Kamis, 2 Juli 2026

TRIBUN WIKI

Jejak Pemena, Agama Leluhur Suku Karo yang Masih Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

Suku Karo memiliki agama nenek moyang yang disebut Pemena. Ini adalah agama pertama suku Karo sebelum agama lain.

Tayang:
Editor: Array A Argus
Pinterest
WANITA SUKU KARO - Ilustrasi sebuah foto yang menampilkan wanita suku Kao di masa lampau. 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Suku Karo merupakan salah satu subetnis Batak yang mendiami wilayah Tanah Karo, Sumatera Utara.

Selain dikenal memiliki adat istiadat yang masih kuat, masyarakat Karo juga menyimpan warisan spiritual yang telah diwariskan turun-temurun, yakni Pemena atau sering disebut Pamena.

Kepercayaan ini merupakan sistem religi asli masyarakat Karo yang telah ada jauh sebelum agama-agama besar berkembang di kawasan tersebut.

Saat ini mayoritas masyarakat Karo telah memeluk agama Kristen Protestan, Katolik, maupun Islam.

Baca juga: Perumah Begu, Ritual Suku Karo Memanggil Arwah Leluhur yang Hampir Punah

Meski demikian, sebagian kecil masyarakat masih mempertahankan ajaran Pemena sebagai identitas budaya dan warisan leluhur.

Bagi para penganutnya, Pemena bukan sekadar kepercayaan, tetapi juga pedoman hidup yang mengajarkan penghormatan kepada leluhur, keseimbangan hubungan manusia dengan alam, serta pentingnya menjaga harmoni dalam kehidupan.

Dalam kajian antropologi, Pemena menjadi salah satu bentuk kepercayaan lokal Nusantara yang masih bertahan hingga kini.

Keberadaannya turut memperkaya keragaman budaya Indonesia yang diakui sebagai salah satu negara dengan warisan budaya tak benda terbesar di dunia.

TENGKORAK LELUHUR- Sejumlah orang Batak Karo di masa lampau saat difoto bersama tengkorak para leluhur mereka.(Pinterest)
TENGKORAK LELUHUR- Sejumlah orang Batak Karo di masa lampau saat difoto bersama tengkorak para leluhur mereka.(Pinterest) (Pinterest)

Baca juga: Rumah Adat Suku Karo: Mengenal Jabu, Filosofi, dan Keunikan Warisan Budaya Sumatera Utara

Apa Itu Pemena?

Pemena atau Kiniteken Pemena merupakan kepercayaan tradisional masyarakat Karo yang secara harfiah berarti "kepercayaan pertama" atau agama leluhur suku Karo.

Tokoh masyarakat Karo asal Desa Lingga, Kabupaten Karo, Terkelin Sembiring, menyebut Pemena sebagai agama asli masyarakat Karo sebelum hadirnya agama-agama modern.

Baca juga: Tari Tongkat Suku Karo: Jejak Ritual Pengusir Roh yang Bertransformasi Menjadi Tarian Tradisional

Dalam praktiknya, Pemena mengajarkan penghormatan kepada Dibata (Tuhan Yang Maha Kuasa), roh para leluhur, serta keseimbangan antara manusia, alam, dan makhluk hidup lainnya.

Menurut sejumlah penelitian antropologi, sistem kepercayaan Pemena mengandung unsur animisme, dinamisme, dan sebagian ritualnya memperlihatkan pengaruh budaya Hindu yang masuk ke Sumatera sejak awal Masehi melalui jalur perdagangan.

Nilai-Nilai yang Dijunjung dalam Ajaran Pemena

Berbeda dengan anggapan yang berkembang di masyarakat, Pemena bukan sekadar praktik pemujaan roh.

Kepercayaan ini mengandung nilai-nilai moral yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, alam, serta leluhur.

Beberapa prinsip yang masih dijaga antara lain:

  • menghormati leluhur sebagai bagian dari sejarah keluarga;
  • menjaga keseimbangan dengan alam;
  • mengutamakan musyawarah dalam kehidupan bermasyarakat;
  • menjaga adat istiadat sebagai identitas budaya.

Baca juga: 3 Tahapan Pernikahan dalam Suku Karo yang Akan Dijalani Calon Pengantin dan Keluarganya

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Round of 32 - Babak 32 Besar
Kamis, 2 Juli 2026 | 03:00 WIB
Belgium
Belgia
3 - 2
Senegal
Senegal
Round of 32 - Babak 32 Besar
Kamis, 2 Juli 2026 | 07:00 WIB
United States
Amerika Serikat
2 - 0
Bosnia
Bosnia
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved