Mayor Bedjo Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Hubungan perkawanan antara Bedjo dan Tahir sudah terbina sejak tahun 1945 dalam BPI (Barisan Perjuangan Indonesia).

Tribun Medan/Liska Rahayu
Program Studi S-1 dan S-2 Ilmu Sejarah USU bersama Paguyuban Keluarga Besar Pujakesuma menggelar Seminar Nasional Perjuangan dan Pengabdian Mayor Bedjo dalam Menegakkan NKRI di Gedung Serbaguna Tengku Amin Ridwan FIB USU pada Kamis (9/11/2017). Seminar ini bertujuan untuk mengusulkan Bedjo menjadi pahlawan nasional. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Liska Rahayu

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Kolonel (Purn) Bedjo meninggal dunia pada 28 Mei 1984 dan dimakamkan di Makan Pahlawan Kalibata, Jakarta.

Acara pemakamannya dipimpin oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Legium Veteran Letjen (Purn) Achmad Tahir.

Hubungan perkawanan antara Bedjo dan Tahir sudah terbina sejak tahun 1945 dalam BPI (Barisan Perjuangan Indonesia). Keduanya mengawali karir yang berbeda.

Karir Tahir berawal dari tokoh utama BPI yang kemudian  menjadi Komandan TKR (Tentara Keamanan Rakyat), sedangkan Bedjo mengawali karir sebagai anggota BPI dan kemudian membentuk laskar perjuangan.

Baca: GOOLLL! Menit ke-15 PSMS Medan Unggul 1-0 atas Kalteng Putra

Mereka pun mengakhiri karir yang berbeda, Tahir berpangkat terakhir letnan jenderal, sementara pangkat terakhir Bedjo adalah kolonel.

Persamaan dari keduanya adalah sama-sama pejuang Perang Kemerdekaan di Sumatera Timur (Provinsi Sumatera Utara).

Hal ini tertuang dalam makalah yang disampaikan oleh Abdul Syukur, pembicara Seminar Nasional Perjuangan dan Pengabdian Mayor Bedjo yang diselenggarakan di Gedung Serbaguna Tengku Amin Ridwan FIB USU pada Kamis, (9/11/2017).

Seminar nasional ini digelar dalam upaya proses pengusulan Mayor Bedjo untuk menjadi pahlawan nasional.

Paguyuban Keluarga Besar Pujakesuma, didukung oleh Tim 9 Paguyuban Jawa bersama Program Studi S-2 Ilmu Sejarah dan S-1 Ilmu Sejarah Universitas Sumatera Utara (USU) sebagai penyelenggara menilai bahwa Mayor Bedjo sudah memenuhi kriteria untuk menjadi pahlawan nasional.

Baca: TONTON LIVE STREAMING PSMS Medan vs Kalteng Putra FC Pukul 18.30 WIB

"Kriteria seseorang untuk bisa jadi pahlawan nasional itu memiliki integritas moral dan keteladanan. Dia juga harus berjasa terhadap bangsa dan negara dan berkelakuan baik. Saya rasa ini semua sudah dimiliki Mayor Bedjo," kata pembicara Seminar Nasional Perjuangan dan Pengabdian Mayor Bedjo sekaligus Ketua Program Studi Magister Ilmu Sejarah USU Prayitno.

Menurut Suprayitno, Mayor Bedjo telah memiliki semua hal tersebut, meski beberapa harus diuraikan dalam diskusi seminar nasional ini.

Dosen Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Jakarta sekaligus pembicara Seminar Nasional Perjuangan dan Pengabdian Mayor Bedjo, Abdul Syukur mengatakan pengusulan tersebut adalah pekerjaan yang berat.

"Kalau mau mengusulkan, sebaiknya kajiannya dimatangkan terlebih dahulu. Kalau belum matang, jangan usulkan. Karena pengusulan menjadi pahlawan nasional itu cuma dua kali," ujarnya.

Menurutnya semua pemenuhan kriteria harus dibuktikan dengan data-data. Dia menyebutkan, faktanya tak banyak orang yang mengetahui tentang Bedjo, jadi hal tersebut akan menjadi pekerjaan yang berat.

"Banyak yang harus dibuktikan, bagaimana caranya kita menyajikan fakta bahwa Bedjo ini tidak berjuang untuk lokal saja," katanya.

Dia pun mengatakan bahwa catatan-catatan dari zaman Belanda pun harus bisa disajikan, ada atau tidaknya Belanda menuliskan tentang Bedjo.

"Biasanya Belanda mencatat itu kalau ada pejuang-pejuang yang patut mereka cemaskan," kata Abdul.(*)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved