TRIBUN WIKI

Niat Puasa Qadha dan Dzulhijjah, Begini Cara Menggabungkan Keduanya

Menggabungkan puasa Qadha Ramadhan dengan puasa Dzulhijjah hukumnya boleh. Maka niat yang dibaca hanya satu saja, yakni niat qadha.

Tayang:
Editor: Array A Argus
Pinterest/FreePixel
BUKA PUASA- Ilustrasi keluarga muslim saat bersiap berbuka puasa. 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Beberapa umat muslim mungkin ada yang belum tahu bacaan niat puasa Qadha dan Dzulhijjah yang dilaksanakan di waktu yang sama.

Sejak tanggal 18 Mei 2026, umat muslim sudah mulai menjalankan puasa Dzulhijjah.

Puasa ini dilaksanakan sebelum datangnya Hari Raya Kurban atau Idul Adha 2026.

Baca juga: Kebiasaan Rasulullah di Awal Dzulhijjah yang Bisa Ditiru oleh Umat Islam

HIDANGAN BERUKA- Ilustrasi keluarga muslim tengah bersiap menyantap hidangan berbuka puasa.
HIDANGAN BERUKA- Ilustrasi keluarga muslim tengah bersiap menyantap hidangan berbuka puasa. (Pinterest/albawaba.com)

Selama 9 hari, umat Islam akan menjalankan puasa sunnah Dzulhijjah, sebagaimana puasa-puasa sunnah lainnya.

Namun, bagi mereka yang masih punya utang puasa Ramadhan, sebenarnya masih bisa menggantinya di bulan Dzulhijjah.

Oleh karena itu, bagi Anda yang ingin mengganti puasa Ramadhan atau puasa Qadha dipersilahkan menggantinya di bulan Dzulhijjah.

Sebab menurut mayoritas ulama fikih dari mazhab Hanafiyah, Syafi’iyah, serta Imam Ahmad bin Hanbal, menggabungkan puasa qadha Ramadan dengan puasa sunnah seperti Dzulhijjah hukumnya sah. 

Baca juga: Kalender Hari Penting Bulan Dzulhijjah 1447 H: Jadwal Puasa Arafah, Idul Adha, dan Hari Tasyrik 2026

Artinya, seorang muslim diperbolehkan untuk melaksanakan satu puasa dengan dua niat yaitu niat mengganti puasa Ramadhan dan sekaligus meraih keutamaan puasa Dzulhijjah, seperti Arafah.

Hal ini berdasarkan prinsip bahwa amalan sunnah yang bersifat umum dapat digabungkan dengan amalan wajib, selama tidak ada dalil khusus yang melarangnya.

Penjelasan Imam Ibnu Utsaimin

Satu rujukan penting dalam hal ini adalah pendapat Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, seorang ulama besar Arab Saudi.

Dalam kitab Fatawa as-Shuiyam (halaman 438), beliau menjelaskan:

Baca juga: 1 Dzulhijjah 2026 Menurut Muhammadiyah Tanggal Berapa? Ini Penjelasannya

"Orang yang melakukan puasa hari Arafah, atau puasa hari Asyura, dan dia punya tanggungan qadha Ramadan, maka puasanya sah. Dan jika dia meniatkan puasa pada hari itu sekaligus qadha Ramadan, maka dia mendapatkan dua pahala: (1) Pahala puasa Arafah, atau pahala puasa Asyura, dan (2) Pahala puasa qadha. Ini untuk puasa sunnah mutlak, yang tidak ada hubungannya dengan Ramadan.”

Dengan kata lain, penggabungan ini tidak hanya sah, tapi juga membawa dua keutamaan sekaligus dalam satu ibadah.

Cukup dengan Satu Niat

Untuk menggabungkan 2 puasa ini, maka cukup dengan satu niat saja, yaitu niat puasa qadha Ramadhan.

Dengan ini, jika puasa dilakukan pada hari yang bertepatan dengan puasa sunnah seperti 9 Dzulhijjah (hari Arafah), maka seseorang juga mendapatkan pahala sunnahnya.

Baca juga: 3 Macam Ibadah Haji di Bulan Dzulhijjah, Haji Ifrad, Qiran, dan Tamattu

BUKA PUASA- Ilustrasi keluarga muslim saat bersiap melaksanakan buka puasa di rumah dengan suasana yang begitu hangat.
BUKA PUASA- Ilustrasi keluarga muslim saat bersiap melaksanakan buka puasa di rumah dengan suasana yang begitu hangat. (Pinterest)

Bacaan niat puasa Qadha dan Dzulhijjah

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved