Anggota Komisi I DPR RI Effendi Simbolon Angkat Bicara soal Peristiwa Kerusuhan di Papua Barat

Effendi Simbolon dan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) tanggapi Kerusuhan di Papua

Editor: AbdiTumanggor
kompas.com
Sejumlah orang keluar dan mengangkat tangannya di Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan 10, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (17/8/2019). Sebanyak 43 orang dibawa oleh pihak kepolisian untuk diminta keterangannya tentang temuan pembuangan bendera Merah Putih di depan asrama itu pada Jumat (16/8/2019). 

Selain Effendi Simbolon memberikan komentar, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) juga meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengusut tuntas insiden penangkapan 43 mahasiswa asal Papua yang berkuliah di Surabaya.

////

TRIBUN-MEDAN.COM -- Anggota Komisi I DPR RI, Effendi Simbolon angkat bicara soal peristiwa kerusuhan di Manokwari, Papua Barat, Senin (19/8/2019).

Sebagaimana diketahui, kerusuhan di Manokwari tersebut merupakan buntut dari insiden perseteruan beberapa warga Surabaya dan Malang dengan mahasiswa asal Papua yang berkuliah di dua kota itu.

Effendi Simbolon menduga, peristiwa itu berkaitan dengan pergerakan politik yang dilakukan oleh kelompok masyarakat Pembebasan Papua Barat yang dipimpin oleh Benny Wanda.

Apalagi kelompok pembebasan Papua Barat sudah sempat maju ke Majelis Umum PBB.

Baca: Ini Pengakuan Riandi (23) Nekat Mencabuli Bidan Desa MAR (24) Satu Malam sebelum Dilamar Pria Lain

Baca: Vonis Bebas 9 Oknum Polisi dan 3 Sipil Terkait Kasus Sabu, Hakim PN Idi Aceh Dilaporkan ke Bawas MA

"Saya menduga seperti itu, karena ini di bulan yang sama,ada benang merahnya itu, jadi dia proxy sekali, betul-betul didesain, model isu internasional seperti ini pengalangan opininya dan ini puncaknya di bulan Desember ketika mereka maju di General Assembly (Majelis Umum) di PBB," kata Effendi Simbolon Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (19/8/2019).


Anggota Komisi I DPR RI, Effendi Simbolon angkat suara pada peristiwa kerusuhan di Manokwari, Senin (19/8/2019).
Anggota Komisi I DPR RI, Effendi Simbolon angkat suara pada peristiwa kerusuhan di Manokwari, Senin (19/8/2019). (Tribunnews.com)

Effendi Simbolon yang juga politisi PDIP tersebut meminta agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan banyak pihak untuk menyelesaikan masalah ini.

"Presiden bisa menunjuk siapa ya, satu pintu betul-betul apapun coming out going dari informasi hanya dari satu pintu. Ini kan berbeda-beda ini si A si B penanganannya berbeda-beda," ungkapnya.

Baca: Pangeran Abu Dhabi Hadiahi Jokowi Masjid di Solo, Akan Dibangun Megah di Atas Tanah Berhektar-hektar

Baca: Jokowi Akan Kunjungi Papua, Ingin Mendengar Langsung Masukan dari Masyarakat Papua dan Papua Barat

Menurut Effendi Simbolon, rumor dalang di balik kerusuhan tak hanya terduga pada satu pihak saja.

"Kemudian perlakuannya juga, kemudian penyebutannya juga berbeda, ada yang mengatakan ini KKSB (Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata), ada yang mengatakan ini komponen yang separatis macam macam, lebih baik tunggal gitu," imbuhnya.

Benny Wenda (kanan) sekarang hidup di Inggris. (Twitter/bennywenda)
Benny Wenda (kanan) sekarang hidup di Inggris. (Twitter/bennywenda) 

Sementara itu, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) juga meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengusut tuntas insiden penangkapan 43 mahasiswa asal Papua yang berkuliah di Surabaya.

AMAN meminta agar Jokowi untuk memerintahkan Kapolri Tito Karnavian mencari sosok-sosok yang terlibat pada kejadian.

"Presiden Jokowi memerintahkan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) untuk mengusut aktor-aktor yang terlibat langsung maupun tidak langsung pada kejadian tersebut," pinta Sekretaris Jenderal AMAN, Rukka Sombolinggi dalam keterangan tertulisnya kepada Tribunnews.com, Senin (19/8/2019).

AMAN menuntut agar Kapolri memberikan sanksi tegas pada aparat negara dan ormas yang terlibat aksi kekerasan pada 43 mahasiswa Papua di Surabaya tersebut.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved