KISAH CINTA TRAGIS Pasangan Kekasih PA (19) dan AL (17) Meninggal Usai Minum Racun Bersama
KISAH CINTA TRAGIS Pasangan Kekasih PA (19) dan AL (17) Meninggal Usai Minum Racun Bersama
"Kami sempat menjenguk korban di Puskesmas Bittuang, korban mengalami mual dan muntah berat," kata Martinus.
Baca: Polisi Tilang Pemilik Restoran dan Ancam tak Boleh Berjualan Lagi, Balas Dendam karena Hal Ini
Baca: Budi Utari Siregar Diberhentikan dari Sekda Siantar hingga Dijadikan Staf Satpol PP, Ini Kata Pakar
Terbentur Uang Panik
Kisah cinta tragis juga terjadi sebelumnya di Sulawesi Selatan pada awal Juli 2019, tepatnya di Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto.
Jalinan asmara yang dirajut bertahun-tahun berakhir dengan duka karena terganjal uang adat.
Seorang perempuan berinisial C (31) memutuskan mengakhiri hidupnya dengan cara minum racun. Ia tak bisa menerima keputusan keluarganya sendiri yang menolak lamaran sang kekasih, Ramli (37).
Penolakan lamaran itu disebabkan nominal uang yang diberikan Ramli tak sesuai dengan jumlah yang diminta keluarga C.
Adapun uang yang diserahkan Ramli sebesar Rp 10 juta. Sedangkan keluarga C minta Rp 15 juta.
Pemberian uang atau “panaik” saat proses lamaran memang sudah menjadi tradisi bagi suku Bugis-Makassar. Sang pria dan keluarganya harus memberikan uang kepada gadis dan keluarga yang akan dilamarnya.
C ditemukan meninggal dunia di rumah Ramli setelah sempat kawin lari dan tinggal di Desa Punagaya, Kecamatan Bangkala, Jeneponto.
Sebelum meninggal, wanita 31 tahun ini mendapat perawatan di Puskesmas Bangkala dan akan dirujuk ke Rumah Sakit Padjonga Dg Ngalle Takalar.
Nahas, nyawa C tidak tertolong lantaran terlambat dibawa ke rumah sakit rujukan.
Jenazah C dimakamkan Selasa (9/7/2019) sore hari di pemakaman keluarga, Desa Banrimanurung, Kecamatan Bangkala Barat.
Baca: BREAKING NEWS: Polda Sumut Akhirnya Menangguhkan Penahanan 40 Mahasiswa yang jadi Tersangka
Baca: Pura-pura Antar Jenazah dan Berlinang Air Mata, Akhirnya Sandiwara Ibu Bunuh Anak Angkat Terbongkar
Kisah C yang memutuskan bunuh diri setelah lamaran kekasihnya ditolak keluarganya, dibenarkan kerabat korban.
"Awalnya dia dilamar sama pacarnya, sebelum bulan Ramadan dengan membawa uang panaik Rp 10 juta," kata kerabat korban yang enggan disebut namanya saat ditemui TribunJeneponto.com, Selasa (9/7/2019).
"Tapi ditolak oleh pihak keluarga karena mereka minta Rp 15 juta agar direstui pihak keluarga perempuan," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/racun_20180906_041259.jpg)