Kebakaran di Jalan Yos Sudarso

Kebakaran Pabrik Sandal dan Boneka di Medan, Ratusan Pekerja Terancam Kehilangan Mata Pencaharian

Belasan tahun jadi karyawan, Ase lemas lihat pabrik tempatnya bekerja terbakar.

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Tria Rizki

Belasan Tahun Jadi Karyawan, Ase Lemas Lihat Pabrik Tempatnya Bekerja Terbakar

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Peristiwa kebakaran hebat melanda sebuah bangunan pabrik, di Jalan KL Yos Sudarso, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Selasa (27/1/2026) malam. Diketahui pabrik yang terbakar tersebut merupakan PT Garuda Mas Perkasa, yang diketahui selama ini bergerak dalam pembuatan sandal dan boneka yang terbuat dari bahan karet. 

Tak hanya mengagetkan masyarakat sekitar, kabar terbakarnya pabrik ini juga memberikan pukulan telak bagi para pekerja di pabrik tersebut. Pasalnya, akibat kebakaran yang sudah menghanguskan hingga 90 persen bangunan pabrik, membuat ratusan pekerja terancam kehilangan pekerjaan. 

Salah satu pekerja yang ditemui di lokasi kejadian, Ase mengungkapkan pertama kali tau tempat kerjanya kebakaran pada malam tadi. Namun, karena kondisi yang sudah larut malam ia baru datang ke pabriknya pagi hari tadi. 

"Hari inilah baru ke sini," ujar Ase, Rabu (28/1/2026). 

Setibanya di tempatnya selama ini mencari nafkah, Ase mengaku langsung tak dapat lagi berkata-kata. Melihat bangunan yang sudah hangus, tak hanya sedih ia juga menfaku takut. 

Ase mengaku, ia sudah sekitar 15 tahun bekerja di pabrik pembuatan sandal itu. Dengan lamanya masa kerja, tentunya ia sudah memiliki keterikatan batin yang cukup melekat dengan pabrik yang selama ini membantunya menyambung hidup. 

"Sedih kali lah, entah sudah gimana pabrik kami ini," ucap wanita yang mengenakan baju berwarna cokelat ini. 

Di tempat serupa, pekerja lainnya bernama Cahaya mengaku bekerja di sana lebih lama dibandingkan Ase. Wanita yang mengenakan baju berwarna merah muda ini, mengaku sudah bekerja selama 25 tahun. 

"Sudah dari tahun 2000 lah saya kerja di sini," ujar Cahaya. 

Sama seperti Ase, ia mengaku langsung sedih begitu tiba di tempatnya bekerja pagi tadi. Ia pun lantas memikirkan bagaimana nasibnya bekerja ke depannya, karena melihat bangunan yang sudah tak lagi bisa diselamatkan. 

(mns/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved