Hari Ini Tiga Tersangka Jalani Rekonstruksi Kasus Istri Muda Bunuh Suami dan Anak Tiri
Penyidik Polda Metro Jaya hari ini, Kamis (5/9/2019), menjadwalkan rekonstruksi kasus istri muda membunuh suami dan anak tirinya,
Karena upaya santetnya gagal, Aulia Kesuma kembali meminta bantuan RD untuk dicarikan senjata api.
Namun, Aulia Kesuma hanya mampu membayar Rp 35 juta dari harga senjata api Rp 50 juta. "Rencana kedua itu pun batal karena harga senjata apinya terlalu mahal," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Suyudi Ario Seto, seperti dikutip dari Kompas.com.
Terakhir, Aulia Kesuma memutuskan untuk membunuh suami dan anak tirinya dengan cara diracun dan dibakar.
Ia pun meminta pada RD untuk dicarikan pembunuh bayaran. Ia menjanjikan uang Rp 500 juta jika berhasil membunuh suami dan anak tirinya.
RD kemudian membawa para eksekutor, yakni AG, SG, dan AL. Eksekutor AG dan SG kini mendekam di sel tahanan Mapolda Metro Jaya.
Keempat eksekutor itu, termausk RD, kemudian bertolak dari apartemen di wilayah Pejanten, Jakarta, menuju rumah Aulia Kesuma di Lebak Bulus.
Akan tetapi, saat menuju rumah Aulia Kesuma, eksekutor AL disebutkan kesurupan. AL mengalami kejang-kejang seperti sakit ayan. RD kemudian mengantarkan AL kembali ke apartemen. Sehingga hanya dua eksekutor yakni AG dan SG yang bertolak ke rumah Aulia Kesuma.
Di kediaman Aulia, kedua eksekutor itu bersembunyi di dalam garasi sembari menunggu perintah Aulia Kesuma.
Adapun Aulia Kesuma kemudian menyiapkan obat tidur dosis tinggi agar Pupung Sadili tertidur lelap. Aulia Kesuma kemudian mengajak suaminya untuk berhubungan badan.
"Sebelum melakukan hubungan suami istri itu, Edi Chandra sudah meminum jus tersebut, minumnya di ruang tamu sebelum masuk ke kamar," kata Nasriadi.
Setelah melakukan hubungan suami istri, Pupung kemudian melakukan yoga seperti kebiasaannya sebelum tidur. Namun, karena efek dari obat tidur, korban tertidur di lantai dengan posisi terlentang.
"AK (Aulia Kesuma) memastikan korban apakah tidur pulas apa belum. Setelah diyakini pulas, sekitar pukul 21.30, AK memanggil si SG sama AG (eksekutor) untuk masuk ke ruangan tersebut. Nah, di situlah dilakukan eksekusi terhadap Edi Chandra (Pupung) dengan cara dibekap dengan handuk yang sudah dibaluri dengan alkohol, tangan dipegang dan sebagainya sampai diyakini korban meninggal dunia," kata Nasriadi.
Setelah itu, para eksekutor bergegas kembali bersembunyi menunggu kedatangan korban kedua yakni Dana yang sedang berada di luar rumah.
Ketika Dana pulang, pemuda 23 tahun itu langsung menuju kulkas mengambil jus yang telah ditaburi dengan obat tidur. Kemudian Dana dibunuh pada pukul 24.00 WIB oleh para eksekutor dibantu Aulia Kesuma dan Kelvin.
Aulia Kesuma Merasa Lega
Seusai membunuh suami dan anak tirinya, Aulia Kesuma mengaku merasa lega. Perasaan lega muncul karena rumah suaminya di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, akan disita oleh bank guna melunasi utangnya senilai Rp 10 miliar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/giovanny-kelvin-anak-aulia-kesuma-punya-dendam-kesumat-terhadap-dana.jpg)