Tiga Kapolda Dicopot, Irjen Paulus Waterpauw Kembali Jabat Kapolda Papua, Ini Dosa-dosa Mereka

"Kalau seandainya di Polda dari penilai ada yang tidak terkendali dan tidak ada upaya maksimal apalagi penangkapan nggak ada, out.

Editor: Tariden Turnip
ISTIMEWA
Tiga Kapolda Dicopot, Irjen Paulus Waterpauw Kembali Jabat Kapolda Papua, Ini Dosa-dosa Mereka. Ketua Pembina IKBA Jawa Timur, Irjen Pol Paulus Waterpauw dan Yayasan Dos Ni Roha 

Mau Kapolda, Kapolres, Kapolsek, out. Tim sudah dibentuk dan bergerak mulai hari ini," ujar Tito.

Sementara di Sultra, dua mahasiswa Unversitas Halu Oleo tewas usai demonstrasi menolak RUU kontroversial di gedung DPRD Sultra.

Immawan Randi tewas tertembak.

Sedangkan Muhammad Yusuf tewas karena terkena benda tumpul di kepala.

Gelombang protes muncul akibat kejadian itu.

Salah satu tuntutan massa, yakni meminta Kapolda Sultra Brigjen Irianto dicopot.

"Kami bawa tiga tuntutan untuk Kapolri yaitu meminta Kapolda Sultra dicopot dari jabatannya, usut tuntas pelaku penembakan dan meminta pelaku dihukum seberat beratnya.

Tuntutan ini kami harap bisa dibawa oleh Kapolda Sulteng agar sampai di Mabes Polri," kata Hismawan Jasmin, Korlap Aksi massa IMM Palu saat orasi, Jumat (27/9/2019).

Sedangkan di Papua, terjadi gelombang kericuhan. Teranyar kericuhan di Wamena yang menewaskan 30 orang.

"Data terakhir ada 30 jenazah dan sebagian besar sudah dikirim ke Jayapura," kata Gubernur Papua Lukas Enembe di Wamena, yang dikutip dari Antara, Rabu (25/9/2019).

Sebelumnya, Irjen Pol Paulus Waterpauw diterjunkan Polri ke Papua sebagai Ketua Tim Asistensi Kapolri, pascameletusnya kerusuhan di beberapa daerah di Papua dan Papua Barat.

Irjen Pol Paulus Waterpauw menduga pemulangan ribuan mahasiswa asal Papua diduga didalangi anggota Komite Nasional Papua Barat (KNPB).

Dugaan itu terungkap dan diperkuat dari hasil kunjungannya ke Malang guna memantau aksi demo memperingati perjanjian New York tanggal 15 Agustus lalu yang tidak mendapat izin dari Kapolres Malang karena mereka tidak bisa memberitahukan siapa penanggung jawab aksi dan berapa nomor teleponnya.

''Walaupun tidak mendapat izin mereka tetap melakukan aksi dengan turun ke jalan sehingga sempat memacetkan arus lalu lintas hingga menyebabkan warga Malang marah hingga polisi harus membubarkan secara paksa,'' Irjen Pol Waterpauw dilansir Antara di Jayapura, Senin.

Ia mengatakan aksi tersebut berhasil dibubarkan dan beberapa mahasiswa terluka namun mereka enggan untuk diobati di Polres Malang.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved