TRIBUN WIKI
Harta Kekayaan Thomas Djiwandono, Keponakan Prabowo yang Kini Jadi Deputi Gubernur BI
Thomas Djiwandono, Deputi Gubernur Bank Indonesia yang juga keponakan Prabowo punya harta kekayaan Rp 74 miliar.
Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
TRIBUN-MEDAN.COM,- Thomas Djiwandono, Deputi Gubernur Bank Indonesia yang juga keponakan Prabowo Subianto ikut disorot di tengah melemahnya nilai tukar rupiah.
Bahkan, harta kekayaan Thomas Djiwandono ikut diulik warganet.
Untuk diketahui, jabatan Deputi Gubernur terbilang sangat strategis di Bank Indonesia.
Baca juga: Profil Perry Warjiyo, Gubernur BI yang Pernah Diperiksa KPK, Gajinya Ratusan Juta Hartanya Rp 72 M
Jabatan ini bersentuhan langsung dengan kebijakan-kebijakan yang akan diambil BI.
Adapun tugas Deputi Gubernur BI menjadi pembantu utama Gouvernour (Gubernur) BI dalam memimpin dan menjalankan fungsi bank sentral, terutama untuk menjaga stabilitas moneter dan stabilitas sistem keuangan.
Ia bersama Gubernur dan anggota Dewan Gubernur lainnya merumuskan & mengimplementasikan kebijakan moneter, termasuk menetapkan suku bunga acuan (BI Rate), kebijakan devisa, dan menjaga stabilitas harga/inflasi.
Baca juga: Profil Eileen Wang, Mantan Wali Kota di California AS yang Mengaku Jadi Mata-mata Tiongkok
Tidak hanya itu, Deputi Gubernur BI juga menetapkan kebijakan makroprudensial, mengawasi stabilitas keuangan, mengelola risiko sistemik, serta mengawasi perbankan dan lembaga keuangan non-bank.
Karenanya, ketika nilai tukar rupiah anjlok, maka Thomas Djiwandono juga ikut jadi sorotan netizen.
Harta Kekayaan Thomas Djiwandono
Thomas Djiwandono memiliki harta kekayaan Rp 74 mi,iar.
Laporan harta kekayaan tersebut disampaikan Thomas pada 23 Januari 2025 untuk periodik 2024.
Adapun rincian harta kekayaan tersebut sebagai berikut:
Baca juga: Profil Celyna Grace, Finalis Indonesian Idol 2026, Penyanyi Muda yang Sejak Kecil Sudah Berprestasi
II. DATA HARTA
A. TANAH DAN BANGUNAN Rp. 40.570.630.000
1. Tanah dan Bangunan Seluas 2.646 m2/274 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , Rp. 40.570.630.000
B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp. 4.215.000.000
1. MOBIL, TOYOTA ALPHARD 2.5 G AT Tahun 2019, HASIL SENDIRI Rp. 800.000.000
2. MOBIL, HYUNDAI STARIA 2.2 2WD 8AT Tahun 2024, HASIL SENDIRI Rp. 1.065.000.000
3. MOBIL, LEXUS LEXUS Tahun 2024, HASIL SENDIRI Rp. 2.350.000.000
Baca juga: Profil Dyastasita Widya Budi, Pejabat Sekjen MPR RI Juri Cerdas Cermat, Punya Utang Rp 117 Juta
C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp. 1.809.500.000
D. SURAT BERHARGA Rp. 13.073.600.000
E. KAS DAN SETARA KAS Rp. 14.829.031.234
F. HARTA LAINNYA Rp.---
Sub Total Rp. 74.497.761.234
III.HUTANG Rp.---IV.
TOTAL HARTA KEKAYAAN (II-III) Rp. 74.497.761.234
Baca juga: Profil PO Bus Halmahera, Angkutan Darat Penghubung Wilayah Sumatera
Profil Thomas Djiwandono
Thomas Djiwandono merupakan anak pertama dari pasangan Joseph Soedradjad Djiwandono (ayah) dan Biantiningsih Miderawati Djojohadikusumo (ibu).
Ia lahir di Jakarta pada 7 Mei 1972.
Ayah Thomas Djiwandono merupakan Gubernur Bank Indonesia periode 1993–1998, sedangkan ibunya adalah kakak kandung dari Prabowo Subianto, Presiden RI terpilih pada Pemilu 2024.
Dikutip dari laman resmi Gerindra melalui Tribunnews, Thomas Djiwandono menempuh pendidikan tinggi di Haverford Collage, Pennsylvania, Amerika Serikat (AS) dengan mengambil studi sejarah.
Lalu, dia kembali melanjutkan pendidikannya dengan mengambil master di Johns Hopkins University School of Advanced International Studies di Washington, AS.
Baca juga: Sosok Teuku Pribadi, Eks Pj Bupati Aceh Utara Mantan Komisaris PT Timah Meninggal Dunia
Dia mengambil bidang International Relations and International Economics.
Setelah itu, kariernya justru dimulai dengan menjadi wartawan magang di Majalah Tempo selama setahun pada tahun 1993.
Kemudian, Thomas melanjutkan profesinya menjadi wartawan di media Indonesia Business Weekly.
Lalu, dia banting stir dengan menjadi analis keuangan di Whetlock NatWest Securities di Hong Kong.
Hidup di lingkungan konglomerat, karier Thomas semakin menanjak ketika pamannya, Hashim Djojohadikusumo memberinya jabatan sebagai Deputy CEO Arsari Group yang bergerak di bidang agrobisnis pada tahun 2006.
Selanjutnya, Thomas memberanikan diri untuk berkecimpung di dunia politik dengan masuk di Partai Gerindra, partai yang didirikan oleh pamannya, Prabowo Subianto.
Baca juga: Sosok Jennifer Coppen, Istri Dali Wassink atau Mama Kamari, Berikut Rekam Jejaknya di Dunia Hiburan
Dia juga pernah menjadi caleg untuk daerah pemilihan (dapil) Kalimantan Barat.
Setelah itu, Thomas juga berperan dalam Pilpres 2024 ketika menjadi Bendahara Umum (Bendum) Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Di pemerintahan, Thomas sempat ditunjuk sebagai Wakil Menteri Keuangan.
Ia dilantik oleh Presiden RI ke 7 Joko Widodo.
Setelahnya, ia pun kini ditunjuk sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia.
Pernah Jadi Wartawan
Politisi Partai Gerindra sekaligus keponakan Presiden Terpilih Prabowo Subianto, Thomas Djiwandono, bakal menjadi pendamping Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani sebagai Wakil Menkeu II bersama wakil lainnya, Suahasil Nazara.
Adapun Presiden Joko Widodo (Jokowi) bakal melantik Thomas Djiwandono pada Kamis (18/7/2024) bersama dengan dua orang lainnya pada pukul 15.00 WIB.
Mereka adalah Ketua DPD Gerindra Jawa Tengah, Sudaryono sebagai Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) dan Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal BKPM, Yuliot menjadi Wakil Menteri Investasi.
Lalu seperti apa rekam jejak dari Thomas Djiwandono ini?
Karier Awal Jadi Wartawan
Dikutip dari laman resmi Gerindra, Thomas Djiwandono merupakan pria kelahiran Jakarta, 7 Mei 1972 atau kini berusia 52 tahun.
Riwayat pendidikannya diawali ketika dirinya menempuh pendidikan tinggi di Haverford Collage, Pennsylvania, Amerika Serikat (AS) dengan mengambil studi sejarah.
Lalu, dia kembali melanjutkan pendidikannya dengan mengambil master di Johns Hopkins University School of Advanced International Studies di Washington, AS.
Dia mengambil bidang International Relations and International Economics.
Setelah itu, kariernya justru dimulai dengan menjadi wartawan magang di Majalah Tempo selama setahun pada tahun 1993.
Kemudian, Thomas melanjutkan profesinya menjadi wartawan di media Indonesia Business Weekly.
Lalu, dia banting stir dengan menjadi analis keuangan di Whetlock NatWest Securities di Hong Kong.
Hidup di lingkungan konglomerat, karier Thomas semakin menanjak ketika pamannya, Hashim Djojohadikusumo memberinya jabatan sebagai Deputy CEO Arsari Group yang bergerak di bidang agrobisnis pada tahun 2006.
Selanjutnya, Thomas memberanikan diri untuk berkecimpung di dunia politik dengan masuk di Partai Gerindra, partai yang didirikan oleh pamannya, Prabowo Subianto.
Dia juga pernah menjadi caleg untuk daerah pemilihan (dapil) Kalimantan Barat.
Setelah itu, Thomas juga berperan dalam Pilpres 2024 ketika menjadi Bendahara Umum (Bendum) Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Sebelum menjadi calon Wamen, jabatan terakhir yang diembannya adalah anggota Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo-Gibran.
Adapun dirinya membidangi ekonomi dan keuangan.(tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Thomas-Djiwandono-keponakan-Prabowo.jpg)