TRIBUN WIKI
1 Dzulhijjah 2026 Menurut Muhammadiyah Tanggal Berapa? Ini Penjelasannya
Muhammadiyah menegaskan bahwa 1 Dzulhijjah 2026 jatuh pada tanggal 18 Mei 2026.
Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
TRIBUN-MEDAN.COM,- Bulan Dzulhijjah menjadi salah satu bulan paling istimewa dalam kalender Islam karena di dalamnya terdapat berbagai ibadah penting, mulai dari puasa sunnah hingga Hari Raya Idul Adha.
Namun hingga saat ini, masyarakat masih menantikan kepastian kapan tanggal 1 Dzulhijjah 1447 Hijriah akan dimulai.
Penetapan awal bulan Dzulhijjah menjadi perhatian umat Islam karena berkaitan langsung dengan jadwal puasa Arafah, Idul Adha, dan pelaksanaan ibadah kurban.
Baca juga: 3 Macam Ibadah Haji di Bulan Dzulhijjah, Haji Ifrad, Qiran, dan Tamattu
Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia dijadwalkan akan menggelar sidang isbat pada 17 Mei 2026 untuk menentukan awal Dzulhijjah 1447 Hijriah.
Sidang isbat tersebut dilakukan dengan menggabungkan metode hisab dan rukyatul hilal guna memastikan penetapan tanggal secara resmi.
Hasil sidang nantinya akan menjadi acuan nasional bagi umat Islam di Indonesia dalam menjalankan rangkaian ibadah pada bulan Dzulhijjah.
Baca juga: Bacaan Niat Puasa Dzulhijjah Beserta Tata Cara Pelaksanaannya
Di sisi lain, Muhammadiyah telah lebih dulu mengumumkan penetapan 1 Dzulhijjah 1447 Hijriah berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal yang selama ini digunakan organisasi tersebut.
Perbedaan metode penentuan awal bulan Hijriah kerap membuat masyarakat menunggu hasil sidang isbat pemerintah untuk mengetahui apakah awal Dzulhijjah tahun ini akan berlangsung serentak atau berbeda.
Karena itu, informasi mengenai penetapan 1 Dzulhijjah 2026 kini menjadi topik yang banyak dicari masyarakat.
Baca juga: Jadwal Puasa Dzulhijjah 2026 Beserta Keutamaan yang Didapat
1 Dzulhijjah Muhammadiyah
Muhammadiyah sejak jauh hari telah mengumumkan kapan 1 Dzulhijjah 1447 Hijriah.
Berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), 1 Zulhijah 1447 H ditetapkan jatuh pada Senin, 18 Mei 2026.
“Ijtimak menjelang Zulhijah 1447 H terjadi pada hari Sabtu Pon, 29 Zulkaidah 1447 H, bertepatan dengan 16 Mei 2026 pukul 20.01.02 UTC,” tulis keterangan pers Muhammadiyah, dikutip dari Suara Muhammadiyah, Sabtu (16/5/2026).
Baca juga: Lokasi Pemantauan Hilal di Kota Medan saat Sidang Isbat Idul Adha 17 Mei 2026
Secara astronomis, ijtimak atau konjungsi menjadi titik awal pergantian bulan kamariah, yakni saat Matahari dan Bulan berada pada bujur ekliptika yang sama.
Namun, kondisi visibilitas hilal belum memenuhi kriteria yang ditetapkan secara global.
“Pada saat Matahari terbenam di hari ijtimak tersebut, sebelum pukul 24.00 UTC, tidak ada satu pun wilayah di muka bumi yang memenuhi Parameter Kalender Global (PKG) 1, yaitu tinggi Bulan minimal 5 derajat dan elongasi Bulan minimal 8 derajat,” lanjut keterangan tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Muhammadiyah-sang-pencerah.jpg)