News Video
Kericuhan HKBP Garu VIII Medan, Jemaat Nyaris Adu Jotos saat Ibadah Minggu, Videonya Viral. .
Ibadah Minggu (21/7/2019) siang di HKBP Garu VIII Resort 2 Simpang Limun Medan berlangsung ricuh. Videonya beredar di linimasa media sosial.
Menurut seorang jemaat gereja, Sanggam Lumban Gaol, pertikaian ini muncul karena menurut jemaat Pdt Dedi Pasaribu tidak menjalankan tugas sebagaimana semestinya.
Pdt. Dedi Pasaribu, menurut Sanggam, telah memecah belah jemaat dan dia juga tidak memiliki toleransi antar umat beragama.
“Pernah diusirnya orang parkir di gereja ini. Dia juga sering menghasut,” ucapnya.
Seorang jemaat bernama Sanggam Lumban Gaol menyampaikan kronologi awal terjadinya kericuhan ini.
Jemaat yang juga menjabat sebagai Ketua Pembangunan HKBP Garu VII ini menyebutkan bahwa perseteruan berawal dari internal pelayan gereja, penatua dan pendeta.
Ketidak cocokan itu pada akhirnya merembet ke jemaat.
Dia juga membenarkan bahwa sebagian besar jemaat gereja tidak menyukai pendeta dan meminta pendeta untuk segera pindah.
“Hampir 90 persen jemaat tidak suka. Omongannya tidak cocok. (Juga) kasar arogan. Nggak bersikap seperti pendeta,” kata Sanggam melalui sambungan telefon.
Dia juga, disebut Sanggam, semena-mena karena pernah menyumpahi bendahara gereja.
Bahkan, halaman gereja dilarang dipakai oleh warga sekitar.
“Tetangga gereja pesta, lalu parkir di gereja, diusir (oleh pendeta),” ucapnya.
Jemaat dan penatua lalu mengajukan surat tentang permintaan pemindahan pendeta ke Ephorus HKBP namun surat keputusan yang dikeluarkan pada April 2019 lalu itu tidak menyelesaikan masalah.
“HKBP keluarkan SK tertulis, tapi kurang jelas. Di surat disebut cuti sakit,” ucapnya.
Diketahui, Pdt. Dedi Pasaribu mulai melayani di HKBP Garu VIII mulai Agustus 2018 lalu.
Dia sebelumnya dari HKBP Bukit Hantaran, Simalungun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/polisi-berbincang-dengan-pdt-dedi-pasaribu.jpg)