Jokowi Perintahkan Menteri Basuki Menata Kampung Ulos Hutaraja Pangururan untuk Wisata Budaya
Jokowi minta kampung ulos tersebut agar menjadi salah satu destinasi wisata budaya yang menarik.
Penulis: Tommy Simatupang | Editor: AbdiTumanggor
Kalo enggak kapan mulai.
Tempat yang sangat bagus begini gampang dicari investor,” sambungnya.
Baca: INI Fasilitas yang Akan Dibangun di Danau Toba, Jokowi: Harus Memberikan Dampak Bagi Warga Sekitar
Baca: INILAH Komandan Pertama Koopssus TNI Brigjen Rochadi, Perintah Panglima TNI dan Kehebatan Koopssus
Baca: TERUNGKAP Dokter Ini yang Laporkan Dokter Gigi Romi hingga CPNS-nya Dibatalkan Bupati Solok Selatan
Di lahan seluas 386 hektar, berbagai sarana dan prasarana bakal dibangun.
Mulai dari hotel berbintang, resort hingga padang golf.
Tempat itu juga diproyeksi bisa digunakan untuk Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE).
“Wisatanya juga komplit, wisata air ada, air terjun ada, alam ada, religi ada. Komplit,” ujarnya.
Lebih lanjut, Jokowi menyampaikan jika pembangunan itu rampung, dampaknya akan dirasakan oleh masyarakat langsung.
Misalnya, dengan keberadaan hotel, maka hasil pertanian masyarakat bisa diserap oleh hotel.
“Kopinya enggak usah dijual keluar pakai di sini sendiri saja,” tutupnya.
Buble Tent
Berdirinya Bubble Tent membuat destinasi super prioritas Danau Toba semakin keren di Kaldera Toba, Sibisa, Tobasa.
Wilayah Amenitas jenis Bubble Tent ini terbilang baru di Indonesia, bakan satu-satunya di Sumatera hanya ada di Sibisa, Sibisa.
Amenitas jenis Bubble Tent ini terbilang baru di Indonesia.
Belum banyak destinasi wisata Indonesia yang membangun amenitas jenis ini.
Ketua Tim Percepatan Nomadic Tourism Kementerian Pariwisata, Waizly Darwin, juga mengakui hal itu.
Menurutnya, di Indonesia Bubble Tent baru ada di Uluwatu dan Ubud.
Keduanya berada di Bali.
“Bubble Tent adalah amenitas yang mudah diterapkan di nomadic tourism. Keunggulannya adalah bisa dipindah.
Tapi kenyamanan yang ditawarkan sangat luar biasa. Bubble Tent bisa diterapkan disejumlah destinasi Indonesia,” tutur Waizly.
Dijelaskannya, Bubble Tent yang berdiri di The Kaldera adalah yang pertama di Pulau Sumatera.
“The Kaldera sangat beruntung bisa memiliki Bubble Tent.
Karena, belum banyak diterapkan. The Kaldera adalah lokasi pertama Bubble Tent di Sumatera.
Dan ini akan melengkapi amenitas di The Kaldera,” paparnya.
Di The Kaldera, posisi Bubble Tent berada di ketinggian.
Dari sana, para pengunjung bisa menikmati keindahan Danau Toba secara jelas.
Apalagi, ada pemandangan Desa Wisata Sigapiton di sana.
Bubble Tent akan menjadi salah satu lokasi dengan view terindah di The Kaldera.
Selain Bubble Tent, The Kaldera juga memiliki fasilitas lain yang tidak kalah keren.
Ada Bell Tent, Amphitheater, The Kaldera Hill, dan masih banyak lagi.
Secara global, pengunjung destinasi nomadic terbagi dalam 3 kategori.
Pertama adalah glam packer, yaitu anak muda yang suka mengembara.
Kedua, luxury packer, yaitu wisatawan yang suka fasilitas mewah.
Serta digital nomadic, yaitu pekerja lepas yang memanfaatkan teknologi dan tidak terikat oleh waktu dan tempat.
(tmy/tribun-medan.com).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/iriana-di-kampung-ulos.jpg)