Kaltim Punya Sejarah Kuat Terpilih Jadi Ibu Kota Negara, Kutai Kerajaan Tertua di Indonesia

Kaltim memiliki sejarah yang kuat sebagai ibu kota yang baru diumumkan Presiden Joko Widodo di Istana Negara. Kerajaan tertua, yakni kerajaan Kutai

KOMPAS TV
Siaran langsung pernyataan Presiden Jokowi mengenai lokasi ibu kota baru yaitu Provinsi Kalimantan Timur, tepatnya sebagian wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara dan sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara. 

Topografi

Wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara terdiri dari pantai, daratan, dan pegunungan.

Wilayah pantainya berada di bagian timur, dan mempunyai ketinggian 0-7 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Luas Kutai Kartanegara wilayah pantai seluas 202.281 hektar atau 7,4 persen dari luas wilayah kabupatennya.

Untuk luas bagian daratannya sebesar 30,73 persen dari luas kabupaten.

Kondisinya berupa tanah datar sampai landau, kadang tergenang, kandungan air tanah cukup baik, dapat dialiri dan tidak erosi.

Sementara, wilayah daratan dengan ketinggian lebih dari 25-100 mdpl memiliki areal seluas 25,03 persen atau sekitar 682.027 hektar.

Wilayah dengan ketinggian lebih dari 100 mdpl memiliki luas 1.004.055 hektar atau 36,83 persen dari luas kabupaten yang juga ditetapkan sebagai kawasan hutan lindung dengan pengembangan terbatas.

Kabupaten Kutai Kartanegara memiliki belasan sungai yang tersebar di hampir semua kecamatan.

Keberadaan sungai ini juga kerap digunakan sebagai sarana angkutan utama di samping angkutan darat.

Adapun sungai terpanjang di Kutai Kartanegara adalah Sungai Mahakam yang membentang sepanjang 920 kilometer.

Perekonomian

Laman resmi Kabupaten Kutai Kartanegara menyebutkan, sampai saat ini Kutai Kartanegara  sangat bergantung pada sektor pertambangan yang diekspor ke pasar global.

Akibatnya, perekonomian di Kutai Kartanegara secara umum dipengaruhi oleh perekonomian global.

Adapun, kegiatan pertambangan di Kabupaten Kutai Kartanegara mencakup pertambangan migas dan non migas.

Minyak bumi dan gas alam merupakan hasil tambang yang sangat besar pengaruhnya dalam perekonomian Kabupaten Kutai Kartanegara khususnya dan Kalimantan Timur pada umumnya.

Situs tersebut menyebutkan, berdasarkan data dari dinas pertambangan, total produksi batu bara di Kutai Kartanegara tahun 2015 mencapai 55.844.597,90 ton (dari 73 perusahaan tambang batu bara). (*)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved