikatakan tersangka, tidak ada kepercayaan khusus yang selama ini diberikan korban terhadapnya.
Namun menurutnya, korban bersedia diajak bekerja sama dalam bisnis karena mereka sempat bekerja di satu kantor yang sama yakni di satua kerja (Satker) wilayah III PU sejak tahun 2014.
"Waktu satu kantor itu, meja kerja kami bersebelahan. Kemudian saya pindah di wilayah I dan korban tetap di tempat yang lama," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pembunuh-pns-dicor.jpg)