Tiga Kapolda Dicopot, Irjen Paulus Waterpauw Kembali Jabat Kapolda Papua, Ini Dosa-dosa Mereka
"Kalau seandainya di Polda dari penilai ada yang tidak terkendali dan tidak ada upaya maksimal apalagi penangkapan nggak ada, out.
Keesokkan harinya, tanggal 16 Agustus terjadi aksi di asrama Kamasan Surabaya dimana bendera yang dipasang RW setempat dibuang hingga memunculkan reaksi yang dibalas dengan aksi demo di berbagai kota di Papua dan Papua Barat.
Untuk mendukung aksi mereka maka KNPB yang juga merupakan mahasiswa senior melakukan intimidasi hingga menyebabkan pulangnya ribuan mahasiswa karena takut akan intimidasi yang mereka lakukan.
''Pada umumnya mahasiswa yang menjadi anggota KNPB lah yang sering kali melakukan intimidasi hingga membuat mahasiswa lainnya ketakutan,'' ujar Waterpauw yang mengaku sempat melihat anggota KNPB yang berseragam loreng-loreng berjaga di depan asrama Kamasan, Surabaya.
Ia mengatakan agar insiden serupa tidak terulang, harus dilakukannya penertiban di asrama terutama bagi mereka yang menjadi mahasiswa abadi dan sering kali mengganggu atau mengancam mahasiswa baru.
Selain itu untuk membuat mahasiswa mau membaur dengan masyarakat di lingkungan sekitarnya, mereka tidak lagi tinggal di asrama melainkan di kost yang ada penanggung jawabnya terhadap para mahasiswa, kata mantan Kapolda Papua Barat, Papua dan Sumatera Utara seraya mengaku, pada zamannya asrama Kamasan menjadi tempat berkumpul dan melakukan aktifitas baik itu sosial maupun keagamaan.
Disamping itu perlu adanya kerja sama dengan pemda setempat dimana mahasiswa asal Papua belajar sehingga mahasiswa benar-benar dapat membaur dengan warga di sekitarnya, harap Irjen Pol Waterpauw.
Tiga Kapolda Dicopot, Irjen Paulus Waterpauw Kembali Jabat Kapolda Papua, Ini Dosa-dosa Mereka
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kapolri Copot Kapolda Riau, Papua, dan Sultra
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/paulus-waterpauw-di-sentani.jpg)