Usai Bertemu Bahas Gejolak Papua, Ini Kata Tokoh Intelijen dan Jenderal Lapangan Jebolan Kopassus
Usai Bertemu Bahas Gejolak Papua, Ini Kata Tokoh Intelijen dan Jenderal Lapangan Jebolan Kopassus
Prabowo didapuk memimpin operasi militer yang berlangsung selama lima hari tersebut.
Dalam kontak senjata, delapan orang anggota OPM ditembak mati sedangkan dua orang ditangkap hidup-hidup.
Sementara di pihak sandera, sembilan orang berhasil diselamatkan namun dua sandera terbunuh.
Baca: DAFTAR Terbaru Tokoh yang Kian Menguat Masuk Bursa Calon Menteri Jokowi, Muncul Nama Ahok
Sekali TNI/Polri Ditarik, Besok Papua Merdeka
Sementara itu, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu juga angkat bicara soal gejolak Papua. Mantan KSAD itu mempertanyakan pihak yang meminta personel TNI-Polri ditarik dari Papua dan Papua Barat.
Ryamizard mengatakan, penarikan TNI-Polri tak mungkin dilakukan mengingat tugas TNI dan Polri adalah menjaga keamanan negara.
Ia pun berpegang pada pertanyaan presiden kelima Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri bahwa 'seribu kali pejabat gubernur di Papua diganti, Papua tetap di sana. Tetapi satu kali TNI dan Polri ditarik dari tanah Papua, besok Papua merdeka.
"Ini yang jadi acuan kita, karena banyak sekali orang yang menyuruh-nyuruh tentara pulang. Ini ada apa maksudnya?" kata Ryamizard dalam rapat bersama Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (5/9/2019).
Baca: 7 Fakta Hilangnya Paskibra Audri; Pamit Belajar Kelompok, Kabur ke Malaysia, Tak Mau Bertemu Ortu
Ryamizard mengatakan, TNI memiliki tugas untuk menjaga keamanan dan kedaulatan negara.
Ia menegaskan, tidak ada kompromi apapun terhadap musuh yang ingin mencoba mengganggu keutuhan NKRI.
"Perlu kita ketahui, kalau TNI melaksanakan tugasnya, maka tak ada kompromi. Musuh negara harus dihancurkan," ujar dia.
Selanjutnya, Ryamizard mengatakan, saat ini ada tiga ancaman dalam pertahanan negara, yaitu pertahanan nyata, belum nyata dan sangat nyata.
Ia pun mengatakan, ancaman yang paling berbahaya berupa ancaman pada pola pikir atau mindset seluruh warga negara terkait pemisahan suatu wilayah dari NKRI.
"Dan ancaman ketiga yang paling berbahaya adalah ancaman mindset seluruh rakyat negara Indonesia yang berusaha memecah belah, yakni ancaman terhadap Pancasila dan segala bentuk ancaman pemisahan diri terhadap NKRI," pungkas dia.(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Malam Ini, Hendropriyono dan Prabowo Akan Bertemu Bahas Soal Papua dan di Kompas.com dengan judul "Prinsip Ryamizard: Satu Kali TNI/Polri Ditarik, Besok Papua Merdeka, "Soal Papua, Prabowo: Kita Harus Kompak Dukung Pemerintah"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/prabowo-hendro1.jpg)