Mayor Bedjo Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Hubungan perkawanan antara Bedjo dan Tahir sudah terbina sejak tahun 1945 dalam BPI (Barisan Perjuangan Indonesia).
Tribun Medan/Liska Rahayu
Program Studi S-1 dan S-2 Ilmu Sejarah USU bersama Paguyuban Keluarga Besar Pujakesuma menggelar Seminar Nasional Perjuangan dan Pengabdian Mayor Bedjo dalam Menegakkan NKRI di Gedung Serbaguna Tengku Amin Ridwan FIB USU pada Kamis (9/11/2017). Seminar ini bertujuan untuk mengusulkan Bedjo menjadi pahlawan nasional.
"Kalau mau mengusulkan, sebaiknya kajiannya dimatangkan terlebih dahulu. Kalau belum matang, jangan usulkan. Karena pengusulan menjadi pahlawan nasional itu cuma dua kali," ujarnya.
Menurutnya semua pemenuhan kriteria harus dibuktikan dengan data-data. Dia menyebutkan, faktanya tak banyak orang yang mengetahui tentang Bedjo, jadi hal tersebut akan menjadi pekerjaan yang berat.
"Banyak yang harus dibuktikan, bagaimana caranya kita menyajikan fakta bahwa Bedjo ini tidak berjuang untuk lokal saja," katanya.
Dia pun mengatakan bahwa catatan-catatan dari zaman Belanda pun harus bisa disajikan, ada atau tidaknya Belanda menuliskan tentang Bedjo.
"Biasanya Belanda mencatat itu kalau ada pejuang-pejuang yang patut mereka cemaskan," kata Abdul.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/mayor-bedjo_20171109_190043.jpg)