Kalender Jawa
Kalender Jawa 19 Juni 2026 Weton Jumat Pahing, Jangan Mudah Tersinggung dan Cepat Marah
Kalender Jawa weton Jumat Pahing 19 Juni 2026 berada pada wuku Galungan dengan jumlah neptu 15.
Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
TRIBUN-MEDAN.COM,- Bagi masyarakat Jawa, melihat kalender Jawa itu sangat penting dalam menentukan kegiatan, seperti acara hajatan maupun perjalanan.
Sebab, menurut masyarakat Jawa, segala sesuatunya itu harus dilakukan sesuai dengan tanggal dan hari yang baik.
Oleh karena itu, sebelum memulai aktivitas tertentu, orang Jawa sering mencocokkan dan mencari tanggal baik.
Nah, untuk tanggal 19 Juni 2026, hari ini wetonnya adalah Jumat Pahing bertepatan dengan 4 Sura 1960 Dal.
Baca juga: Kalender Jawa 18 Juni 2026 Weton Kamis Legi, Bijaksana Tapi Suka Membantah
Wukunya adalah galungan, dengan jumlah neptu 15.
Neptu tersebut merupakan kombinasi dari Jumat 6 dan Pahing 9.
Secara umum, watak pemilik weton Jumat Pahing pada wuku Galungan di bulan Sura juga bisa dilihat dari kalender Jawa yang disinkronkan dengan Primbon Jawa.
Menurut Primbon Jawa, orang dengan weton Jumat Pahing pada wuku Galungan di bulan Sura memiliki watak yang sangat kuat, berwibawa, dan bercahaya seperti "lakuning srengenge" (lakunya matahari). Mereka dikenal ramah, memiliki budi bahasa yang manis, jujur, dan bercita-cita tinggi sehingga banyak disukai orang.
Baca juga: Kalender Jawa 17 Juni 2026 Weton Rabu Kliwon Berwatak Lakuning Srengenge
Kepribadian mereka juga dermawan, suka menolong orang yang kesulitan, bertanggung jawab, ikhlas, dan tekun dalam menjalankan tugas.
Namun, di balik sifat baik tersebut, mereka memiliki hati yang keras dan tabah sekaligus pemberani.
Mereka agak keras wataknya, mudah tersinggung, dan kadang emosi meledak-ledak jika harga diri mereka tersentuh.
Sisi negatif lainnya adalah mereka sering ingin memiliki barang kepunyaan orang lain dan cenderung boros.
Baca juga: Kalender Jawa 16 Juni 2026 Weton Selasa Wage, Tepat 1 Sura 1960 Dal
Mereka juga tidak bisa hemat dan kerap terlihat melamun karena pikiran sering melayang meskipun rajin dalam kehidupan.
Dalam wuku Galungan, dewa lambangnya adalah Bathara Kamajaya dengan sifat tidak murahan, dapat memberikan pencerahan hati yang susah, senang terhadap perbuatan baik, dan jauh dari perbuatan jelek.
Mereka seperti "memangku air di bokor", berderma dengan fisik, dan selalu aktif tak mau menganggur seperti pohon.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kalender-jawa-19-Juni-2026.jpg)