Usai Bertemu Bahas Gejolak Papua, Ini Kata Tokoh Intelijen dan Jenderal Lapangan Jebolan Kopassus
Usai Bertemu Bahas Gejolak Papua, Ini Kata Tokoh Intelijen dan Jenderal Lapangan Jebolan Kopassus
"Yang saya sangat hargai kalau itu sudah menyinggung masalah kebangsaan, Beliau (Prabowo) selalu tampil gagah perkasa, harus bersatu dan mendukung pemerintah untuk menyelesaikan ini," kata Hendropriyono.
"Bukan waktunya lagi untuk menyalahkan. Sekarang harus kompak. bersatu," imbuhnya.
Baca: 5 Fakta Mobil Esemka Bima, Hasil Karya Anak Bangsa yang Diluncurkan Hari Ini, Berikut Harganya
Rekam Jejak
Diketahui, Hendropriyono dan Prabowo punya banyak pengalaman operasi militer di Papua.
Ia merupakan prajurit jebolan Kopassus yang memiliki karier cemerlang di TNI.
Karier militernya diawali sebagai Komandan Peleton dengan pangkat Letnan Dua Infanteri di Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha) yang kini bernama Kopassus.
Ia kemudian menjadi Komandan Detasemen Tempur Para-Komando, Asisten Intelijen Komando Daerah Militer Jakarta Raya/Kodam Jaya (1986).
Hendropriyono kini dikenal sebagai tokoh intelijen di Tanah Air.
Sementara Prabowo Subianto juga prajurit jebolan Kopassus yang punya banyak pengalaman di tanah Papua.
Prabowo, yang disebut-sebut sebagai jenderal lapangan, pernah memimpin operasi militer di Papua.
Operasi militer yang dipimpin Prabowo yakni pembebasan sandera dari tangan kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Mapenduma, Papua.
Pada 9 Mei 1996, tim Kopassus yang dipimpin Prabowo menggelar operasi menyelamatkan 11 sandera Tim Ekspedisi Lorentz 1995.
Saat itu, Tim Ekspedisi Lorentz 1995 sudah disandera kelompok OPM selama 130 hari, terhitung sejak 8 Januari 1996,
Aksi penyanderaan itu menjadi alasan OPM untuk menuntut kemerdekaan dari Indonesia.
Tak mau main-main, pemerintah menerjunkan Kopassus untuk memburu OPM ke Mapenduma.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/prabowo-hendro1.jpg)