TRAGIS Kabut Asap Diduga Renggut Nyawa Bayi 4 Bulan, Alami Sesak Napas sampai 7 Jam
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan itu juga telah merenggut nyawa seorang bayi berusia 4 bulan di Palembang, Sumate
"Dokter bilang ada gangguan pernafasan, karena terkena ISPA. Saya sudah ikhlas menerimanya," jelas Ngadirun.
Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Kesehatan Banyuasin dr Mgs Hakim menjelaskan bahwa Elsa meninggal karena mengalami pneumonia atau penyakit infeksi yang menyerang paru sehingga menjadi sesak napas.
Infeksi tersebut menyebabkan kantung udara di dalam paru meradang dan membengkak.
"Dari hasil kunjungan tim kesehatan Banyuasin ke RS Ar- Rasyid memang benar ada pasien bayi umur 4 bulan didiagnosa pneumonia, dan meninggal," kata Hakim.
Sementara itu di Pekanbaru, satu keluarga korban kabut asap memilih mengungsi di Kantor DPW Partai Keadilan Sejahtera, Provinsi Riau.
Pasangan Nurlela (30) dan Aris (30) bersama tiga orang anaknya selama beberapa hari terpapar kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.
Baca: Pasangan Kekasih Remaja Togo Simanjuntak dan Paulina Saragih Tewas saat Ingin Berkemah ke Danau Toba
Baca: Suroto Teriak Rampok saat Abdul Rahman Curi Tas Miliknya, Eh Ternyata Pelaku Masih Kerabat Dekat
Saat diwawancarai Kompas.com, Minggu (15/9/2019) malam di posko pengungsian, Nurlela mengaku memilih bertahan karena asap di rumahnya masih pekat.
Selain itu bayinya yang masih berusia 7 bulan dan dua anaknya juga batuk-batuk terpapar kabut asap.
"Anak saya yang kecil ini usianya baru tujuh bulan, namanya Afifah. Dia tiga hari batuk-batuk. Kemudian dua kakaknya juga batuk. Suami juga batuk. Tapi, alhamdulillah setelah dibawa ke posko ini sudah mulai membaik. Kan dapat perawatan juga kita di sini," tutur Nurlela.
Berdasarkan data yang diterima Kompas.com dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Kamis (12/9/2019) lalu, Indeks Standard Pencemar Udara (ISPU) di level berbahaya terdapat di delapan wilayah.
Wilayah tersebut adalah Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, dengan angka diatas 500. Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, dengan angka 473.
Duri Field, Kabupaten Bengkalis, dengan angka 481. Duri Camap, Bengkalis, dengan angka diatas 500.
Kota Dumai, dengan angka 404. Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir, dengan angka diatas 500. Kecamatan Libo, Rokan Hilir, diatas 500 dan Desa Petapahan, Kabupaten Kampar, dengan angka 345.
Kabut asap pekat dan udara tidak sehat menyebabkan warga takut keluar rumah.
Baca: Nama Kanit Reskrim Polsek Tebingtinggi Asal Papua Ini Terinspirasi dari Nama Presiden ke-3 Indonesia
Baca: Bebby Fey Mengaku Dilecehkan YouTuber Ternama, Imbasnya Dagangan Sang Ibu Jadi Sepi Pembeli
Penerbangan Terganggu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/bayi-meninggal-karena-ispa.jpg)