Akhirnya Puan Maharani Angkat Bicara, Kabar Prabowo Jadi Menteri Jokowi dan Sikap PDI Perjuangan

Akhirnya Puan Maharani Angkat Bicara, Kabar Prabowo Jadi Menteri Jokowi dan Sikap PDI Perjuangan

Editor: Salomo Tarigan
Tribunnews.com
Akhirnya Puan Maharani Angkat Bicara, Kabar Prabowo Jadi Menteri Jokowi dan Sikap PDI Perjuangan 

Akhirnya Puan Maharani Angkat Bicara, Kabar Prabowo Jadi Menteri Jokowi dan Sikap PDI Perjuangan

TRIBU N-MEDAN.com - Akhirnya Puan Maharani Angkat Bicara, Kabar Prabowo Jadi Menteri Jokowi dan Sikap PDI Perjuangan.

//

Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani mengatakan, keputusan Presiden Joko Widodo meminta Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk menjadi salah satu menterinya sudah melalui pertimbangan dari partai politik pendukungnya terlebih dahulu.

Baca: MANFAAT Alpukat dan Cokelat, 9 Makanan Penghilang Stres, Gak Disangka Bisa Redakan Kecemasan

Baca: KRONOLOGI Guru Tewas, Ditusuk Siswa SMK, Pelaku Ditegur karena Merokok,Istri: Ditikam Berulang Kali

Puan membantah PDI-P menjadi parpol yang mendorong Presiden Jokowi menggaet Prabowo untuk menjadi salah satu menterinya.

"Yang pasti, tidak istilah motor penggerak atau di depan dan di belakang," ujar Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (21/10/2019), sebagaimana dikutip Antara.

"Hanya memang sebagai partai pemenang pemilu yang perolehan suaranya di DPR punya 128 kursi, kami (PDI-P) merupakan fraksi terbesar yang ada di DPR," lanjut dia.

Baca: MANFAAT Alpukat dan Cokelat, 9 Makanan Penghilang Stres, Gak Disangka Bisa Redakan Kecemasan

Puan sekaligus meyakini Presiden Jokowi memiliki pertimbangan khusus hingga meminta Prabowo jadi salah satu menterinya. Partainya pun menghormati hak prerogatif Presiden Jokowi tersebut.

"Presiden pasti sudah punya pertimbangan sehingga meminta Prabowo masuk dalam pemerintahan, kalau nanti dilantik," ujar Puan.

"Tapi kalau sudah pakai baju putih, mungkin tandanya diminta menjadi salah satu menteri," lanjut dia.

Baca: MANFAAT Alpukat dan Cokelat, 9 Makanan Penghilang Stres, Gak Disangka Bisa Redakan Kecemasan

Baca: Viral Anggota DPRD Digerebek Warga Bersama ABG, Polisi Beberkan Sejumlah Fakta seusai Penangkapan

Puan yang juga merupakan Ketua DPR RI itu secara khusus mengomentari dua sosok yang dipanggil ke Istana, Senin, yakni mantan Ketua MK Mahfud MD dan bos Gojek Nadiem Makarim.

Menurut Puan, Mahfud dan Nadiem merupakan sosok yang memiliki kapasitas dan kapabilitas di bidang masing-masing. Meski, itu tetap harus dibuktikan melalui kinerja selepas mereka dilantik menjadi menteri Kabinet Kerja Jilid 2.

Ia berharap menteri-menteri Jokowi-Ma'ruf nantinya dapat bekerja sama dengan DPR RI.

"Karena posisinya masuk dalam suatu kementerian/lembaga, kita harus bekerja sama dengan birokrasi dan DPR," kata Puan. 

Prabowo Subianto Menteri Pertahanan?

TRIBU N-MEDAN.com - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memastikan, partainya dapat dua jatah menteri di kabinet Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin.

Hal itu disampaikan Prabowo setelah ia bersama Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo bertemu Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019).

"Yang dipanggil dua, jadi berapa? Yang dipanggil dong (yang jadi menteri)," kata Prabowo.

Baca: Pidato Jokowi Jadi Sorotan, Amnesty Singgung KPK, Kasus Novel Baswedan dan Munir Luput Diungkap

Baca: JADWAL LIGA CHAMPIONS: Juventus vs Lokomotiv Moscow, Ajax vs Chelsea, Slavia Praha vs Barcelona

Prabowo menyebut, ia diminta Jokowi untuk membantu pemerintah di bidang pertahanan.

Meski demikian, mantan Danjen Kopassus ini tak menyebutkan secara spesifik apakah yang dimaksud adalah menteri pertahanan atau menteri lain.

"Saya diminta bantu beliau di bidang pertahanan, beliau beri beberapa pengarahan, saya akan kerja keras untuk mencapai sasaran dan harapan yang ditentukan," kata Prabowo.

Sementara itu, Prabowo juga menyebut Edhy Prabowo telah diminta Jokowi menjadi menteri.

Baca: Pimpinan MPR 10 Orang, Minta Anggaran Rp 843 Miliar, Hingga Hidayat Nur Wahid Sebut Tetap Oposisi

Namun, baik Prabowo dan Edhy tak menyebut apa pos menteri yang ditawari Jokowi untuk mantan Ketua Komisi IV DPR itu.

"Nanti pak presiden yang akan menyampaikan," kata Edhy.

Baca: Viral Video Detik-detik Prabowo Subianto Lewatkan Ketum PSI Grace Natalia saat Salaman

Baca: Pidato Jokowi Jadi Sorotan, Amnesty Singgung KPK, Kasus Novel Baswedan dan Munir Luput Diungkap

Prabowo pun memastikan ia dan Edhy siap membantu kabinet Jokowi-Ma'ruf.

Meski pada pilpres 2014 dan 2019 lalu ia dan Jokowi adalah rival, tetapi menurut dia hal itu tak menjadi penghalang untuk bekerja sama.

"Saya sudah sampaikan keputusan kami dari Partai Gerindra apabila diminta kami siap membantu, hari ini siap diminta dan kami siap membantu," ujar Prabowo.

Baca: Prabowo Menteri Pertahanan? Pengakuan Prabowo Subianto di Istana,Respons Politisi Gerindra Fadli Zon

Baca: Pidato Jokowi Jadi Sorotan, Amnesty Singgung KPK, Kasus Novel Baswedan dan Munir Luput Diungkap

(*)

Baca: JADWAL LIGA CHAMPIONS: Juventus vs Lokomotiv Moscow, Ajax vs Chelsea, Slavia Praha vs Barcelona

Prabowo Menteri Pertahanan? Pengakuan Prabowo Subianto di Istana,Respons Politisi Gerindra Fadli Zon

TRIBU N-MEDAN.com - Prabowo Menteri Pertahanan? Pengakuan Prabowo Subianto di Istana,Respons Politisi Gerindra Fadli Zon.

//

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengaku diminta menjadi menteri bidang pertahanan (menhan) oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Baca: JADWAL LIGA CHAMPIONS: Juventus vs Lokomotiv Moscow, Ajax vs Chelsea, Slavia Praha vs Barcelona

Baca: Viral Video Siswa Dikerumuni Lebah, Dijuluki Manusia Lebah, Bisa Panggil Ribuan Lebah tanpa Disengat

Dilansir TribunWow.com, hal itu Prabowo Subianto sampaikan setelah bertemu dengan Jokowi di Istana Negara, Senin (21/10/2019.

Baca: JADWAL LIGA CHAMPIONS: Juventus vs Lokomotiv Moscow, Ajax vs Chelsea, Slavia Praha vs Barcelona

Baca: Viral Video Siswa Dikerumuni Lebah, Dijuluki Manusia Lebah, Bisa Panggil Ribuan Lebah tanpa Disengat

Dikutip dari tayangan YouTube metrotvnews, Prabowo diketahui tiba di Istana Negara pukul 16.07 didampingi Waketum Gerindra Edhy Prabowo yang juga ditunjuk jadi menteri.

Berbeda dengan para tokoh lainnya yang dipanggil, Prabowo Subianto diizinkan Jokowi mengumumkan posisi yang ditawarkan, yakni bidang pertahanan.

Awalnya, Prabowo yang didampingi Edhy tampak keluar dari gerbang Istana Negara dan disambut oleh awak media.

"Saudara-saudara sekalian, saya baru saja menghadap Bapak Presiden Republik Indonesia yang baru kemarin dilantik," ujar Prabowo.

Prabowo mengaku dirinya dan Edhy diminta Jokowi untuk ikut dalam Kabinet Kementerian Jilid II.

Baca: JADWAL LIGA CHAMPIONS: Juventus vs Lokomotiv Moscow, Ajax vs Chelsea, Slavia Praha vs Barcelona

"Saya bersama saudara Edhy Prabowo, kami diminta untuk memperkuat kabinet Beliau," tutur Prabowo.

Prabowo sebelumnya sudah sempat menyebut dirinya akan bersedia jika diminta untuk membantu pemerintah.

Baca: Pidato Jokowi Jadi Sorotan, Amnesty Singgung KPK, Kasus Novel Baswedan dan Munir Luput Diungkap

"Saya sudah sampaikan keputusan kami dari Partai Gerindra apabila diminta kami siap membantu dan hari ini resmi diminta dan kami sudah sanggupi untuk membantu," kata Prabowo.

Prabowo membeberkan Jokowi menjadikan dirinya calon Menhan.

"Saya beliau izinkan untuk menyampaikan bahwa saya diminta membantu Beliau di bidang pertahanan," aku Prabowo.

Untuk itu, Prabowo berjanji akan membantu pemerintah untuk mencapai tujuan demi kemajuan dan keamanan bangsa.

"Jadi tadi Beliau memberi beberapa pengarahan dan saya akan bekerja sekeras mungkin, untuk mencapai sasaran-sasaran dan harapan-harapan yang ditentukan," pungkasnya.

Baca: Pimpinan MPR 10 Orang, Minta Anggaran Rp 843 Miliar, Hingga Hidayat Nur Wahid Sebut Tetap Oposisi

Untuk jabatan menteri apa yang akan diemban Edhy, Prabowo menyebut Jokowi yang akan mengumumkannya Rabu (23/10/2019).

Berikut siaran langsungnya:

Pendapat Fadli Zon

Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon angkat bicara terkait kabar Prabowo disebut menjadi Menhan.

Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Fadli Zon memberikan jawaban yang mengambang.

Dia tidak mengiyakan kabar tersebut, namun tak juga membantahnya.

"Nanti, kita lihat saja," ucap Fadli Zon singkat saat dijumpai di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2019).

Pada kesempatan itu, wartawan sempat bertanya pada Fadli Zon soal Prabowo pernah menyinggung Mantan Presiden Amerika Serikat, Abraham Lincoln yang pernah memberikan jabatan pada sang rival, William Seward.

Hal itu pernah disampaikan Prabowo di rumahnya, Hambalang, Bogor.

Fadli Zon menilai, hal itu hanyalah perumpamaan.

Baca: Viral Video Siswa Dikerumuni Lebah, Dijuluki Manusia Lebah, Bisa Panggil Ribuan Lebah tanpa Disengat

Hal itu diumpakan untuk menjelaskan bahwa kepentingan bangsa lebih penting dari pada kepentingan kelompok.

"Itu perumpamaan bahwa di dalam politik ada kepentingan yang lebih besar, yaitu kepentingan nasional."

"Kadang-kadang kita harus mengorbankan kepentingan kelompok, kepentingan partai untuk kepentingan yang lebih besar, itu maknanya," jelas dia.

Lantas, Mantan Wakil Ketua DPR ini berpendapat bahwa keputusan menteri merupakan hak prerogatif presiden.

"Saya kira, kalau soal kementerian itu kan urusan presiden, jadi saya kira menteri itu kan pembantunya presiden, jadi kita serahkan kepada Presiden Jokowi untuk bentuk kabinet,” lanjutnya.

Sedangkan, perihal Gerindra nantinya jadi partai oposisi atau koalisi, Fadli Zon mengaku belum tahu.

Pihaknya akan menyerahkan keputusan pada Prabowo sebagai Ketua Umumnya.

"Ya belum tahu, kita lihat nanti semuanya dari sisi Gerindra, kita sudah serahkan kepada Pak Prabowo untuk mengambil sikap, baik itu berkoalisi atau berada di luar pemerintah," ucap dia.

Baca: Bupati Tetty Paruntu Akui Disuruh ke Istana, Tapi Disuruh Pulang dan Tak Bertemu Jokowi, Karena KPK?

Sejumlah Tokoh ke Istana Negara

Sementara itu, satu per satu para tokoh yang digadang jadi menteri Jokowi hadir di Istana mengenakan kemeja putih, Senin (20/10/2019).

Baca: Setelah Mobil Mewahnya Seharga Rp 19 Miliar Terbakar, Raffi Ahmad Mendadak Pamit dari Dunia Artis

Baca: Pimpinan MPR 10 Orang, Minta Anggaran Rp 843 Miliar, Hingga Hidayat Nur Wahid Sebut Tetap Oposisi

Mereka yang sudah dipanggil Jokowi di antaranya;

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD

Mantan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Erick Thohir

Komisaris Net TV Wishnutama

Pendiri Go-Jek Nadiem Makarim

Kapolri Jendral Tito Karnavian

Baca: Saat Prabowo Akan Jadi Menteri Jokowi, Kembali Viral Video Santri yang Sebut Nama-nama Menteri

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto

Menteri Sekretaris Negara pada kabinet kerja 2019-2024 Pratikno

Komisaris Utama Adhi Karya Fadjroel Rahman

Mantan Staf Khusus Presiden Nico Harjanto

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo

(*)

Baca: JADWAL LIGA CHAMPIONS: Juventus vs Lokomotiv Moscow, Ajax vs Chelsea, Slavia Praha vs Barcelona

Baca: Viral Video Siswa Dikerumuni Lebah, Dijuluki Manusia Lebah, Bisa Panggil Ribuan Lebah tanpa Disengat

 Artikel ini dikutip dari Tribunwow.com dan Kompas.com, Kompas: Puan Membantah . . .

Akhirnya Puan Maharani Angkat Bicara, Kabar Prabowo Jadi Menteri Jokowi dan Sikap PDI Perjuangan

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved