Politikus PDIP Masinton Pasaribu Ajak Rekannya Loloskan Irjen Firli Bahuri Jadi Pimpinan KPK

Masinton Pasaribu memberikan dukungan penuh kepada Inspektur Jenderal (Irjen) Firli Bahuri dalam proses seleksi calon pimpinan KPK

Editor: Juang Naibaho
Ferdinand Waskita/Tribunnews.com
Masinton Pasaribu 

Politikus PDIP Masinton Pasaribu Ajak Rekannya Loloskan Irjen Firli Bahuri Jadi Pimpinan KPK

TRIBUN MEDAN.com - Anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu memberikan dukungan penuh kepada Inspektur Jenderal (Irjen) Firli Bahuri dalam proses seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Politikus PDI Perjuangan itu bahkan menegaskan akan mengajak rekannya di Komisi III DPR untuk meloloskan Irjen Firli Bahuri sebagai satu di antara lima pimpinan lembaga antirasuah periode mendatang.

"Kalau saya akan usulkan kepada teman-teman di Komisi III untuk tetap memilih Pak Firli," ungkap Masinton di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (12/9/2019).

Ia menjelaskan, dukungannya tersebut karena Firli telah dizalimi KPK tepat sehari sebelum menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) Capim KPK di DPR.

Tindakan zalim yang dimaksud yakni KPK menggelar konferensi pers menyatakan bahwa Firli Bahuri pernah melanggar etik ketika menjabat Deputi Penindakan di KPK.

Langkah KPK itu menurut Masinton sangat tidak patut.

Bahkan dia mengatakan KPK bukan lagi akronim untuk pemberantasan korupsi, melainkan penghambat karier.

"Langkah yang dilakukan KPK itu berpolitik, sudah dzalim. Kau tulis dong, KPK sama dengan Komisi Penghambat Karir," tegas Masinton.

Menurutnya, KPK mengulangi kesalahan yang pernah dilakukan sebelumnya.

Yaitu saat menetapkan Budi Gunawan sebagai tersangka saat mengikuti seleksi menjadi Kepala Kepolisian RI.

Ia menilai tindakan KPK tak belajar dari pengalaman.

"KPK ulangi perbuatan ya g sama empat tahun lalu. Kita ingat betul ada fit and proper test calon Kapolri, kita lakukan fit and proper test alu KPK umumkan status hukum, lalu praperadilan dan dibatalkan status tersangka tersebut. Sekarang dilakukan (lagi), Komisi III fit and proper teat lalu KPK umumkan," tuturnya.

Masinton lantas mempertanyakan KPK yang baru mempersoalkan dugaan pelanggaran etik terhadap Firli Bahuri.

Padahal, protes-protes sudah bergulir sejak awal Firli mendaftar ke Panitia Seleksi Capim KPK.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved