4 Fakta Tentang Sosok Jenderal Abdelaziz al-Fagham, Pengawal Raja Salman yang Tewas Ditembak

Publik Arab Saudi dibuat terkejut dengan kematian pengawal pribadi Raja Salman, Jenderal Abdelaziz al-Fagham.

Editor: AbdiTumanggor
presstv.com
Jenderal Abelaziz al-Fagham (kiri), saat mengawal Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz. (presstv.com) 

Jenderal Fagham merupakan yang paling terkenal dari seluruh pengawal kerajaan karena kewaspadaan serta kebijaksanaannya.

////

TRIBUN-MEDAN.COM - Publik Arab Saudi dibuat terkejut dengan kematian pengawal pribadi Raja Salman, Jenderal Abdelaziz al-Fagham.

Fagham yang kerap terlihat mendampingi Raja Salman dilaporkan tewas ditembak oleh kenalannya dalam sebuah pertengkaran akhir pekan lalu.

Kematiannya jelas mengejutkan publik.

Pasalnya, Jenderal Fagham yang sudah berkarier sebagai pengawal pribadi kerajaan selama 15 tahun dikenal karena tubuh tingginya dan kepala plontosnya.

Harian setempat Okaz menyebut Fagham sebagai perwira yang berhasil mendapatkan kepercayaan serta cinta dari publik Saudi.

"Dia merupakan yang paling terkenal dari seluruh pengawal kerajaan karena kewaspadaan serta kebijaksanaannya," ulas Okaz dikutip AFP Minggu (29/9/2019).

Dilansir dari berbagai sumber, berikut merupakan seklumit fakta dari Jenderal Abdelaziz al-Fagham, sang "malaikat pelndung" Raja Salman.

1. Sudah Mengabdi Sejak Zaman Ayah Raja Salman

Banyak publik di Arab Saudi mengenal Jenderal Abdelaziz al-Fagham melalui foto yang dipublikasikan kerajaan ketika dia mendampingi Raja Salman.

Mengabdi bagi kerajaan sudah ada dalam darah Fagham.

Ayahnya, Jenderal Badah bin Abdullah al-Fagham, mengabdi bagi mendiang ayah Raja Salman, Raja Abdullah.

Fagham masuk ke Perguruan Tinggi Militer King Khalej pada 1989, dan lulus pada 1991.

Dia ditempatkan di Brigade Khusus sebelum dipindah ke Pasukan Pengawal Kerajaan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved